
"Urusan mendadak, apa itu menyangkut 'Start Wings'...?" tanya Michael
"Eemm, aku rasa sih enggak Sayang, kalau itu menyangkut 'Start Wings' dia pasti akan mengabari mu lebih dulu" Kata erfan
"Efan benar Nuan, kau tak perlu khawatir karna aku yakin Jika ada masalah menyangkut kantor, kau adalah orang pertama yang akan mengetahui Kebenaran nya" Ujar Naina yang ikut mendorong Michael agar tetap berfikir Positif
"Uumm, aku harap juga begitu, kalau begitu apa kita akan berangkat ke Rumah sakit sekarang...?" ucap Michael yang bertanya pada sang suami dengan mengalihkan topik pembicaraan
"Ngapain kalian kerumah sakit, memangnya siapa yang sakit..." tanya Naina bingung
"Ka Nai, kau ini lelet sekali jadi Orang, istriku kan sedang hamil dan hari ini adalah hari pertama nya kerumah sakit untuk USG jadi aku akan menemaninya" sahut erfan yang mengingatkan Naina dengan penuh semangat
Naina pun baru menyadari kecerobohan dirinya yang melupakan Tentang kehamilan sang Adik ipar "Astagaaa, sudah setua apa diriku ini, Padahal baru beberapa saat yang lalu aku dan Nuan membicarakan tentang Calon anak kalian tapi sekarang aku sudah lupa Sungguh miris sekali hidup ku" Kata Naina yang merutuki dirinya
"Ka, aku rasa kau juga lupa bahwa kau memang pelupa sejak kecil, lalu apa hubungan nya dengan kau mengatakan bahwa hidup mu sangat miris" tanya erfan lagi
__ADS_1
"Kau Tau, Hidup ku sangat miris dan mengapa aku mengatakan seperti itu, umur ku sekarang bahkan belum 35 dan Aku juga belum punya suami apalagi anak tapi aku sudah jadi pikun seperti ini, entah bagai mana jadi nya hari tua ku nanti jika aku terus seperti ini " kata Naina yang merasa prihatin dengan keadaan dirinya sendiri
"Kalau begitu, mengapa ka Nai tidak menikah dengan Simon saja, kalian kan cukup dekat" Sahut Michael yang tiba-tiba muncul sebuah ide konyol di benak nya yang ingin menjodohkan Kaka iparnya dengan sahabatnya itu
Erfan yang tiba-tiba juga ikut merasa tercerahkan dengan pemikiran istrinya, sementara Naina hanya Terdiam dan hampir merasa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh adik iparnya itu
"Ka Nai, seperti nya istriku benar, mengapa tidak kau menikah dengan Simon saja"
"Uhukk, Uhukk" ( Suara seseorang yang tiba-tiba tersedak saat mendengar Erfan menyelesaikan kata-katanya )
"Simon" Ucap serempak ketiga nya ( Michael Erfan dan Naina )
"ada apa...?" tanya Simon yang seolah tidak terjadi apa-apa
Michael berjalan memutari tubuh Simon dan melihat nya dari atas hingga ke bawah dan tentu saja itu semua membuat Simon semakin Bingung. "Michael apa yang kau lakukan...?"
__ADS_1
"Simon ini benar-benar kau...?" tanya Michael seraya menggoyangkan Bahu Simon untuk beberapa kali
"Memang nya siapa lagi, mana ada hantu yang menyamar menjadi diriku di siang bolong begini" sahut Simon dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal dan kebingungan
"Tadi bukan nya Efan bilang, kamu sedang pergi karna ada urusan mendadak...?" tanya Naina yang Menyahut dari jarak beberapa senti meter
Simon mengembuskan nafas nya secara perlahan sebelum menjawab pertanyaan tersebut
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1