
"Ya, ya, ya, Aku tau suami ku mencintai ku, Maka sekarang jadilah contoh yang baik bagi istri dan juga calon bayi mu dan seluruh karyawan di kantor mu, jadi sekarang lebih baik suamiku ini segera berangkat berkerja sebelum hari semakin siang dan kamu akan terjebak kemacetan yang mengakibatkan kamu akan terlambat" Kata Michael yang membuat Erfan melerai pelukan nya
Erfan tersenyum menanggapi Perkataan istrinya yang semakin membuat nya merasa gemas dan seolah ia merasa tak rela meninggalkan istri nya itu
"Sayang, apa lagi yang kau tunggu, ayo buruan Pergi" kata Michael yang lagi-lagi Mendesak erfan
"Tidak kah kau berniat untuk memberikan bekal untuk menyemangati Suami mu ini,?" tanya erfan yang membuat Michael merasa kebingungan
"Bekal,? kau ingin bekal,? tapi kan Nasi Goreng tadi sudah habis dan aku belum memasak apapun,?!" kata Michael yang membuat Erfan seketika meringis meratapi Nasibnya sendiri
( Ya Tuhan, sebenarnya istri ku ini kau ciptakan dari apa, dia seorang Presiden direktur sekaligus pemilik Perusahaan dan juga designer ternama, tapi mengapa untuk urusan percintaan seperti ini otak nya malah tidak nyambung sama sekali ) Gumam Erfan dalam hati nya yang merasa Prihatin atas Nasib nya sendiri
__ADS_1
Karna tak ingin menunda waktu lebih lama lagi yang bisa saja menyebabkan ia terjebak dalam masalah nantinya dan itu sebisa mungkin harus di hindari, Hingga akhirnya erfan memutuskan untuk tidak lagi bermain tebak-tebakan dengan istrinya yang hanya akan semakin menunda waktu nya, ia pun mengambil inisiatif untuk mengakhiri drama suami istri di pagi hari dengan Mencium sekilas bibir manis sang istri dan di lanjutkan dengan Mencium dahinya sebagai Tanda bukti kepemilikan nya terhadap seorang Michael Nuan
"Sayang, kalau gitu aku berangkat dulu ya, ingat apa yang ku katakan sebelumnya dan jangan coba-coba untuk menentang ku" katanya dengan nada bicara yang terdengar lebih serius
Michael hanya tersenyum seraya memberi anggukan sebagai jawaban atas kata-kata yang di ucapkan oleh suaminya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tuan, Anda datang,?" tanya Dokter muda yang Bernama Alan
"Bagai mana keadaan putri ku, apa sudah ada perubahan,?" tanya Seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Tuan AZhein yang menanyakan keadaan Bianca
__ADS_1
"Seperti yang anda lihat Tuan, Nona muda hanya Akan menjadi tenang ketika ia diberikan obat penenang itu, Tapi saya pikir sekarang agak lebih baik dari sebelum nya, karna nona Bianca sudah mau menerima Makanan dan memakan nya sedikit demi sedikit, tapi itu pun saya harus tetap bekerja keras untuk membujuk nya, karna dia selalu menolak setiap kali Suster yang memberikan nya" kata dokter Alan yang menjelaskan pada tuan AZhein tentang kondisi Bianca
Tuan AZhein menatap Dokter Alan dalam diam dengan seksama, entah mengapa dalam hatinya mengatakan bahwa ia menyukai karakter seorang pria muda yang berprofesi sebagai dokter Spesialis kejiwaan itu yang kini berdiri tepat di hadapan nya, Menurut pengamatan nya, dokter Alan adalah sosok pria yang baik dan penyabar, Meski dokter Alan tidak menjelaskan apapun tentang putri nya, namun tuan AZhein telah mengetahui semuanya bahkan secara detail dan tentunya tanpa di ketahui oleh sang dokter muda itu,
Diam-diam Tuan AZhein mengutus seseorang untuk memata-matai keadaan putri nya selama berada di rumah sakit jiwa dan setiap kali apa yang di lakukan oleh dokter Alan terhadap Bianca akan segera di Ketahui oleh tuan AZhein,
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG