Suamiku Pelit Bin Medit

Suamiku Pelit Bin Medit
Bab 114


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan jauh kini dua mobil yang membawa sepasang pengantin baru dan keluarga sari kini tiba didepan rumah mewah Nadia, Nadia yang sedari tadi menunggu saat mendengar suara deru mobil langsung keluar menyambut tamunya begitu pun dengan Arman


"Assalamualaikum Bunda Papi " ucap Ardhit ketika berada didepan kedua orang tuanya


"waalaikumsalam nak, Alhamdulillah kalian sampai dengan selamat " ucap Nadia


Ardhit mencium punggung tangan kedua orang tuanya di ikuti Fara dan yang lainnya kecuali sari dan Ahmad yang hanya berjabatan tangan saja


"mari masuk" ucap Nadia mempersilahkan keluarga sari dan menantunya masuk kedalam rumah


"iya Bu Nadia terima kasih "ucap sari canggung,ini pertama kalinya sari dan keluarganya masuk kedalam rumah mewah seperti ini dulu mereka memang pernah tinggal dikota namun mereka hanya mengontrak sebuah rumah kecil saja


"Ayo silahkan duduk " ucap Arman mempersilahkan mereka duduk ketika mereka sudah berada dalam rumah


sari dan keluarganya ragu-ragu duduk di kursi empuk itu


"silahkan duduk Bibuk, Babah tidak apa-apa " ucap Ardhit saat melihat sari merasa ragu untuk duduk


tak berselang lama Nadia keluar membawa nampan berisi kue dan dibantu oleh Art nya membawa nampan berisi teh


Nadia meletakkan nampan yang dibawanya diatas meja, begitu pun bik Narti meletakkan teh yang dibawanya satu persatu dihadapan tamunya


"terimakasih bik" ucap Nadia kepada bik Narti yang telah selesai menata teh diatas meja


"Ayo silahkan dicicipi" ucap Nadia ramah


"ayo Bibuk silahkan, Babah,mas Farhan, mbak Dian silahkan dicicipi kue buatan bunda enak loh" ucap Ardhit promosi dan membuat Nadia malu


"ih kamu tuh ya" ucap nadia menepuk pundak putranya yang duduk disampingnya


"kan benar Bun,kue buatan bunda mah top Marko top "ucap Ardhit mengangkat dua jempolnya dan terkekeh pelan


setelah beberapa saat bercengkrama Nadia mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam kamar tamu yang sudah disediakan


sari dan keluarganya lagi-lagi tertegun melihat kamar yang mereka tempati juga kasur empuk dan luas


kini mereka beristirahat dan tidur siang karena tubuh mereka merasa lelah setelah malakukan perjalanan jauh dan juga tempat tidurnya yang nyaman membuat mereka terlelap


setelah tiga hari sari dan keluarganya nginap di rumah Nadia dan Ardhit dan Fara mengajak mereka jalan-jalan dimall dan tempat wisata mereka merasa bahagia bisa diajak jalan-jalan seperti itu


kini mereka berpamitan untuk pulang karena sudah hampir seminggu mereka dikota dan meninggalkan pekerjaan mereka


Nadia membekali mereka banyak makanan, Awalnya Ardhit ingin menyewa sopir untuk mengantarkan mereka pulang namun Arman memberikan ide kepada Ardhit untuk memberikan satu buah mobil yang cocok untuk mengangkut keluarga besar, Awalnya Ferdinand dan yang lain menolak tapi Ardhit memberikan alasan bahwa mobil itu untuk mereka pakai nantinya jika mereka berkunjung kesana, Ardhit juga mengatakan pada Ferdinand mobil yang diberikannya itu bisa digunakan untuk disewakan namun dengan syarat harus dijaga dan dirawat dengan baik.


"terimakasih banyak ya mas Ardhit, insya Allah saya akan menjaga ini dengan baik" ucap Ferdinand


"iya fer,mas percaya padamu "jawab Ardhit


"makasih banyak ya Dhit,mas titip adik mas" ucap Farhan dan memeluk Ardhit


"iya mas, sama-sama,mas baik-baik ya" ucap Ardhit pada Farhan

__ADS_1


"kami pulang dulu ya bro,kami tunggu kedatangan kalian dikampung " ucap Firman memeluk tubuh Ardhit


"insya Allah,kami akan segera kembali ke kampung dan mengadakan pesta disana,doakan kami selalu sehat " ucap Ardhit membalas pelukan Firman


"Aamiin " jawab semua


"Titip Fara ya Mbak ,mas, nak Ardhit! sekarang hanya kalian yang dia punya dikota ini!"ucap Pak Ahmad


"insya Allah mas Ahmad kami Akan menjaganya dengan baik" ucap Arman


"Fara kamu baik-baik ya nak, jadilah istri dan menantu yang baik, perlakukan mertuamu seperti orang tuamu sendiri.Babah pulang dulu ya " ucap Pak Ahmad memeluk anak angkat kesayangannya itu


" iya Bah,Babah sama Bibuk jaga kesehatan ya,jangan terlalu Lelah bila bekerja di ladang nanti Babah sakit" ucap Fara menangis dalam pelukan Ayah angkatnya


"kamu juga nak jaga kesehatan, cepat beri Babah dan Bibuk cucu" ucap Ahmad mencoba untuk membuat Fara tersenyum


"ihs.... Babah, Apaan sih" ucap Fara malu-malu


kini fara memeluk ibu angkatnya


"Bibuk jangan suka telat makan ya nanti penyakit lambungnya kambuh " ucap Fara


"iya Nak" ucap sari dengan deraian air mata


"kami pamit ya, assalamualaikum " ucap sari dan Ahmad


"waalaikumsalam, hati-hati dijalan " ucap Arman dan Nadia


"iya kak, hati-hati dijalan.kak ferdi jangan ngebut- ngebut ya bawa mobilnya " ucap Fara


"iya Far, insya Allah,kamu baik-baik ya disini.cepat beri kabar baik dan kami tunggu kalian dikampung " ucap Dina istri Farhan


"iya kak insya Allah " jawab Fara


"kami pamit, Assalamualaikum "


ucap semua lalu melambaikan tangannya


Fara dan yang lainnya membalas salam dan lambaian tangan mereka


setelah keluarga sari tidak terlihat lagi mereka semua kembali masuk kedalam rumah


Hari berganti hari kini mereka semua disibukkan dengan persiapan pernikahan si kembar


benar yang dikatakan shila dan shela yang paling sibuk mengurus semua adalah Ardhit dan Fara


kini hati pernikahan Shila dan Fariz yang akan dilaksanakan dikediaman Nadia dan Arman sedangkan pernikahan Shela dan Rifqi akan dilaksanakan tiga hari Setelahnya dan dilaksanakan di musholla milik keluarga Nadia tepat disamping kediaman mereka


Mereka semua sudah cantik dengan balutan busana muslim seragam bagi perempuan dan seragam batik dengan warna senada dengan busana yang digunakan perempuannya


shila juga sudah selesai di rias oleh MUA

__ADS_1


shila memakai baju pengantin hijab berwarna putih gading berhiaskan manik-manik yang menambah kesan mewah pada gaunnya


shila sangat gugup dan tak berhenti berzikir untuk menenangkan debaran jantungnya


kini keluarga besar Fariz telah tiba


Fariz memakai jas putih senada dengan warna gaun pengantin shila dan memakai peci menambah ketampanannya berkali-kali lipat


Fariz tak jauh berbeda dengan Shila yang gugup Fariz pun seperti itu jantungnya berdetak begitu kencang


kini Fariz duduk dihadapan pak penghulu dan Wahyu serta Arman disamping Arman Ada Ardhit dan Arka serta Pak Rt dan pak Rw sebagai saksi


didekat Fariz Ada Rifqi Rafa dan Ubaidillah serta Abi Mansyur


"Bagaimana nak Fariz apakah sudah siap ?" tanya pak penghulu


"insya Allah saya siap pak" jawab Fariz mantap


"bagaimana pak Wahyu, sudah siap ?" ucap pak penghulu pada Wahyu


"sudah pak" jawab wahyu


"Baiklah kalau semua sudah siap"


ucap pak penghulu


Nak Fariz sebelum kita memulai ijab Kabul sebaikny ucapkanlah terlebih dahulu dua kalimat syahadat" ucap pak penghulu kepada Fariz


Fariz pun melakukan apa yang dikatakan oleh pak penghulu


"pak Wahyu jabat tangan calon menantu bapak dan nikahkanlah"ucap pak penghulu pada Wahyu, Wahyu hanya mengangguk dan menjabat tangan Fariz


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Al-Fariz Annafi Bin Mansyur Annafi dengan putri saya Arshila Pramana Binti Wahyudi Putra Pramana dengan mas kawin Uang sebesar Dua ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah dan emas berpermata berlian seberat dua puluh tujuh gram dibayar Tunai "


ucap Wahyu lalu menyentak tangan Fariz


"Saya terima nikah dan kawinnya Arshila Pramana Binti Wahyudi Putra Pramana dengan mas kawin Uang sebesar Dua ratus tujuh puluh tujuh juta rupiah dan emas berpermata berlian seberat dua puluh tujuh gram dibayar Tunai " ucap Fariz dalam satu kali tarikan nafas


"bagaimana para saksi ?" tanya pak penghulu


"sah"


"sah"


"sah"


ucap mereka semua serentak


"Alhamdulillahirabbil alaamiin"


"panggil pengantin wanitanya keluar" ucap pak penghulu

__ADS_1


Nadia dan Wulan beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati kamar shila


"Nak ayo turun " ucap Nadia saat masuk kedalam kamar putrinya


__ADS_2