Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 109


__ADS_3

Maafkan mama juga yah,mama berpesan padaku sesaat sebelum meninggal,mama menyuruhku untuk mencari yayah dan tante Nadia untuk meminta maaf atas segala salah dan dosa mama semasa hidupnya " ucap Fara yang masih menangis


betapa dirinya merindukan sang ibu yang rela berjuang sendirian untuk menghidupinya


"iya nak ayah sudah memaafkan mamamu" ucap Wahyu


kini Fara bangkit dari tempatnya lalu berjalan kearah Nadia,Fara berlutut dihadapan Nadia


"tante maafkan mamaku ya dimasa lalu karena mama pernah berbuat banyak salah kepada Tante " ucap Fara menangis sesenggukan dihadapan Nadia


"sudah, sudah nak Bunda sudah lama memaafkan mamamu biarkanlah dia tenang disana" ucap Nadia mengelus rambut fara dengan lembut


"Benar kata mama tante Nadia sangatlah baik, sekali lagi maafkan mamaku Tante " ucap Fara lagi masih dengan tangisannya


"iya nak iya,bangunlah nak Bunda sudah memaafkannya sejak lama bunda juga mau berterima kasih kepada mamamu kalau bukan karena dia belum tentu bunda mendapatkan seorang suami yang sangat baik seperti papi" ucap Nadia lalu menoleh kepada suaminya, Arman hanya mengelus punggung sang istri


kini Fara berlutut dihadapan BU Rahma dan Pak Sardi


"Kakek, nenek maafkan kesalahan mamaku ya, maafkan mamaku pernah menyakiti hati kalian " ucap Fara dihadapan BU Rahma dan Pak Sardi


"Iya nak,kami sudah memaafkan mamamu sejak lama" ucap Bu Rahma ikut menangis melihat Fara meminta maaf kepada semua orang atas kesalahan mamanya dimasa lalu dan itu bukanlah kesalahan Fara


"sudah nak kamu jangan menangis terus kita lupakan semua kesalahan mamamu,kita doakan mamamu semoga dia tenang Disana "ucap pak sardi mengelus kepala Fara dengan lembut


kini fara menghampiri Wulan dan melakukan hal yang sama


"Tante maafkan segala kesalahan mamaku ya " ucap Fara pada Wulan


"iya nak Aunty sudah memaafkan mamamu " ucap wulan memeluk tubuh kurus Fara


Fara kembali duduk disamping Shela dan Shila


"mbak maafkan kesalahan mamaku ya karena mama yayah meninggalkan kalian " ucap Fara pada Shila dan Shela


"iya dek,kami sudah melupakan semuanya sekarang kita tidak usah mengingat yang buruknya ya " ucap Shila dan diangguki oleh shela dan yang lainnya


"jadi mama kamu meninggal karena sakit ya Fara ?" tanya Arka pada Fara


"iya mas Arka,mama saya meninggal karena sakit,selama ini mama menyembunyikan penyakitnya dari kami semua " jawab Fara


"memangnya mama kamu sakit Apa nak?" tanya wahyu penasaran


"mama kena kangker Rahim yah,mama tidak pernah mengeluh sakit namun berat badannya semakin hari semakin menurun,namun mama beralasan kalau dia itu hanya kelelahan " ucap Fara dengan mata yang sudah basah karena air matanya

__ADS_1


"trus kapan mama kamu diketahui penyakitnya ?" tanya shila kini jiwa dokternya meronta-ronta ingin tahu


"beberapa bulan terakhir saat usaha mama sepi,mama biasa-biasa saja tiap harinya,mama punya usaha laundry dan mama tetap menerima pakaian orang-orang sekitar yang menitipkan pakaiannya kepada mama dan pelanggan mama juga ada dari kampung sebelah namun saat ada beberapa tetangga yang juga membuka usaha sama seperti usaha mama mulai sepi apa lagi tetangga dikampung sebelah juga sudah ada yang buka usaha yang sama makin hari usaha mama semakin sepi,mama mulai memberhentikan karyawannya satu persatu karena mama takut tidak bisa membayar gaji mereka dan mulai dari situ mama sudah sering sakit-sakitan mama sering mengalami menstruasi yang berlebihan dan jika mama kuajak periksa kedokter mama tidak mau katanya takut dan setahun lalu mama mulai tidak bisa apa-apa karena tubuhnya semakin kurus,saya mulai membawa mama rutin berobat mungkin karena tubuh mama sudah lemah jadi dia tidak pernah menolak lagi jika saya dan Bibu membawanya kerumah sakit disitulah kami tau bahwa mama ternyata menderita kanker rahim,satu persatu mesin cuci mama saya jual untuk membantu baba menambah biaya rumah sakit mama sampai akhirnya menyerah dengan penyakitnya sebelumnya saat mama masih bisa bicara tiap malam mama mengigau meminta maaf dengan menyebut nama kalian,pada saat diakhir hidupnya mama mengatakan kepadaku saya harus mencari kalian semua kekota ini untuk meminta maaf atas semua kesalahannya


hiks hiks hiks hiks hiks........


mama begitu menyesal telah menyakiti kalian dan mama berkata bahwa sakit yang dialaminya adalah karma untuknya dan karena dia durhaka kepada kedua orangtuanya hingga diakhir hayatnya mama tidak mendapatkan maaf dari mereka dan sudah menjadi tugasku untuk meminta maaf kepada mereka untuk mama


hiks hiks hiks hiks hiks hiks......mama Fara kangen ma" ucap Fara diakhir ceritanya,shila yang ada didekat fara langsung memeluk Fara membiarkan Fara menangis dalam pelukannya


"menangislah dek kalau itu membuatmu merasa lega" ucap shila mengelus punggung fara


yang lain pun ikut menangis mendengar cerita Fara


para Art yang juga mendengarkan cerita Fara ikut menangis


setelah Fara mulai tenang dan tangisannya hanya tersisa isakan


wulan bertanya karena merasa penasaran karena kakaknya pernah cerita kalau Fara bukan Anak kandungnya


"Fara Apakah Aunty bisa bertanya ?" ucap Wulan hati-hati


"iya Tante,mau tanya Apa?" jawab Fara dan melihat ke arah Wulan


apakah mamamu pernah mengatakan bpadamu siapa ayah biologismu? sekali lagi maafkan Aunty nak karena bertanya seperti ini " ucap Wulan


"tidak apa-apa aunty, kalian juga berhak tau siapa ayah biologisku,


kata mama papaku itu mantan kekasihnya dulu namanya Rifaldo, kata mama dulu waktu saya masih kecil mama pernah mencari papa Aldo kerumahnya namun papa Aldo sedang diluar negeri bersama keluarganya


jadi mama memutuskan untuk tidak mencari papa lagi dan kami pun ikut bersama bibu sari dan baba Ahmad ke kampungnya di sanalah kami tinggal selama bertahun-tahun " cerita Fara kepada semuanya


"oh jadi kalian ikut pak Ahmad dna istrinya ke kampung mereka ? " tanya wahyu


"iya yah, apakah yayah kenal mereka ?" tanya Fara


"iya nak Ayah kenal meraka karena pak Ahmad dulu teman kerja Ayah tapi dia berhenti bekerja alasannya orang tua istrinya sudah sakit-sakitan " jawab wahyu


"iya yah,kami pindah kesana dan tidak sampai setahun kakek meninggal dunia" ucap Fara


"jadi dikampung sana kamu tinggal serumah dengan keluarga sari dan Ahmad ?" tanya wahyu lagi


"tidak yah,mama membeli rumah ibu Safitri kakak dari bibu sari, karena ibu Fitri membagun rumah didekat rumah nenek" ucap Fara tersenyum menceritakan semua keluarga angkatnya

__ADS_1


"trus apakah kamu tidak tau dimana papamu berada ?" tanya Wulan lagi


"kata om Damar orang yang menolong Fara waktu kecelakaan yang ternyata sahabat papa Aldo,


om Damar pernah cerita kalau papa Aldo sudah lama meninggal karena kecelakaan " ucap fara menunduk sedih


wahyu mendekati Fara dan memeluknya


"kamu tidak usah khawatir ya sekarang kamu punya ayah,nenek,kakek, aunty dan paman juga Ada kakak-kakakmu dan juga adikmu" ucap wahyu dan yang lain pun mengangguk setuju,semua tidak ada yang merasa dendam kepada marni dengan apa yang dilakukannya dimasa lalu


Nadia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk tidak menjadi pendendam karena itu akan menjadi penyakit dalam diri kita sendiri dan anak-anaknya menerapkan itu semua tidak ada dendam yang mereka simpan dalam hati


"iya dek,kamu tidak sendiri bmasih ada kami " ucap Arka mengelus kepala Fara dengan lembut


"terimakasih mas " ucap fara merasa bahagia karena semua menerimanya dengan sangat baik


Namun berbeda dengan Ardhit sejak pertama melihat Fara saat makan bersama tadi dimeja makan dia merasakan debaran dalam dadanya, Ardhit tidak mengerti apa yang telah terjadi karena ini adalah yang pertama kali dia merasakan hal seperti ini, Ardhit meraba dadanya yang terus berdebar saat melihat Fara tersenyum


"Ya Allah Ada Apa ini? kenapa jantungku berdetak kencang sekali ?" ucap Ardhit dalam hatinya


"kamu kenapa kak kok melamun sejak tadi dipanggil-panggil " ucap Della mengagetkan Ardhit


"eh tidak apa-apa dek!" ucap Ardhit salah tingkah


Della tersenyum penuh arti saat melihat tatapan mata sang kakak selalu kepada Fara,Della juga sempat melihat Ardhit sering melirik Fara saat dimeja makan tadi


"Far,apa kamu sudah kekasih?" tanya Della


Degg degg degg


jantung Ardhit seakan ingin melompat dari tempatnya mendengar pertanyaan della wajah Ardhit berubah menjadi cemas takut Fara mengatakan iya


Fara Hanya tersenyum mendengar ucapan Della lalu dia pun menggelengkan kepalanya


" tidak ada Del" ucap Fara


"Alhamdulillah " Ucap Ardhit tanpa sadar


hahahaha hahahaha


tawa Della meledak mendengar ucapan spontan dari mulut kakaknya


"kamu kenapa Dhit?" tanya Arman kepada putranya karena tiba-tiba mengucapkan hamdalah

__ADS_1


"hehehe... tidak apa-apa pi" jawab Ardhit salah tingkah


__ADS_2