Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Dewi Prastisia


__ADS_3

Pagi itu, disebuah toko buku, Dewi seorang gadis muda dengan wajah bulat, mata bundar, serta rambut hitam lurus namun bergelombang di bagian bawahnya nampak termenung sambil sesekali menyesap teh menunggu para karyawannya datang. Sudah setahun Dewi mendirikan toko buku tersebut setelah baru sesemester masuk kuliah dan harus berhenti karena kendala biaya dan mengubur impiannya menjadi seorang pengacara.


Dewi bangkit dari kursinya, mengikat rambut panjangnya dan kemudian mulai menata buku buku ke rak buku. Nina dan Dina baru saja datang. Melihat Dewi yang sudah datang lebih awal mereka hanya tersenyum dan saling pandang.


"Kenapa nggak nunggu kita sih bu bos? Kan enak kalo kerja bareng!" tegur Nina sambil membantu Dewi menata buku.


"Lagian kalian sih lama banget nonglonya. Oh iya jangan panggil bu dong kan kedengarannya kaya aku udah tua!" balas Dewi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Emang udah tua kan?" sahut Dina yang sudah ikut membantu menata buku.


Mereka hanya tertawa dan tetap melanjutkan menata buku dan mulai menyapu lantai toko kecil itu.


Pukul 08.30 toko sudah dibuka dengan keadaan rapi dan bersih. Berhubung toko mereka kecil, mereka hanya memiliki 3 karyawan yaitu Nina, Dina, dan Lita yang dibawahi oleh Dewi selaku pemilik toko yang kadang kadang harus ikut melayani pembeli jika toko sedang ramai. Hari ini Lita harus absen untuk pulang kampung karena ayahnya sedang sakit keras.

__ADS_1


15 menit berlalu tidak ada tanda tanda datangnya pelanggan, mereka bertiga hanya sibuk membicarakan husbu mereka, benar mereka bertiga adalah wibu. Dering telpon mengganggu pembicaraan ketiganya. Cepat Dewi mengambil ponsel di atas mejanya, setelah mendengar hal mengejutkan dari orang di seberang sana. Dewi langsung pergi keluar toko dengan wajah panik dan hanya mengucapkan, "Nina aku titip toko".


Dewi berlari meninggalkan tokonya menuju rumah sakit Amanah yang tak jauh dari tokonya. Nafasnya tersengal sengal ketika berlari di koridor rumah sakit. Tampak seorang dokter keluar dari sebuah kamar pasien diujung koridor tersebut.


"Bagaimana kondisi ibu saya dok?" tanya Dewi sambil berusaha mengatur nafas.


"Tenanglah tadi memang kondisi pasien sempat drop tapi kemudian sudah kembali normal kok " jawab dokter tersebut, yang biasanya dipanggil dokter Chandra.


Dokter Chandra hanya mengangguk, kemudian pergi meninggalkan Dewi sendirian. Dewi langsung masuk dan duduk disamping ibu tercintanya yang sedang terbaring koma sejak setahun terakhir.


"Ibu kumohon jangan tinggalkan Dewi sendirian, Dewi bakalan marah banget kalo sampai ibu ninggalin. Ibu nggak boleh pergi" ucap Dewi pada ibunya yang entah didengar atau tidak.


Air mata yang dari tadi ingin ditahan akhirnya keluar dari pelupuk mata Dewi. Dewi terus menangis disamping ibunya sambil memegang erat tangan ibunya.

__ADS_1


Dua tahun silam Dewi dicampakkan ayahnya, dan lebih memilih bersama janda pujaan hatinya. Dewi dan ibunya pun langsung kembali ke Indonesia di rumah kakak Ibu Dewi. Selang setahun, ibu Dewi mengalami kecelakaan mobil yang mengharuskan ibunya terbaring koma hingga saat ini.


*******


Saat akan pulang ke rumah bibinya, terlihat dua orang lelaki kekar, dan seorang pria paruh baya yang berjalan memakai tongkat mendekati Dewi. Dewi panik sekaligus tegang mendapati Mang Jali pria paruh baya tadi dan antek anteknya mendekat. Dewi sudah akan kabur tapi dicegat oleh salah satu pria bertubuh kekar tersebut.


"Wah kebetulan kita bertemu disini Dewi, paman mu itu memiliki banyak sekali hutang padaku jadi kau harus segera membayarnya" kata Mang Jali, yang kemudian melanjutkan kata katanya setelah mengambil nafas panjang, "Tapi kamu nggak usah bayar kok kalo mau jadi istri simpanan om" kata Mang Jali sambil menyeringai.


"Aku nggak mau jadi istri Mang Jali, aku bakal bayar hutang paman, tapi sekarang Dewi pamit dulu ya" sahut Dewi yang sudah kabur setelah menggigit tangan antek antek mang Jali.


Aku harus segera kabur, sebelum antek antek Mang Jali ngejar aku. batin Dewi yang sudah ngos ngosan berlari. Melihat ada sebuah mobil yang pintunya terbuka, Dewi langsung masuk tanpa permisi kedalam mobil tersebut.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2