Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Ban 42


__ADS_3

"iya dek ,kami tidur disini saja yang penting kami bisa istirahat "jawab Wahyu


Marni hanya mengerutkan bibirnya karena tidak menyangka dirumah mertuanya ia harus tidur didepan TV


Wulan tidak mau tau dan berlalu masuk kekamar tamu yang ditempatinya beberapa hari ini selama kamarnya direnovasi karena rencana Wulan akan mengakhiri masa lajangnya tahun ini maka dari itu kamar miliknya yg sempit diperluas dan mengambil sebagian gudang penyimpanan yang berada disamping kamarnya


tapi Wulan masih menyembunyikan semua karena ingin memberikan surprise untuk keluarganya


" bang kok kita tidur disini sih ,badanku oasti pegel-pegel kalau bangu besok pagi "keluh Marni


"nggak usah manja, tidur aja masih untung kita dikasi tempat untuk nginap ,kamu terima saja ini demi mendapatkan uang untuk membayar hutang-hutangmu "jawab wahyu kesal


lalu merebahkan tubuhnya yang terasa lelah


"tapi pinggangku sudah sangat sakit ditambah tidur disini bakal tambah sakit bang, nggak kasihan kamu sama anak kita bang"ucap marni masih mengeluh


"sudahlah Marni saya mau istirahat saya sudah sangat capek, kalau kamu tidak mau tidur disini kamu tidur disofa ruang tamu saja disana lumayan empuk


tapi dulu itu ada kejadian ibu hamil tidur sendiri tanpa sengaja diruang tamu rumahnya sendirian ternyata baunya tercium oleh hantu pemakan janin karena katanya baunya itu sangat harum dipenciuman makhluk-makhluk astral seperti itu makanya ibu-ibu hamil didaerah sini tidak ada yang mau tidur sendiri "ucap wahyu menakut-nakuti marni agar tidak banyak protes lagi


cerita itu memang ada dulu waktu Wahyu masih duduk di bangku sekolah dasar


dan sekarang kejadian seperti itu tidak pernah lagi terdengar


Bulu kuduk marni merinding mendengar cerita Wahyu karena waktu kecil juga pernah mendengar cerita yang sama dari sang nenek


marni langsung merebahkan tubuhnya dikasur yg digelar wahyu depan Tv


marni menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut


Wahyu tersenyum geli melihat marni mereka takut termakan oleh ceritanya td


wahyu pun masuk kedalam selimut lalu tidur memeluk perut buncit istrinya


tanpa menunggu lama mereka sudah terlelap katena kelelahan


subuh menjelang ibu Rahma dan Pak sardi akan bangun cepat untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah dimesjid dekat rumah


saat keluar dari kamarnya yang berda didepan


ruang TV sepasang suami istri itu terkejut melihat putranya tidur dengan memeluk seorang wanita hamil dan mereka yakini itu adalah Marni


Ibu Rahma merasa geram melihat mereka dan ingin segera membangunkan mereka akan tetapi ditahan oleh pak Sardi


"jangan sekarang bu,kita mau sholat,ayo cepat nanti kita telat"ucap pak Sardi


"astagfirullah,iya pak ayok "jawab Bu Rahma dan berjalan cepat keluar rumah dan menuju masjid yang tidak jauh dari rumah mereka

__ADS_1


setelah pulang dari sholat subuh Bu Rahma dan Pak sardi singgah sebentar melayat kerumah mbok sarti yang terkena kemalangan menantu mbok Sarti meninggal dunia saat melahirkan cucunya


"kasihan ya pak si Dewi meninggal dunia saat melahirkan anaknya padahal kemarin sebelum berangkat kerumah sakit ibu sempat ngobrol diwarung mang Udin


kemarin ibu juga sempat ngasih uang 500 ribu buat beli perlengkapan bayinya soalnya ibu nggak sempat datang ke acara tujuh bulanannya karena kita pulang kampung si dewi senang banget pak sampai tangan ibu itu dicium cium sambil ngucapin rasa syukurnya"ujar bu rahma saat perjalanan pulang kerumahnya bersama pak Sardi


"namanya juga ajal bu kita tidak ada yang tau kapan datang nya" ucap Pak sardi


"iya pak,tapi si Dewi termasuk beruntung pak meninggal dalam keadaan Khusnul khatimah semoga dia tenang disana dan anak suami serta keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan


anak-anaknya juga jadi anak soleh solihah biar bisa terus ngedoain ibunya "ucap Bu Rahma menitikkan air mata


"aamiin,iya bu kita bantu juga dengan doa "ujar pak Sardi


setelah sampai dirumah Pak sardi dan Bu Rahma bergegas masuk kedalam rumah ingin menemui Wahyu


alangkah terkejutnya mereka saat sampai didalam rumah mereka masih melihat Wahyu dan marni masih terlelap dan masih saling berpelukan


"Astagfirullahulalazim, bangun kamu wahyu ini sudah jam 10 "ucap Bu Rahma Geram


wahyu dan marni tersentak kaget mendengar teriakkan Bu Rahma


wahyu langsung terduduk dan mengusap wajah bantalnya sedangkan Marni malah kembali menarik selimutnya dan hendak tidur kembali


Bu Rahma yang melihat itu semakin emosi


"Marni bangun "ucap wahyu membangunkan marni tapi marni tetap tidak bergeming


"masih pagi bang,saya masih ngantuk " ucap Marni


"Wahyu kamu harus jelaskan pada ibu Kenapa kamu bisa datang kemari dan tidur sama perempuan itu "tanya Bu Rahma pada wahyu sambil menunjuk Marni


Bu Rahma dan pak Sardi Tadi sudah sepakat dengan Wulan untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa karena Wulan tau kalau mereka langsung melabrak mereka pasti wahyu akan meneror Nadia


"i-ini Marni bu,dia istri siri Wahyu "ucap wahyu takut melihat ibunya


"Marni ayo bangun kira tidak sedang dirumah kita dirumah ibuku,ayi bangun" ucap wahyu lagi membangunkan marni


"apa???!!! apa-apaan kamu Wahyu dimana perasaanmu sudah menghianati Nadia


apa kurangnya Nadia coba dia anak yang baik dan sabar tidak pernah mengeluh walaupun kamu perlakukan dia tidak adil,dasar kamu laki-laki bodoh membuang berlian dan memungut batu kali "ucap Bu Rahma emosi


"sudah bu,ibu nggak boleh terlalu emosi ingat darah tinggi ibu"ucap pak Sardi


Marni yang baru tersadar mendengar teriakan bu tahma untuk yg kedua kalinya langsung duduk dan mengucek matanya


setelah itu memalingkan wajahnya menatap ibu mertuanya

__ADS_1


Marni mencoba tersenyum kepada Bu Rahma namun Bu Rahma tidak sedikit pun menampakkan wajah ramahnya


Marni menelan ludahnya karena tenggorokannya terasa kering


"Bang saya mau buang air kecil kamar mandinya dimana?" ucap marni karena tiba-tiba kandung kemihnya terasa penuh


"ada dibelakang, dekat dapur"jawab Wahyu


"temani ya bang , soalnya saya belum tau dimana letak nya "ucap marni


wahyu bepaling menatap ibunya yang masih dengan mode yang sama


"Bu Mirna ingin kekamar mandi kebelet "ujar Wahyu takut- takut


"cepat bawa sana wanita murahan itu, sekalian itu bekas ilernya dibersihkan dasar tidak tau malu nginap dirumah orang bangunannya tengah Hari "ujar Bu Rahma sinis


"iya bu,ayo marni cepat "ucap wahyu


mereka berdua berlalu kedalam kamar mandi yang ada didalam dekat dapur


tak lupa mereka membawa baju ganti mereka karena sekalian mereka membersihkan diri agar mempersingkat waktu


setelah selesai Wahyu kembali keruang keluarga


wahyu bergegas merapikan tempat yang mereka pakai tidur semalam


Bu Rahma dan Pak sardi beserta Wulan sudah duduk di ruang tamu


setelah semua sudah rapi Wahyu dan Marni menghampiri keluarganya diruang tamu akan tetapi baru saja wahyu mendudukkan bokongnya pak Sardi bersuara


"kalian makan saja dulu sekarang sudah jam setengah sebelas "ucap pak Sardi dingin


"ba-baik pak " ucap wayu berdiri dari duduknya dan menarik tangan marni menuju meja makan


setelah selesai makan mereka kembali keruang tamu


"sekarang jelaskan apa hubungan kalian berdua "ucap pak Sardi tegas


"ka-kami sudah menikah siri pak beberapa bulan lalu di kota M waktu saya ditugaskan mengawas proyek disana,marni menyusul saya kesana karena diusir oleh bapaknya karena Marni telah hamil anak saya pak"ucap wahyu gugup


"yakin bang itu anak abang? "celetuk wulan wulan dengan nada sinis


marni melototkan matanya mendengar ucapan Wulan namun Marni hanya bisa diam karena wahyu sudah mewanti-wanti nya agar diam saja supaya kedua orang tuanya bisa luluh dan memberikan mereka warisan yang bisa mereka jual atau uang kas


"wulan jaga ucapanmu,biar bagaimanapun marni ini istri abang"ucap wahyu menahan emosinya


"cihhh....mau maunya dibodohi sama ayam kampus "gumam wulan pelan dan masih bisa didengar oleh marni karena wulan duduk tidak terlalu jauh dari tempat duduk Marni

__ADS_1


__ADS_2