
Saat hampir sampai rumahnya
Nadia menghentikan motornya dan menyeka air matanya ia tidak ingin orang2 tau kesedihannya
walaupun matanya terlihat sembab Nadia menutup wajahnya dengan memakai masker yg selalu dipakainya saat berkendara
sesampainya didepan rumah diteras terlihat Mita sedang menyapu lantai teras mungkin kue2 pesanan sudah selesai dibuatnya
"Assalamualaikum,Mit tolong ya itu pesanannya tante rani dan Tante lila tolong diantar ya
mbak tiba-tiba ngak enak badan " ucap Nadia sambil melangkah masuk kedalam rumah diikuti mita
"mbak sakit apa? kita kedokter ya!" ucap mita sangat mengkhawatirkan Nadia karena baru kali ini Nadia seperti ini
" mbak nggak apa-apa mit,mbak mungkin hanya kelelahan " ucapa Nadia dan tersenyum dibalik maskernya tp mita pasti tau kalau Nadia sedang tersenyum dengan melihat matanya yang menyipit
" saya lelah mit,lelah jiwa dan raga " ucap nadia dalam hati
"ya sudah mbak istirahat aja dulu biar nanti makan siang anak-anak saya yg buatkan"ucap mita
Nadia merasa bersyukur karena dia masih dikelilingi orang-orang yang peduli dan sayang padanya
"Makasih banyak ya mit"ucap Nadia
"iya mbak sama-sama,mbak istirahat aja ya"jawab mita dan diangguki Nadia lalu berjalan kedalam kamarnya
sesampainya didalam kamar Nadia mengunci pintu kamarnya lalu duduk diatas ranjang dan bersandar di kepala ranjang Nadia memeluk lutut nya dan menyembunyikan wajahnya Nadia kembali menangis tersedu-sedu
"ya Allah apa yang harus kulakukan"Nadia terus menangis yang mendengar tangisannya pasti akan ikut merasakan kesedihan yang mendalam
"ya Allah kuatkan hamba, astagfirullah" ucap Nadia menangis tersedu-sedu
karena lelah menangis akhirnya Nadia tertidur
Sore menjelang Nadia baru terbangun dari tidurnya
Nadia teringat anak2nya
Nadia duduk ditepi ranjang dan saat akan bangkit dari duduknya tiba-tiba kepala Nadia terasa sakit
"Astagfirullah, kepalaku sakit sekali mungkin karena menangis lama dan juga belum makan siang " ucap Nadia masih memegang kepalanya
"Saya harus kuat demi anak-anakku,saya tak ingin mereka melihatku lemah dan mengasihaniku terutama bang wahyu
dia tidak boleh tau aku rapuh dan terpuruk
saya harus bangkit,ya saya harus bangkit jangan sampai anak-anakku melihat ini semua dan membuat mereka ikut sedih dan merasa tidak nyaman
saya harus mencari banyak bukti perselingkuhan mereka
saya akan membuat kamu menyesal bang karena sudah membuatku seperti ini
__ADS_1
saya bisa tanpamu bang,saya pasti bisa
semangat Nadia
saya akan buktikan padamu bang bahwa saya bisa menafkahi anak2ku tanpa bantuanmu
mulai sekarang kita akan mengurus diri kita masing-masing" Ucap Nadia bermonolog dan menyemangati dirinya sendiri
setelah merasa lebih baik Nadia masuk kekamar mandi
Nadia merasa labih baik dan segar kembali
Nadia pun bergegas menggelar sajadahnya dan melaksanakan kewajibannya sebagai umat Muslim yg tadi sempat terdunda
"ya Allah kuatkan hamba dan beri hamba ketabahan serta jalan keluar yang terbaik untuk kami" doa nadia dalam sholatnya
Kini Nadia telah berada dalam dapurnya memasak untuk makan malam anak2nya
saat sedang asyik dengan kegiatan memasaknya tiba-tiba Shila datang danemeluknya dari belakang
" Bunda sudah sehat? " tanya Shila khawatir
"Iya sayang bunda tidak apa-apa,bunda cuma kelelahan kamu tidak usah khawatir ya sayang" jawab Nadia mematikan kompornya lalu berbalik melihat wajah putrinya yang sudah basah dengan air mata
Nadia mengecup Pucuk kepala putrinya dan tersenyum
" Bunda jangan terlalu lelah ya takut nanti bunda sakit lagi , Shila dan adik2 takut kalau Bunda sakit lagi siapa yang akan perhatikan
Nadia takut anak-anaknya tau kelakuan ayahnya yang sudah mengkhianatinya
"karena apa sayang" tanya Nadia penasaran
"Karena ayah sibuk sekali bunda dan ayah juga jarang berada dirumah bagaimana kami akan mengandalkannya,ayah tidak lagi seperti dulu ya bunda?! dulu ayah sering bermain bersama kami kalu libur bekerja tapi sekarang ayah sangat sibuk ayah tdk punya waktu lagi buat kami" jawab shila cepat dengan mata berkaca-kaca
Nadia mengelus lembut kepala putrinya
Nadia merasa lega karena tidak seperti apa yang ditakutinya
"lihat bang anakmu saja sudah merasa kamu tidak bisa lagi menjadikan kamu panutannya ' ucap Nadia dalam hati
" Ayah bekerja kan untuk kakak juga,jadi kakak jangan sedih ya sayang! kalau kakak sedih dan lihat adik-adiknya pasti mereka juga ikut sedih
lagian juga bunda kan selalu ada untuk kalian
jadi sekarang kakak doakan ayah disetiap selesai sholat supaya ayah selalu diberi kesehatan dan punya banyak waktu untuk menemani kalian main seperti dulu" ucap Nadia memberi pengertian biar bagaimanapun Wahyu tetap ayah dari anak-anaknya yg harus mereka hormati dan sayangi walaupun dia telah menyakiti mereka secara tidak langsung dengan membuang waktu bersama keluarganya dan mengkhianatinya
"iya bunda" jawab Shila
" yuk bantu Bunda siapkan makan malam" kata nadia bersemangat
" siap bunda, memangnya bunda masak apa?" tanya Shila
__ADS_1
"bunda masak ayam krispi kesukaan adik dan ayam Geprek kesukaan kakak"jawab Nadia mencolek hidung mancung Shila
"yei..... asyik"kata Shila senang
Nadia hanya tersenyum melihat tingkah anaknya
"ya Allah selalu berikan kebahagiaan kepada anak-anakku" ucap Nadia dalam hati
acara memasak mereka penuh dengan canda tawa
semua sudah selesai dimasak dan disajikan dimeja makan
" kakak , bunda minta tolong kasi ini ke aunty mita juga aunty sasa mumpung mereka belum pulangl bunda mau kekamar mandi dulu bunda kebelet"ucap Nadia sambil menyerahkan dua bols kecil yang berisi ayam Geprek untuk diberikan kepada kedua karyawannya yang memang khusus menemani Nadia membuat kue2 pesanan pelanggannya disekitar tempat tinggalnya
"okey bunda" jawab Shila mengambil boks itu ditangan Nadia lalu berlari kecil kearah rumah produksi kue2 nadia
" aunty mita......aunty sasa ......,ini ada titipan dari bunda
bunda lagi dikamar mandi lagi kebelet " ucap Shila saat sampai diteras dan melihat mita dan sasa keluar dari rumah produksi kue2 mereka
Shila berlari kearah mereka dan menyerahkan boks yg dibawanya
"iiiiiih.....kok teriak teriak sih cantik, nanti cantiknya hilang loh ikut sama suaranya yang menggelegar dan diterbangkan angin yang lalu" ucap mita penuh Dramatis
Shila dan sasa tertawa mendengar perkataan Mita
Akhirnya mereka bertiga tertawa bersama
" makasih ya sayangnya aunty, bilangin bunda juga maksuh banyak kalau bisa sering-sering aja" ucap mita masih dengan bercanda
mereka bertiga kembali tertawa
" iya Aunty sama2,tp kalau keseringan sih itu enaknya di aunty rekornya dibunda" ucap aShila menimpali perkataan mita juga dengan candaan dan mereka terus saja tertawa
"sudah ah mbak mita pipiku sudah sakit sedari tadi ketawa terus " ucap sasa masih dengan kekehannya
" iya iya, sana masuk sayang,mandi dulu ini sudah sore kan mau berangkat ngaji,bilang bunda ya aunty pamit pulang" ucap Mita diangguki oleh sasa
"Assalamualaikum " ucap mita dan sasa
berbarengan dan berjalan menuju motornya
" iya Aunty,hati2 ya ! Wa'alaikumsalam" jawab Shila lalu berlalu masuk kerumah
"aunty mita sm sasa udah pulang kak?" tanya Nadia pada Shila saat keluar dari dalam kamarnya
" iya bunda, mereka bilang terima kasih banyak
trus kata aunty mita kalau bisa sering-sering aja" ucap Shila cengengesan
Nadia hanya tersenyum dan menggeleng mendengar pesan salah satu karyawannya yang ajaib
__ADS_1
"