
Akhirnya Dirga sudah menjatuhkan talak pada Anisa, dan saatnya sekarang pulang untuk menyelesaikan masalah dengan Elsa, karena ia ingin tahu sampai dimana sikap istri sirih nya itu, setelah mengetahui kebusukannya.
Di kediaman rumah Dirga yang di tempati oleh Elsa.
"Jawab! Ini anak siapa?" Dirga bertanya dengan nada emosi, dan berharap jika Elsa mau mengakui kecurangannya.
"Kamu ini apa-apaan sih Mas, tentu ini anak kamu." Jawab Elsa dengan keadaan bingung, dengan sebuah pertanyaan Dirga.
"Bohong! Sekarang jawab ini anak siapa?" sergah Dirga yang mengulang pertanyaan yang masih sama.
"Kamu itu datang-datang marah tidak jelas, lalu bilang untuk aku jujur ini anak siapa? Kamu waras kan, Mas." Rupanya Elsa belum menyadari jika suaminya sekarang tengah dirundung kekecewaan dan rasa muak, pada semua ini.
Akhirnya tanpa basa-basi, Dirga pun dengan pikiran bulat langsung mengajak Elsa. "Jangan bertanya, sekarang ikut aku!" ajak Dirga yang menyeret paksa Elsa.
"Mau ke mana sih, kamu kok jadi kasar, Mas?" Elsa berujar dengan nada kesal, pasalnya sang suami datang bukannya, tanya kehamilannya baik-baik saja, justru lelaki itu menarik lengannya.
"Ikut saja dan jangan berkata apapun." Jawab Dirga dan ia pun segera membawa Elsa masuk ke dalam mobil, dan mesin pun dinyalakan.
Sekitar 30 menit, Dirga dan Elsa sampai di rumah sakit.
Elsa yang yang merasa heran dan dalam hatinya tengah menyimpan kebingungan, karena tiba-tiba saja suaminya membawanya ke rumah sakit. Tidak tahu apa yang ingin dilakukan oleh Dirga, tapi Elsa juga tidak boleh membantah.
"Dokter kandungan?" tanya Elsa dalam hati dengan wajah bingung.
"Masuk, agar tahu kesehatan anak kita." Suara Dirga terlihat begitu dingin, tidak ada senyum atau sekedar menjelaskan alasannya. Kenapa ia membawa Elsa.
"Mas, aku kan kemarin sudah periksa. Kenapa kamu nyuruh aku periksa lagi," ucap Elsa yang menolak untuk diperiksa, terlihat wajah pucatnya karena dipaksa untuk masuk.
"Aku hanya ingin tahu, jenis kelamin anak kita. Apa itu salah? Lagian kamu tidak bilang anak kita berjenis kelamin apa," kata Dirga yang tak mau jika sampai Elsa menolak karena hal itu akan membuat rencananya gagal.
Dokter sudah menunggu, tapi keduanya masih berdebat. Hingga salah seorang suster terpaksa memanggilnya ulang. "Ibu Elsa, apa kita bisa melakukan pemeriksaannya sekarang?" panggil suster tersebut.
__ADS_1
Dirga dan Elsa langsung menoleh dan mengangguk. "Baik Sus, kita akan masuk." Jawab Dirga.
Dengan sebuah paksaan. Akhirnya Elsa dan Dirga masuk juga dan di dalam sudah ada dokter OBGYN, yang sudah menunggunya.
Tidak berapa lama kemudian, Elsa sudah berbaring dan siap untuk diperiksa.
Terlihat di layar monitor saat alat untuk USG itu berada di perut Elsa, terlihat sebuah bayi mungil dan cantik. Terpampang jelas dan begitu sangat aktif di kandungan sang Ibu.
"Bu, bayinya sehat ya. Kelamin berjenis perempuan dan saat ini sudah jalan 26 minggu."
Jedarrrr.
Dirga yang mendengar akan hal itu rasanya ingin sekali menghajar Elsa, wanita yang sudah berbohong padanya. Namun, Dirga tidaklah sebrengsek itu, ia tahu ada tempatnya untuk menyelesaikan masalah.
"Ok, semua bagus dan tinggal minum vitamin saja Bu!" ucap dokter tersebut. Sedangkan Elsa sekarang tengah berada di posisi terjepit, karena pada akhirnya semua akan terbongkar.
Sepulang dari rumah sakit, dan keduanya masih berada dijalan.
"Katakan anak siapa yang kamu kandung? Ingat kita, menikah baru berjalan tiga bulan, tapi kehamilan sudah 26 minggu, yang artinya 6 bulan dari sekarang." Dirga tidak lagi bisa sabar dan bertanya di rumah, dan memilih segera menyelesaikan.
"Tidak, El!" bantah Dirga dengan cepat karena ia yakin jika anak yang dikandung Elsa bukan darah dagingnya. Saat melakukan hubungan suami istri pun Elsa sudah dibobol dulu. Bukan, bukan itu yang ingin dipertanyakan. Selama 3 bulan ini, berarti Elsa sudah hamil dan tentunya bukan dengan Dirga.
"Jawab jujur atau aku yang mencari sendiri siapa Bapak dari anak yang kamu kandung!" cercah Dirga yang sudah tidak bisa menahan amarah yang membuncah.
"Mas, pelan kan dulu mobilnya!" pinta Elsa karena Dirga membawa mobil dengan sangat kencang.
"Aku tidak peduli meski mati saat ini pun! Karena kalian semua sudah menghancurkan hidupku. Apa kamu puas," ucap Dirga dengan tatapan penuh kemarahan.
"Aku tidak mau mati konyol Mas, sekarang pelan kan mobilnya." Elsa yang sudah ketakutan dan mencari pegangan. Tidak lupa dengan mata terpejam, karena tidak sanggup untuk melihatnya.
"Maka katakan, anak siapa yang kamu kandung. Lantas jika iya, berarti kamu memang perempuan ja*ang!" seru Dirga yang terus memaksa agar Elsa dapat mengakui perbuatannya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu Mas, aku mengandung anak siapa dan tidak tahu Bapaknya yang mana."
Ciiiiiiiiiii.
Brakh.
Semua orang berkerumun melihat sebuah mobil menabrak pohon yang ada di sisi kiri. Mungkin saking kerasnya hingga body depan rusak parah, dan kedua orang yang masih berada di dalam buru-buru di keluarkan. Agar mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Sedangkan di panti. Saat Anisa tengah berkutat di depan laptop, dan ingin memulai menata masa depannya. Tiba-tiba saja terdengar sebuah dering ponsel terus saja bunyi.
Anisa melirik untuk siapa yang sedang menghubunginya dan ternyata itu ada nomor Dirga, mantan suaminya. "Mas Dirga, mau apa dia?" batin Anisa dengan kerutan di dahi.
Anisa pun memilih mengangkat, siapa tahu ada hal yang ingi dibahas oleh Dirga. π"Halo, Assalamualaikum." Setelah mengangkat Anisa pun tidak lupa memberi salam terlebih dulu.
π"Waalaikumsalam, apa benar ini Bu Anisa, istri dari pemilik ponsel tersebut. Atas nama Dirga Prayoga?" tanya seseorang ujung telepon, dan hal itu membuat Anisa berpikir jika ada yang tidak beres dengan mantan suaminya.
π"Memangnya ada apa ya Pak, dan ini darimana kalau boleh tahu!" kata Anisa yang mencoba bertanya siapa pemilik dari suara tersebut.
π"Saya dari pihak rumah sakit Melati Husada, suami Ibu kecelakan bersama seorang perempuan dan sekarang masih di rawat, untuk Ibu bisa segera datang ke tempat alamat yang sudah saya beri."
Deg.
Nyeri, rasanya nyeri. Meski Anisa sudah dijatuhi talak oleh Dirga, tidak dipungkiri sosok yang pernah merajai hatinya tengah berada di rumah sakit, dan Anisa yakin jika wanita yang bersama Dirga adalah Elsa.
π"Halo, halo, Bu." Suara panggilan masih terhubung dan seketika Anisa sadar akan panggilan tersebut.
π"Baik Pak, saya akan segera ke sana dan terimakasih untuk infonya."
π"Sama-sama."
Setelah menerima telepon Anisa pun meminta izin untuk pergi ke rumah sakit. Guna melihat mantan suaminya yang sedang terluka parah.
__ADS_1
Saat hendak keluar dari kamar, dan ingin pergi. Namun, Bu Ning melihatnya dan bertanya kenapa Anisa buru-buru dan terlihat sangat rapi.
"Mau ke mana Anisa?" tanya bu Ning dalam hati.