Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 145


__ADS_3

"Baik lah aku akan mengantarmu melihat mereka, Sus biarkan aku membawa nya" kaya Naina yang akhirnya menyetujui keinginan Michael dan mengambil alih dari suster untuk mendorong kursi roda nya


"Baik nona" ucap Suster itu


Di Ruang perawatan Erfan


"Sayang mengapa kamu disini, bukan nya kamu harus tetap beristirahat di kamar mu?" Tanya erfan saat melihat Sang istri datang menemuinya


"Kau ini dasar dungu, bagai mana mungkin aku bisa enak-enak kan tidur di kamarku sementara suamiku dan juga mertuaku sedang di rawat" Ujar Michael


"Tapikan kau juga sedang di rawat, lalu apa bedanya dengan keadaan suami dan juga mertuamu, kau sendiri juga butuh di jenguk" sahut erfan yang tak mau kalah namun di sertai candaan kecil yang membuat Michael tersenyum


"Sudah-sudah, kalian ini sama-sama sakit pun masih bisa berantem kaya anak kecil" tambah Naina yang sengaja membuat Warna dalam suasana (Menambah Bahan candaan)


Beberapa saat kemudian, Terlihat Ken datang ke ruangan Erfan bersama dengan dua orang Pria dari petugas kepolisian


"Ken ada apa?" tanya Erfan

__ADS_1


"Tuan, mereka hanya ingin meminta beberapa keterangan dari anda terkait kejahatan yang dilakukan oleh Tuan AZhein sebelumnya, karna anda dan nyonya Besar adalah korban utamanya maka anda juga harus ikut memberikan kesaksian" kata Ken dengan Tegas


"Baiklah"


Sesuai dengan peraturan yang berlaku, erfan pun di mintai keterangan dari pihak kepolisian mengenai kasus penculikan ibunya, dengan kesabaran penuh erfan telah menjelaskan semua yang ia ketahui Namun tak lupa Ken juga ikut serta menambahkan beberapa kesaksian nya terkait kasus itu


___________


Setelah beberapa hari kemudian


Mereka yang tak mau nama baik dan reputasi perusahaan ikut tercemar, dengan segala keyakinan yang penuh mereka pun telah menarik saham yang mereka tanam di perusahaan milik tuan AZhein satu persatu dan memutuskan hubungan kerjasama itu


Kini Perusahaan milik tuan AZhein bukan di ambang kebangkrutan lagi melainkan benar-benar telah di tutup sepenuh nya karna memang tidak ada lagi yang menjalankan nya setelah tuan AZhein mendekam di penjara, adapun Bianca putri satu-satunya yang kini masih mendapatkan perawatan di RS Jiwa xxxx


Hari ini Naina datang ke RS Jiwa xxxx tempat di mana Bianca di rawat, bukan untuk menjenguk Bianca melainkan Ingin mengucapkan rasa terima kasih nya pada Seseorang yang telah membantu nya dalam misi penyelamatan Sang ibu Beberapa hari yang lalu


"Tok tok tok" Suara pintu yang di ketuk oleh Naina

__ADS_1


Dokter Alan yang mendengar seseorang mengetuk pintu nya dari luar, ia tau kalau itu adalah Naina karna sebelumnya mereka telah membuat janji untuk bertemu, ia berkata dengan suara yang Langtang untuk mempersilahkan Naina masuk


"Dokter Alan selamat pagi" sapa Naina saat baru masuk dengan membawa beberapa bingkisan di tangan nya


"Nona Naina silahkan duduk" kata Dokter Alan yang langsung mempersilahkan Naina untuk duduk di Sofa yang tersedia di Ruangan nya


"Terima kasih" ucap Naina tulus seraya tersenyum


Dengan senang hati ia pun duduk dan meletakkan Bingkisan itu di atas meja di depan nya


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2