Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Aldrian Punya Pacar


__ADS_3

***


"Bro lu beneran gak mau ngajak gue?" Tanya Kevin pada Aldrian sambil bermain PS5 di kamar Aldrian.


"Ngapain gua bawa beban? Entar jadinya malah bukan liburan kalo ngajak lu." Jawab Aldrian sambil focus melawan Kevin di game mereka.


"Tega lu ya ninggalin gue seorang diri, atau jangan jangan niat lu bukan mau liburan tapi kencan sama bu guru imut itu ya kan?"


"Terus kalo niat gue buat kencan kenapa emangnya?" Tanya Aldrian dengan nada polos.


"Bro plis deh, masa guru lu mau lu embat juga, gak cukup emangnya itu cewek cewek yang disekolah kita? Mana kemaren ampe ada yang berantem segala lagi gara-gara elu."


Aldrian tersenyum sinis mendengar kata-kata Kevin, "Emang salah gue, kalo mereka yang ngejar ngejar gue? Ya gue sih cuma sekedar memanfaatkan yang ada, anti mubadzir."


Kevin speechless dibuatnya, dia selama ini selalu ditolak oleh perempuan sedangkan temannya ini hanya tinggal pilih hari ini mau jalan sama siapa, dunia memang tidak adil pikirnya. Dan sekarang guru privat nya pun diembatnya, tapi seenggaknya gurunya lebih tua darinya jadi siapa tahu dia sudah punya pacar dan tidak tertarik sama Aldrian untuk dijadikan pacar.


"Andai gue bisa minta satu aja cewek yang naksir sama lu, gue gak butuh banyak banyak yang penting gue punya cewek and gak jomblo aja udah seneng hati ini."


"Emang gue kagak jomblo?" Pertanyaan Aldrian itu seakan memberi tamparan Keras kepada Kevin, ya mereka memang sama-sama jomblo tapi perbedaannya adalah dia jomblo karena takdir sedangkan Aldrian jomblo karena kemauannya sendiri.


"Cukup bro, jangan bikin gue makin gak sanggup buat menghadapi kenyataan, oh ya kalo guru imut lu gimana? Emang dia masih jomblo juga apa?" Ucap Kevin yang tangannya masih tanpa henti mengklik stick game dan tatapan masih terfokus ke layar, sama halnya dengan Aldrian.


"Entah gue gak pernah nanya, tapi kemungkinan besar sih dia masih jomblo."


"Tau darimana?"

__ADS_1


"Feeling?"


"Wha-" Kevin menoleh ke arah Aldrian dan itu memberikan Aldrian kesempatan untuk melepas serangan pamungkas saat Kevin lengah, tak berselang lama tampilan di layar Kevin bertuliskan "You Lose" dan kemenangan untuk Aldrian.


"Aaahhh kenapa di game juga gue mesti kalah??? Dunia ini benar-benar tidak adil." Keluh Kevin sambil melemparkan stick game yang dipegangnya ke atas kasur Aldrian, setidaknya dia masih sadar kalau harga stick itu bisa seharga uang sakunya sebulan.


"Hahaha, bukan dunia ini yang gak adil, tapi emang udah dasar tulisan nasib lu semenjak lahir aja yang kurang mujur, sooo syukuri apa yang ada.... hidup adalah anugerah... moto gue." Ucap Aldrian sambil menyanyikan sepenggal lirik yang menjadi moto hidupnya itu meskipun dengan makna yang berbeda.


"Ya idup lu apa yang mau dikeluhin lagi??? Udah semestinya lu bersyukur pe-a." Kesal, Kevin memukul mukul bantal karena dia juga sadar kalau dia tidak mungkin memukul Aldrian.


"Orang tua." Ucap Aldrian singkat.


"Huh?" Kevin tidak mengerti apa yang dimaksud Aldrian.


"Seenggaknya lu masih punya orang tua."


"Ngomong ngomong lu denger gosip terbaru disekolah kita gak?" Kevin mencoba merubah pembicaraan mereka untuk mencairkan suasana agar tidak suram.


"Tentang?"


"Ya elu laahhh siapa lagi emangnya idola di sekolah kita?"


"Yang jelas bukan elu." Jawaban Aldrian memang selalu tepat sasaran, untungnya Kevin sudah kebal dengan kesarkastikan Aldrian dan dia justru membalasnya.


"Kalau gue jadi idola sekolah, gue gak bakalan jadi jomblo kayak elu seenggaknya "

__ADS_1


"Yaa yaa tentu tentu, udah buruan kasih tahu gue ada gosip apaan disekolah." Aldrian sebenarnya sudah bisa menebak apa yang sekarang menyebar tengtang dirinya, tapi dia sengaja pura-pura tidak tahu.


"Di sekolah beradar kalau akhirnya lu udah punya pacar dan mereka bilang kalau pacar lu itu bukan berasal dari sekolah kita dan masalahnya cewek yang lu gandeng itu pake stelan kantoran, soo para gosiper membuat kesimpulan kalau ternyata selera lu itu cewek yang lebih tua makanya cewek disekolah kita gak ada yang bisa memikat hati elu."


"BWAHAHAHAHA" Aldrian tertawa terbahak-bahak mendengar gosip yang beredar tentang dirinya, sesuai yang dia rencanakan sebenarnya tapi tetap saja lucu saat mendengarnya secara langsung.


"Et dah lu malah ketawa, jadi beneran kalau selera lu itu tante tante? Pantesan bu guru imut juga mau lu embat." Kevin menggeleng gelengkan kepalanya seakan tidak percaya bahwa ternyata selera temannya ini unik.


"Entahlah" Jawab Aldrian enteng sambil mengangkat kedua pundaknya, "Tapi sekedar mengklarifikasi kalau tante tante yang gue gandeng di sekolah itu Riana."


Lagi lagi Kevin dibuat kaget dengan pernyataan Aldrian, "Jadi perempuan yang dilihat para gosiper itu ternyata bu guru imut?"


Begitulah Kevin memanggil Riana, dia belum pernah bertemu Riana secara langsung tapi Aldrian sempat memperlihatkannya foto Riana dan memberitahunya kalau dialah yang akan menjadi guru privat Aldrian, saat itu dia langsung memberi Riana julukan Guru Imut karena wajahnya yang memang terlihat imut dengan badannya yang ramping.


"Yes, jadi dia terlihat seperti tante tante ya? Ok biar nanti aku beritahu Riana kalau ada yang menyebut dia kayak tante tante."


"Bro gue kan kagak tahu kalau cewek yang lu gandeng itu bu guru imut, bentar... kenapa juga lu gandeng dia disekolah??"


"Biar jalan dia lebih cepet, soalnya kaki dia kan pendek."


"Wah lu bener bener, dimata para gosiper lu itu gandengan mesra, jadi wajar kalo mereka gosipinnya begitu."


"Emang gue peduli?"


Aldrian memang selalu bersikap acuh tak acuh, dia tidak pernah perduli dengan gosip apapun yang menimpanya, kecuali jika hal itu sudah mulai mengganggu kedamaiannya, barulah dia akan bertindak, dengan menyingkirkan biangnya, tentu saja tanpa ada yang tahu kalau itu merupakan perbuatannya.

__ADS_1


Tapi gosip kali ini memang sengaja dia ciptakan, tujuannya memang persis seperti agar seperti apa yang beredar sekarang. Dia ingin mereka mengira bahwa dia sudah punya pacar dan seleranya adalah wanita yang lebih tua. Agar para fansnya tidak terlalu mengganggunya dengan surat surat cinta yang sudah mulai membuatnya jengah.


__ADS_2