
Pemilik mobil tersebut tampak kesal melihat seorang gadis yang tiba tiba masuk tanpa permisi kedalam mobilnya.
"Hei nona kenapa kau masuk mobil orang sembarangan? Kau pencuri ya?" tanya seorang laki laki tampan, yang tak lain adalah Pandu Adi Lesmana pemilik mobil tersebut.
Dewi terkejut ada suara laki laki di sampingnya dan kemudian menoleh, " Maafkan saya Tuan saya tidak tau ini mobil tuan, saya sedang dalam kondisi mendesak bisa tolong antar saya ke Jln.Melati?" pinta Dewi.
"Apakah anda sudah gila nona? Tiba tiba masuk mobil orang sembarangan dan sekarang minta diantar? Saya bukan supir anda nona! Lebih baik sekarang anda keluar!" bentak Pandu.
Hah ini terlalu lama. Batin Dewi.
Melihat antek antek Mang Jali sudah dekat dengan mobil tersebut, Dewi langsung menyalakan mobil dan mengemudikan mobil tersebut dengan sanagt cepat. Pandu yang masih ada disampingnya bertambah kesal.
__ADS_1
"Heh nona, kalau kau ingin mencuri kenapa kau membawa pemiliknya dasar bodoh!" kata Pandu.
Dewi hanya diam mendengar cacian dan sumpah serapah yang dari tadi terus terucap dari mulut Pandu. Setibanya di sebuah gang kecil Dewi langsung keluar dari mobil tersebut karena tidak mungkin mobil itu bisa masuk ke gang tersebut dan tak lupa Dewi mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih tuan sudah memberikan tumpangan," ucap Dewi dengan senyuman sejuta watt nya yang bahkan mengalahkan cerahnya matahari siang ini.
******
Pandu adalah seorang milyuner di usianya yang masih terbilang cukup muda. Di umur 25 tahun dia sudah menjadi orang terkaya di Indonesia dan menjadi orang terkaya kedua di Asia Tenggara. Tubuh tegap dan wajah rupawan kadang membuatnya disangka malaikat. Tapi wajah rupawan itu sangat tak cocok dengan sifatnya yang kejam dan temperament.
Seseorang yang duduk di sofa ruangan presdir Lesmana Group membuyarkan lamunan Pandu. "Tidak biasanya seorang Pandu melamun dan senyum senyum sendiri seperti orang gila" sindirnya, yang ternyata adalah Rendy Nugraha sekertaris sekaligus tangan kanan Pandu.
__ADS_1
Bletak. Sebuah pulpen mendarat dikening Rendy. Pandu tergelak mendapati pulpen yang ia lempar tepat sasaran.Mereka pun terlibat pertengkaran kecil tapi akhirnya tertawa memenuhi ruangan presdir. Ya mereka berdua adalah sahabat sejak kecil bahkan biasanya ada orang yang menanggap mereka bukan anak buah dan atasan tapi saudara kembar.
Rendy terus mendesak Pandu untuk menceritakan hal apa yang bisa membuat seorang Pandu yang dingin seperti lemari es hingga bisa melamun dan senyum senyum sendiri seperti orang gila. Pandu menyerah dan akhirnya menceritakan hal yang terjadi padanya hari ini tanpa terlewat satu pun.
"Lalu," tanya Rendy penasaran.
"Gue marah marah ampe senyum gara gara tuh cewek, " kata Pandu dengan wajah sedikit memerah arena malu.
"Wah gila seorang Pandu yang nggak pernah mengeluarkan ekspresi ke cewek sejak 10 tahun yang lalu, tiba tiba senyum ke cewek asing, " ucap Rendy kaget.
"Nggak tau aja gue kayak udah kenal lama gitu ama tuh cewek padahal baru sekali ini ketemu," Pandu melanjutkan curhatnya.
__ADS_1
Rendy hanya manggut manggut mendengarkan curhatan Pandu karena tidak biasanya bos sekaligus temannya itu galau gara gara cewek. Pandu mengakhiri curhatannya ketika alram pengingat jam meeting berdering. Mereka berdua bergegas pergi keluar kantor untuk menemui klien di luar.