Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 84


__ADS_3

"Uumm, aku mengerti" ujar Michael yang sengaja memberi Jawaban yang singkat atas perintah yang di tetapkan oleh suaminya itu


Sementara menunggu Erfan menyiapkan sarapan, Michael berinisiatif untuk mengambil Beberapa peralatan makan seperti piring sendok dan garpu, ia bermaksud ingin membantu sang suami agar bisa menyingkat Waktu,


"Sayang, apa yang kamu lakukan, aku kan sudah bilang kamu cukup duduk dan diam, biarkan aku yang melakukan semuanya" Kata erfan Yang memprotes apa yang di lakukan sang istri


"Sayang, lagi pula aku hanya ingin membantumu, Kau bilang ingin aku dan anak kita sehat, lalu jika kau tak mengijinkan aku untuk bergerak badan bukan kah itu akan lebih buruk, jadi biarkan aku melakukan ini saja ya" Ujar Michael dengan ekspresi wajah yang memelas sehingga membuat erfan mendesah halus melihat tingkah sang istri yang membuat nya tak tau harus berbuat apa sehingga membiarkan nya adalah satu-satunya pilihan yang terbaik agar tidak terjadi Perdebatan di pagi hari


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana Pagi hari yang begitu indah Menghiasi kota metropolitan , saat pagi hari di mana Udara yang kembali berbaur dengan banyak nya debu dan polusi yang bertebaran di mana-mana di sebabkan Berbagai macam jenis merk kendaraan yang berlalu lalang di jalanan kota, di mana semua orang kini tengah kembali Memulai kegiatan sehari-hari Untuk mencari Nafkah demi agar bisa bertahan hidup,

__ADS_1


Di mulai dari para pekerja kantor yang memiliki pangkat dan jabatan hingga para Pekerja biasa yang Berjuang tak kenal lelah demi Menafkahi keluarga,


Di antara Banyaknya Jumlah Kendaraan yang Berlalu lalang itu, salah satu di antara nya terdapat Jenis kendaraan ( mobil ) dengan merk ternama dan hanya di miliki oleh beberapa orang yang mampu membelinya,


Pemilik Kendaraan itu tak lain adalah, Jackson ( CEO di perusahaan Cabang 'Start Wings' ) saat ini Jack yang tengah fokus berkendara sambil sesekali melirik ke arah Arloji ( jam tangan ) yang menunjukkan Hari sudah pukul 06:30 pagi, jika biasanya Jack akan berangkat pagi-pagi sekali dan sebelum pukul 06:00 dia sudah berada di kantor, namun kali ini ia agak sedikit terlambat karena bangun kesiangan setelah pulang dari perayaan ( pesta ) kecil-kecilan yang di adakan oleh Erfan dan Michael malam kemarin


Tut, Tut, Tut ( Suara dering panggilan masuk dari ponsel milik Jack )


"Hallo bos, sekarang anda di mana, rapat pagi ini akan segera di mulai setengah jam lagi, pihak dari klien kita sudah tiba dan sekarang mereka tengah menunggu di ruangan anda" ujar Jenny yang merasa khawatir atas keterlambatan bos nya


"Jenny kau tak perlu khawatir, lagi pula Mereka datang untuk meminta bantuan pada kita jadi tidak perlu terburu-buru, biarkan sesekali mereka menunggu ku, toh biasanya aku yang selalu menunggu mereka, jadi aku pikir tidak ada salahnya Kita akan bergantian menunggu" Jawab Jack yang Sangat santai seolah tidak terbebani dengan suatu apapun

__ADS_1


Jenny yang hanya bisa melongo tanpa tau harus berkata apa selain mengiyakan apa yang di katakan oleh Sang CEO "Oh, begitu ya, kalau begitu baiklah bos, aku akan Mengatakan pada mereka untuk bersabar menunggu anda" Kata jenny dengan ekspresi wajah nya yang terlihat Bingung dan Penuh tanya


"Tidak perlu kau mengatakan pada mereka, biarkan saja mereka menunggu, lagi pula Kau tak perlu khawatir karna aku yakin meski Harus menunggu 2 jam pun Meraka akan melakukan nya" Ujar Jack lagi yang sambil tersenyum Jahil di balik telpon tanpa di ketahui oleh sang sekretaris ( jenny )


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2