Surga Kedua Suamiku

Surga Kedua Suamiku
53. Sambutan romantis dari Samuel.


__ADS_3

Samuel pun dibuat bertanya-tanya perihal isi kotak yang diberikan oleh Anisa, perlahan menggoyang-goyangkan agar Samuel bisa menebak isi di dalamnya.


Setelah yakin untuk membukanya. Dengan perlahan tangan kekar Samuel pun membuka bungkus kota tersebut. Tidak mau lama-lama hingga akhirnya terbukalah bungkusnya.


Dengan dekup jantung yang berdetak Samuel pun mencoba membukanya dengan perlahan.


"Huh, ini kan ...." Setelah berpikir benda apa yang ada di dalam kotak dan saat itulah ia baru tahu. Bahwa ada dua garis merah yang terdapat pada benda kecil dengan ukuran panjangnya sejari.


Yeah.


Samuel langsung bersorak gembira layaknya sedang memenangkan sebuah pertandingan, karena sekarang ia tahu apa arti dalam garis tersebut.


"Akhirnya aku akan dipanggil ayah juga," lirih Samuel dengan senyuman yang terus diterbitkan.

__ADS_1


Pagi ini. Pagi ini adalah hari yang begitu bahagia untuknya dan keinginan pulang lalu dengan segera memeluk sang istri.


Samuel yang sudah berada di kantor, tapi hati dan pikirannya masih berada di rumah. Lalu, untuk saat ini bayangannya akan segera pulang.


Yah, setelah di pikir-pikir akhirnya Samuel memutuskan untuk pulang. Dengan sesekali tertawa, hingga membuat semua karyawan yang melihat saling berbisik.


Sikap Samuel yang tidak biasanya, membuat semua orang bertanya-tanya. Pasalnya dari lantai atas hingga saat ini berada di Lobby. Senyuman itu belum juga pudar dan terus di terbitkan oleh nya.


Samuel sadar dengan tatapan aneh yang ditujukan untuknya. Namun, kali ini ia akan membiarkannya karena hatinya terlalu bahagia hingga pikirannya terus berada di rumah.


Sekitar 45 menit, Samuel pun sampai di depan rumah dan segera memarkirkan mobilnya dengan asal.


Dengan cara berlari agar segera sampai di dalam meski harus berulang tersandung, nampaknya Samuel tidak peduli dengan hal itu, karena baginya bertemu dan memeluk sang istri. Tidak lupa kata manis ia berikan, lalu mengelus perutnya meski masih rata hal itu cukup membahagiakannya hatinya.

__ADS_1


Setelah itu.


"Sayang!" Anisa yang mendengar suara suaminya. Buru-buru menoleh untuk memastikan jika benar suara itu adalah milik Samuel.


Benar dan tidak salah lagi jika itu suara dari suaminya dan Anisa pun sedikit merasa aneh, karena tiba-tiba saja suaminya pulang dengan keadaan begitu sangat bahagia. "Sayang, apa ada yang ketinggalan sampai kamu harus pulang?" Samuel yang mendengar pertanyaan tersebut, langsung menggelengkan kepalanya.


Perlahan Samuel meraih kedua tangan Anisa, lalu berulang kali mengecupnya dan tidak lupa. Beribu kata terima kasih terus saja terlontar di bibir Samuel.


"Terima kasih sayang, dengan kado yang kamu berikan." Anisa pun menanggapinya dengan seulas senyuman. Pertanyaan yang ia ucapkan tadi belum dijawab oleh Samuel hingga Anisa pun terpaksa mengulang ucapannya lagi.


"Sayang, aku tadi bertanya kenapa kamu pulang, tapi malah kamu nya gak jawab." Anisa berujar dengan suara penuh selidik.


"Iya, ada yang ketinggalan." Akhirnya Samuel pun menimpali.

__ADS_1


"Apa memang yang sempat tertinggal, bukankah kamu bisa menyuruh orang?" kata Anisa dengan bola mata naik turun.


"Aku sengaja pulang untuk memastikan juniorku baik-baik saja," ujar Samuel dan nampak kalau Anisa terlihat bingung dengan kosa kata yang diberikan oleh Samuel.


__ADS_2