
Dengan ekspresi wajah yang Terlihat Murung dan putus, Bianca akhirnya menuruti perintah Nyonya Rongrong untuk segera tidur lebih awal, walau dalam hatinya ia masih mengharapkan kepulangan sang lelaki yang ia cintai
"Aku hanya ingin menyambut dia saat pulang tapi dia malah tidak pulang, bahkan dia tak memberi tau ku kemana ia pergi, aku ini calon istri nya, tidak seharusnya dia mengabaikan ku, lihat saja nanti, saat dia pulang besok aku akan memarahi nya" ucap Bianca yang terus menggerutu dan menahan kesal sambil berjalan ke arah kamar nya,. sedangkan nyonya Rongrong hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku Bianca
Di sisi lain...
Jam sudah menunjukkan pukul 23:30, yang artinya malam sudah semakin larut, namun sepertinya tak membuat sepasang suami istri yang baru saja menikah itu berniat ingin tidur, ( Tak mengantuk ) kedua nya masih betah berada balkon Dan duduk bersantai sambil memandangi langit yang begitu cerah dengan ribuan bintang yang berkilauan, Sungguh jauh dari kata malam pertama bagi pengantin pada umumnya, jika pasangan pengantin baru yang biasanya akan menghabiskan malam pertama dengan berada di kamar, namun lain dengan Michael dan erfan, kedua nya tengah duduk dan saling bersandar pada tubuh satu sama lain,
"Sayang, Aku sudah mengabari Ken untuk meminta nya menjaga dan memegang Kendali 'Zhou Group' sementara aku tak ada, dan seperti nya ini juga akan membutuhkan bantuan mu" ucap erfan yang membuka suara lebih dulu setelah beberapa lama saling diam
__ADS_1
"Uumm, aku mengerti" jawab Michael singkat dengan ekspresi wajah yang terlihat murung, erfan sangat mengerti apa yang di rasakan Michael saat ini, walau sebenarnya dalam hati erfan juga tak ingin terpisah dari istrinya itu, namun ia sungguh tak ada pilihan lain lagi, Jika dia tetap tinggal maka ibunya akan terus mendesaknya untuk melakukan pertunangan dengan Bianca, walau berbagi cara sudah dilakukan oleh nya untuk menolak perjodohan itu, namun Nyonya Rongrong tetaplah Nyonya Rongrong, apa pun yang menjadi keputusan nya maka tak akan ada yang bisa membantahnya
Erfan menarik tubuh sang istri dan membawa nya ke dalam pelukan nya, Michael merasakan hembusan nafas berat dari Erfan yang terasa hangat,
"Sayang, berjanjilah padaku, kau tak akan meninggalkan ku" ucap Michael tiba-tiba
Erfan terdiam sejenak, ia bisa melihat dari tatapan mata sang istri dan terdapat sebuah kekhawatiran di sana "Sayang, percayalah pada ku, aku berjanji akan segera kembali pada mu, aku melakukan ini semua demi kebaikan kita bersama, sekarang malam sudah semakin larut, sebaiknya kita pergi tidur "ujar erfan seraya membantu sang Istri untuk berdiri perlahan
"Sayang siapa yang datang bertamu tengah malam begini" tanya erfan pada sang istri, namun Michael hanya mengangkat bahu mengisyaratkan bahwa ia juga tak mengetahui siapa yang datang
__ADS_1
"Kalau begitu kau diam saja di sini, biar aku yang akan membukanya" ujar erfan lagi, yang hendak beranjak dari tempat tidur namun tiba-tiba
"Tunggu, biar aku yang membukanya" sahut Michael dengan cepat dan Tentu itu membuat erfan merasa bingung dan bertanya-tanya, "Memangnya kenapa jika aku yang membukanya" Tanya erfan
"Bagai mana jika yang datang itu Bianca atau ibu mu, atau orang suruhan ibu mu untuk mencari mu, jika kau yang membukanya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi sebaiknya kau diam saja di sini, biar kan aku yang membukanya "
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG