Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 128 Tamat


__ADS_3

"Bagaimana kakak banyak tau tentang vira sedangkan vira enggan bercerita kepada ku dia hanya mengatakan bahwa dia dulu dibesarkan dipanti karena tidak ada yang mengasuhnya dan juga adiknya " ujar Arka


"kakak sering berbagi cerita pengalaman dengannya.kakak sempat terkejut saat vira bercerita bahwa dia sedang dekat dengan seseorang yang bernama Arkana Pramana,pria itu gigih mendekatinya hingga akhirnya dia merasa nyaman dengan orang itu lalu mereka menjalin hubungan serius dan Adiknya juga bersekolah di sekolah Adrian " ujar Shela lagi


"satu sekolah denganku kak? namanya siapa?"ujar Adrian penasaran siapa adik dari calon istri kakaknya


"Namanya Davendra maheza,"ujar Shela


"ah.... Davendra ?" tanya Adrian


"iya memangnya kenapa dek?"tanya Arka pada adiknya


" dia itu sangat jenius kak,dan vendra yang membantuku selama ini sehingga bengkelku samakin berkembang "ujar Adrian Bangga


"wah Ternyata mereka anak-anak yang hebat,bawalah kemari ka biar dia lebih dekat dengan kami" ujar Arman dan tersenyum pada putranya


Arka bahagia karena keluarganya mau menerima kekasihnya apa adanya


seminggu berlalu semenjak pembicaraan mereka dirumah Fara kini arka mengajak keluarganya datang kerumah Davira untuk melamarnya


Arka sudah mengatakan kepada Davira dan Davira menyetujuinya


tidak banyak orang yang datang membatu Davira dalam acara lamaran ini hanya beberapa orang tetangganya yang datang termasuk bu Rt dan bu Rw dan juga beberapa ibu-ibu pengajian yang diajak oleh bu Rt


setelah mencapai mufakat dan mereka sepakat bahwa pernikahan mereka akan dilangsungkan minggu depan dengan pesta sederhana


...****************...


Hari yang ditunggu telah tiba,kini arka duduk dihadapan penghulu dan mengucapkan dua kalimat syahadat serta beberapa Ayat suci Al-Qur'an


setelah itu Arka mengucapkan ijab qobul mengikuti perkataan wali hakim untuk menikahkannya dengan vira karena adik kandung vira, Davendra menyerahkan semua kepada penghulu untuk menikahkan kakak semata wayangnya


dengan sekali tarikan nafas Arka berhasil melakukan ijab qobul


kini mereka telah sah menjadi suami istri, setelah selesai menandatangani surat-surat pernikahan Arka dan Devina melakukan sungkeman pada nadia dan semua keluarga


setelah acara sungkeman selesai kini Arka dan vira duduk di pelaminan,satu persatu tamu undangan naik memberikan ucapan selamat dan berfoto-foto


Nadia duduk dikursi tamu dan memperhatikan semua anak-anaknya yang begitu bahagia mereka ber enam sedari kecil saling jaga, saling sayang dan saling melengkapi Nadia merasa hidupnya sudah sangat sempurna walaupun kehidupannya bersama suami nya anak-anaknya pernah diterpa badai yang sangat besar namun mereka bisa melewati bersama hingga terbitlah pelangi dalam kehidupan mereka sekarang


Nadia akan menghabiskan masa tuanya bersama suami,anak dan cucu-cucunya


"sayang kenapa kamu senyum-senyum sendiri ?"ujar Arman heran Melihat istrinya duduk sendirian dan senyum-senyum


"mas coba deh liat Anak-anak kita betapa bahagianya mereka satu persatu menemukan pasangan hidupnya dan kita semakin tua" ucap Nadia pada suaminya sambil tersenyum

__ADS_1


"iya sayang dan teruslah tersenyum seperti ini, karena senyumanmu ini adalah sumber kekuatan ku" ucap Arman pada istrinya itu


"iya mas,kamu juga ya jangan pernah berhenti tersenyum dan teruslah ada diasampingku selalu menemaniku " ucap Nadia menggenggam tangan suaminya


"iya sayang,saya akan selalu ada untukmu,saya sangat bersyukur karena mengizinkanku untuk menjadi pendamping hidupmu, wanita hebat yang tangguh.


setelah melewati berbagai macam kesulitan kita Akhirnya bisa menikmati kehidupan ini melihat anak-anak kita bahagia,saya berharap dan selalu berdoa anak-anak kita akan selalu diberikan dan merasakan kebahagiaan" ujar Arman


"Aamiin " jawab Nadia


"saya bersyukur setelah tersakiti ternyata saya mendapatkan cinta sejati ku, banyak orang yang bilang kalau cinta pertama itu adalah cinta sejati tapi bagiku cinta sejati itu tak selamanya cinta pertama dan cinta sejati itu adalah cinta yang sesungguhnya dan saya menemukannya padamu mas, I love you more " ucap Nadia memeluk lengan suaminya dan meletakkan kepalanya di bahu sang suami


"iya kamu benar sayang cinta pertama itu tidak selamanya menjadi cinta sejati contohnya kita berdua walaupun awalnya kita mengikrarkan dan memutuskan untuk hidup bersama karena terpaksa namun ternyata itu awal kita menemukan cinta sejati dan cinta yang kita rasakan ini adalah cinta yang sesungguhnya " ujar Arman dan mencium kening istrinya dengan cepat karena dia takut suasana romantisnya hancur karena ia mencium kening istrinya di tempat umum


Adrian dan Della tersenyum melihat tingkah kedua orang tuanya


"kak lihatlah betapa mesranya mereka berdua " ujar Adrian kepada Della kakaknya


"kamu benar dek, mereka terlihat manis dengan keromantisan mereka,kakak selalu berdoa semoga kakak selalu diberikan pendamping hidup seperti papi" ujar Della


"iya kak,saya juga berharap suatu hari nanti saya bisa mendapatkan pendamping seperti bunda


lemah lembut, perhatian,juga setia" ujar Adrian


"iya dek aamiin, semoga Allah SWT memberikan kita yang terbaik " ucap Della


wahyu sudah sering melihat keromantisan Nadia dan suaminya, Awalnya wahyu merasakan sakit hati dan cemburu namun seiring berjalannya waktu wahyu belajar menerima kenyataan


Nadia pergi darinya juga karena dirinya sendiri, saat ini wahyu hanya berharap kebahagiaan semua anak-anaknya juga cucu-cucunya


"semoga kalian selalu bahagia,maaf karena saya pernah menorehkan luka yang begitu dalam " ucap Wahyu dalam hatinya


"saya tidak meminta banyak ya Allah cukup berilah kebahagiaan kepada Anak-anak dan cucu-cucuku, jadikanlah keluarga mereka keluarga yang sakinah mawadah warohmah aamiin " ucap wahyu lagi dalam hati kini dia menatap anak-anaknya yang sedang tertawa bahagia


wahyu tersenyum melihat semua tingkah laku anak-anak dan juga cucu-cucunya


"Alhamdulillah ya Allah karena masih memberikanku kesempatan untuk menjalani hari tuaku dengan bahagia bersama anak-anakku dan keluarga ku " ujar wahyu lirih namun wulan dan suaminya yang duduk disampingnya bisa mendengar perkataannya


Wulan merangkul lengan kakaknya dan tersenyum


"wulan bahagia melihat Bang Wahyu bahagia semoga kita selalu bahagia " ujar Wulan Wahyu mengelus kepala adiknya yang tertutup hijab


"aamiin " ucap wahyu


"Papi, bunda, ayah,paman aunty ,ayo kita foto bersama " ucap Adrian mendekati mereka

__ADS_1


"wah ibu dan Bapak gercep kita baru diajak mereka sudah duduk didepan pengantin " ucap Wulan terkekeh


"Ayo foto dulu " ucap Wulan lagi lalu berdiri dari duduknya dan mengajak suaminya serta kakaknya ,Nadia sudah berjalan dulan keatas pelaminan bergandengan tangan dengan Arman


Wulan menyusul mereka keatas pelaminan


kini pelaminan sudah penuh dengan keluarga besar mereka, anak-anak bayi sudah digendong oleh orang tua mereka masing-masing


sore menjelang para tamu sudah banyak yang pulang,Nadia dan keluarganya pun pamit untuk pulang


...****************...


Ke esokan Harinya saat mereka sarapan pagi


kini Hanya mereka ber empat yang duduk dimeja makan


"sepi ya bun? kak Arka Nggak ada!" ucap Adrian sendu


"emangnya kenapa? kan kak Della masih disini " ucap Della


"nggak ada yang merebut makananku kak seperti biasanya,juga nggak ada kak shila yang belain semua sudah punya keluarga dan rumah masing-masing " ujar Adrian lagi


"iya juga sih rumah sudah sepi biasanya kak Arka dan Adrian selalu ribut dan berebut apa saja " ujar Della ikutan sedih


"sudah sudah habiskan sarapan kalian dulu,kalau mau berebut dengan kakak kalian itu kan kalian bisa kerumahnya " ujar Arman menengahi


"malu pi,kan sekarang kak Arka sudah punya istri " ujar Adrian


"tuh tau masih saja mengeluh" ujar Nadia


saat mereka Asyik dengan sarapannya terdengar suara ribut-ribut dari luar


mereka segera menyelesaikan sarapannya dan bergegas keluar rumah karena penasaran denga yang terkadi diluar sana


Nadia dan Arman tersenyum melihat anakdan cucunya kini tengah bermain dihalaman depan


Adrian dan Della sudah ikut bergabung dengan para ponakannya


mereka bermain dengan gembira walaupun baru Gaffi dan Ayesha yang bisa belari ke empat bayi yang lain baru bisa merangkak namun tidak menyurutkan semangat mereka mengejar Adrian berlari pelan


Arka dan vira terlihat duduk berdua diayunan sedangka Davendra ikut bergabung duduk disamping Della yang sesekali berteriak memberikan semangat


"Ya Allah terima kasih atas segalanya, anak-anakku semua sudah bahagia


TAMAT

__ADS_1


"jangan lupa ya mampir kekaryaku yang lain


Mas Duda I Love You Full "


__ADS_2