Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Ban 39


__ADS_3

kamu telpon siapa fit? tanya puspita


"biasa puspita siapa lagi calon suami masa depanmu" ucap fitri berbisik tapi mampu membuat puspita merona malu


saat fitri dan marni berdebat datang dua orang berpakaian polisi dengan tubuh yang tercetak dibalik pakaian kebesaran mereka


wahyu sudah berkeringat dingin, sedangkan Marni tersenyum mengejek karena marni mengura kedua polisi yg ditelpon fitri adalah polisi gadungan


"Assalamualaikum,maaf pak bu atas kedatangan kami membuat kalian terkejut saya menerima laporan bahwa saudara menyewa jasa dekorasi tidak mau membayar semua tagihannya " ucap firman kakak kandung Fitri


puspita yang melihat pujaan hatinya menjadi berbinar matanya memandang penuh pemujaan kepada firman


"jadi begini saja kalian semua ikut kami kekantor


kalian jalaskan disana " ucap firman dan mengajak semua naik keatas mobil


Marni tidak mau ikut dia terus menangis memohon agar tidak dibawa


kata-kata yg diucapkan Linda tadi siang masih terngiang-ngiang


"kalian akan berbulan madu dihotel prodeo dengan kasus penipuan "kata-kata Linda momok ditelinga Mirna


Mirna menangis . meraung-raung berharap polisi dan fitri tidak memenjarakannya


"tunggu dulu pak, jangan asal mau bawa istri saya pak kasihan dia sedang hamil besar"ucap wahyu menghiba


"kalau memang kalian tidak ingin kami bawa sekarang selesaikan urusan kalian dengan mbak2 inu"jawab firman tegas


"beri kami waktu mbak, karena sebenarnya istri saya ini tidak punya uang saya tidak tau kalau dia akan memesan dekorasi dan lain-lainnya


jadi saya mohon beri kami waktu kami akan usahakan untuk membayanya "ucap wahyu memohon


sedangkan marni masih menangis ketakutan


"memangnya berapa yang harus kami bayar ?"tanya wahyu pada fitri dan puspita


"ini pak rinciannya" ucap puspita dan menyodorkan kertas yang berisi rincian pembayaran sewanya dan sebuah kwitansi pembayaran

__ADS_1


lagi-lagi wahyu menyipitkan matanya melihat tagihan pembayaran sewanya


wahyu mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas panjang


"dan istri bapak semalam kami dipaksa untuk memasang semuanya dengan cepat dan ternyata kami sudah dibodohi "ucap fitri emosi


"kalau mbak nggak pegang uang jangan sok soan mau sewa dekorasi yang wah sesuaikan saja dengan kondisi kantong mbak


dasar manusia kurang seons pengen yang mewah tapi kantong mewek


cuih....... merepotkan sekali" ucap Fitri kasar dia sudah sangat geram melihat marni sebenarnya sejak semalam fitri merasa tidak suka pada Marni sewaktu marni meminta memasang buru-buru semua dekorasi dan mau yang sempurna


dan akhirnya zoonk


"baiklah kami akan beri waktu tiga hari untuk kalian membayar tagihannya dan dalam jangka waktu yang yang kami berikan bapak dan istri bapak belum juga membayarnya jangan salahkan kami kalu kami akan memenjarakan istri bapak ini ucap Fitri tegas


ingin rasanya Wahyu menangis meraung raung meratapi nasibnya kemana mencari uang sebanyak delapan juta untuk membayar semua tagihan pinjaman Marmi


"iya mbak, saya akan usahakan" ucap Wahyu sendu


"bapak dan istri bapak jangan coba-coba untuk mau kabur kami akan selalu mengawasi rumah ini "ucep Firman dia melakukan ini karena kasihan pada adik kesayangannya dan sahabatnya mereka baru merintis usaha kecil-kecilannya Ini baru beberapa tahun yang lalu dan ini sudah kasus yang ke sekian kalinya mereka hadapi


Fitri , puspita , Firman dan temannya meninggalkan rumah Wahyu dengan muka emosi dan saat mereka keluar rumah mereka berempat kaget meliha sudah banyak nitizen kepo berdiri mencari berita terbaru


"mbak ada apa didalam,kenapa mbak marni menangis nangis ?"tanya salah satu nitizen kepo seperti seorang reporter


"no koment"jawab mereka barengan dan saling pandang dan tersenyum geli


"pelit amat ngasi infonya kita kan nggak meminta duit cuma minta info terbaru dan masih hangat "dumel nitizen kepo tadi ngomel ngomel tidak jelas dengan bibir berlipstik tebal bergerak kiri dan kanan yang membuat fitri dan puspita yang sudah duduk didalam mobil terkikik gali melihatnya


"dasar ya apa saja mau dijadikan bahan ghibah "ucap puspita menggeleng gelengkan kepalanya


🍀🍀🍀🍀


dirumah Nadia


"dek sekarang kamu harus hati-hati takut nya nanti wahyu dan marni datang dan menyakiti kamu lagi dan anak-anak seperti kemarin apalagi tadi kita mempermalukannya didepan tamu-tamunya pasti mereka ingin balas dendam"ucap Nindi mengkhawatirkan Nadia

__ADS_1


"kakak tidak usah khawatir saya sudah mengantisipasinya ditoko sudah ada gilang,andre mereka sekarang tinggal di ruko juga afa jaka ,jeni dan anak-anak lainnya yang memang tinggal ditoko"ucap Nadia


"iya disana sudah ada mereka yang akan berjaga tapi dirumah kamu dan anak-anak bagaimana ?"tanya Nindi yang merasa khawatir karena besok dia harus pulang ke rumahnya karena masa cuti dan libur anaknya sudah berakhir


"tenang kak,saya sudah minta bang tora juga wandi berjaga disini sekarang mereka saya suruh tinggal sisebelah dirumah tante Marta"ucap Nadia


"memangnya rumah sebelah sudah kamu beli?"tanya nadia


"saya hanya sewa selama setahun ini kak,jadi Tora ,wandi dan bibi atum akan tinggal di sebelah mereka juga tidak punya tempat tinggal karena saudara Ayahnya merebut semua milik mereka termasuk rumah peninggalan ayahnya yang mereka tempati


jadi saya fikir dari pada mereka Luntang lantung tidak punya tempat tinggal mending tinggal di sebelah untuk mempermudah saya minta tolong dan mereka akan mudah untuk bekerja sekaligus berjaga-jaga bila suatu saat bang wahyu datang saya bisa segera minta tolong pada mereka jika bang Wahyu berbuat macam-macam"ucap Nadia panjang lebar menjelaskan kepada Nindi agar Nindi tidak terlalu mengkhawatirkannya dan anak-anaknya karena masih ada keluarga yang bisa menjaganya


ya Ibunya Tora dan wandi adalah bibi kandung Nadia dan Nindi saudara perempuan ayahnya mereka selama ini tinggal di kampung halaman ayahnya Tora akan tetapi saat ayahnya meninggal mereka diusir oleh keluarga ayahnya sendiri


Nadia menghela nafas panjang


"saya bersyukur kak karena sekarang ini saya tidak lagi bergantung pada bang wahyu saya bisa berdiri di atas kakiku sendiri dan saya berharap mas Athar dan mbak kinara bisa membantu saya mendapatkan hak asuh Anak-anak nanti "ucap Nadia dengan mata berkaca-kaca


"kasihan juga ya bibi atum padahal tanah itu bibi beli dari hasil menjual warisan yang diberikan kakek


dan ayah membeli tanah Ini dan membanngun rumah kita ini


ayah juga membeli perkebunan yang berada di kampung mertua laki-lakimu


om sardi rutin mengirim hasil kebun direkening bersama kita


jadi kapan pun kamu mau pakai bilang sama kakak ya "ucap Nindi merangkul pundak sang adik dengan sayang


sebenarnya nindi tidak tega meninggalkan Nadia dalam keadaan seperti ini namun tugasnya sebagai tenaga pendidik menunggunya serta dia pun sudah lama meninggalkan suaminya


Nadia hanya mengangguk


pernah sekali waktu nindi menawarkan uang simpanan bersama mereka tapi nadia tidak mau memakainya


Nadia ingin menyimpannya untuk biaya pendidikan anak-anaknya Nanti karena Nadia tau bila berharap pada wahyu semua tidak akan tercapai dan Nindi menyetujui permintaan adiknya


tanpa sepengetahuan Nadia kakaknya Nindi selama ini sudah membagi bagian mereka masing-masing dengan memakai rekening dengan nama mereka masing-masing

__ADS_1


agar memudahkan nantinya bila tiba-tiba salah satu dari mereka memerlukan biaya atau semacamnya


__ADS_2