
"Nuan bisakah kamu dan Efan tinggal di sini ( Rumah utama ),?"
Michael terdiam sejenak dan tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, ia merasa bimbang dengan permintaan dari Mertuanya
"Bu, eemmm... Untuk masalah itu aku tidak bisa memutuskan sendiri, aku akan mendiskusikan dengan Efan dulu" kata Michael yang berbicara dengan nada Rendah sebab merasa tidak enak untuk memberi jawaban pada sang mertua
"Hemm... ibu mengerti maksudmu, hanya saja ibu tidak pernah berharap Rumah yang begitu Besar ini akan terasa sunyi, setiap kali ibu hanya bisa mengeluh seolah diri tanpa ada teman yang bisa di ajak mengobrol ( bicara ) adapun para pelayan, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri dan ibu hanya bisa diam memendam semua nya dalam hati"
"Bu, ibu tidak perlu khawatir, aku akan mencoba membujuk Efan sebisa ku" kata Michael yang berusaha meyakinkan Ibu mertuanya
Dari jarak yang cukup dekat Naina melihat Ibu dan adik iparnya yang sedang mengobrol, ia pun menyusul keduanya dan ikut bergabung dalam pembicaraan
__ADS_1
"Ibu, Nuan, Apa yang kalian bicarakan, bisakah aku ikut bergabung,?" tanya Naina
"Ka Nai, kau bertanya seolah dirimu adalah Tamu ( orang asing ) di rumah ini " ucap Michael yang di iringi oleh senyuman dari Nyonya Rongrong
"Nai, ibu mencoba bicara dengan Nuan, ibu meminta nya agar ia dan adik mu bisa tinggal di rumah ini tapi dia bilang ingin mendiskusikan dengan Efan dulu" kata Nyonya Rongrong yang menjelaskan pada putri sulung nya tentang isi pembicaraan antara ia dan Michael
"Oh begitu, Nuan aku rasa ibu benar, alangkah baiknya jika kau dan Efan tinggal di rumah utama untuk menemani ibu agar ibu tidak kesepian lagi" sahut Naina seraya tersenyum
Spontan saja arah pandangan Michael, Naina dan Nyonya Rongrong tertuju pada satu arah, yaitu Pada erfan yang saat ini tengah berjalan menuju ke arah mereka bertiga
"Efan, maksud kamu apa,?" tanya Naina
__ADS_1
"Ka, Aku dan Nuan sudah menikah dan sebentar lagi kami akan punya anak itu artinya saat ini kami tengah dalam proses membentuk keluarga kecil yang bahagia, sedangkan ka Nai seorang Janda begitu juga dengan ibu, jadi menurutku alangkah baiknya jika kalian berdua bisa saling melengkapi satu sama lain, lagi pula aku dan Nuan Sudah membeli sebuah rumah dan Rencana nya Kami akan pindah ke rumah baru kami dalam beberapa waktu dekat ini" jelas erfan dengan penuh ketegasan
"Apa,? Efan ka...kalian sudah membeli Rumah, kapan itu terjadi mengapa kami tidak tahu,?" tanya Naina yang terkejut mendengar penjelasan adiknya sedangkan Nyonya Rongrong hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apapun begitu juga dengan Michael yang Tak kalah terkejut dengan apa yang di katakan oleh suaminya
"Eemm... maaf kan aku, sebenarnya Nuan pun tidak tahu dengan masalah ini, sebelumnya aku berencana Diam-diam membeli rumah dan ingin memberi kejutan pada Nuan sebagai hadiah pernikahan kami, karna aku pikir semenjak kami menikah aku belum pernah melakukan atau memberikan sesuatu yang besar padanya, Selama 1 tahun usia pernikahan kami, hanya bisa mengandalkan tinggal di apartemen Milik nya, itu sebab nya aku ingin melakukan sesuatu yang setidaknya Bisa membuat istriku bahagia karna selama ini dia adalah orang yang selalu berkorban dan paling banyak Berkorban untuk ku dan juga untuk Perusahaan "
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG