
Setelah panggilan berakhir, Simon menarik tangan Naina dan bergegas Keluar apartemen, Naina yang memang belum mengetahui yang sebenarnya , ia pun merasa bingung dengan sikap Simon yang tiba-tiba berubah Panik dan khawatir
"Simon apa yang terjadi, kenapa kau terlihat Sangat khawatir seperti itu, katakan pada ku apa yang di katakan oleh Ken di panggil tadi" tanya Naina
"Nai, Efan dan Michael kecelakaan"
"DUARRR" bak tersambar petir di siang hari, Naina seketika berhenti di tempat merasakan Jantungnya seolah berhenti berdetak ketika mendengar Berita itu, Simon yang menyadari Naina yang tak bergerak, ia pun segera menggendong Tubuh Naina agar segera masuk ke mobil
Mobil Simon telah melaju di tengah Keramaian Jalan raya yang di padati dengan berbagai macam jenis kendaraan yang berlalu lalang, bahkan saat ini ia tak lagi memikirkan keselamatan dirinya sendiri, tak perduli dengan padat jalan raya yang di lalui, yang ada di pikiran Simon saat ini hanyalah ingin segera sampai di RS Medika Chentral
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah sakit
Erfan dan Michael saat ini tengah sama-sama mengalami Sekarat, keduanya di larikan ke ruang ICU secara bersamaan,
__ADS_1
Kenzo dan Jack telah mengurus semua surat-surat administrasi dan Konfirmasi pihak keluarga untuk menjalankan operasi terhadap kedua
Beberapa saat kemudian sebelum Operasi di mulai
"Di mana keluarga pasien,?" tanya seorang dokter pria yang baru saja keluar dari ruang ICU
"Kami Dok, kami disini" jawab Ken dan Jack secara bersamaan
"Kami hanya ingin menyampaikan satu hal, Kami telah memeriksa secara teliti sebelum melakukan operasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kedepannya, karena Pasien perempuan memiliki terlalu banyak luka di tubuh nya sehingga mengakibatkan dia kehilangan banyak darah dan kami juga mengetahui bahwa beliau tengah mengandung namun sayang nya bayi yang ada dalam kandungan nya tidak bisa di selamatkan, itu sebab nya kami ingin meminta ijin dari pihak keluarga untuk menjalankan operasi sekaligus pengangkatan Janin agar pasien bisa segera di selamatkan"
Di saat yang bersamaan Simon dan Naina baru saja tiba dan mendengar semua yang di jelaskan oleh dokter, Naina yang tiba-tiba lemas dan tak mampu berkata apapun lagi sehingga Simon hanya bisa berusaha untuk menguatkan nya
"Baik Tuan, kami berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Kedua nya"
Beberapa saat kemudian operasi pun telah di mulai secara bersamaan di ruangan yang berbeda lebih tepat nya hanya bersebelahan, Baik Simon, Naina dan Jack serta Kenzo, mereka hanya bisa menunggu dan berdo'a untuk kelancaran Proses operasi dan berharap keselamatan bagi Michael dan erfan
__ADS_1
"Ken" Panggil Simon dengan suara yang Lirih namun masih bisa di dengar oleh Kenzo yang berada di samping nya
"Kenapa,?"
"Apa Nyonya Besar tau masalah ini,?
"Tidak, aku belum menghubungi nya, sebelum kesini aku sudah mengabari Arman, tapi Arman bilang Nyonya besar sedang sakit demam, aku takut jika nyonya besar tau tentang ini, beliau akan Ambruk"
"Tidak, jangan beritahu ibu ku, aku tidak mau terjadi apa apa padanya jika ia tau soal musibah ini" kata Naina yang tiba-tiba memotong pembicaraan antara Simon dan Ken
"Baiklah, setidaknya kita tunggu sampai proses operasi nya selesai, setelah itu kita Kabari saja pada Ibu mu" kata Simon
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG