
"Bagai mana jika yang datang itu Bianca atau ibu mu, atau orang suruhan ibu mu untuk mencari mu, jika kau yang membukanya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, jadi sebaiknya kau diam saja di sini, biar kan aku yang membukanya "
"Doarrr" Seketika Otak erfan langsung bekerja setelah mendengar penjelasan Michael, ia pun mengangguk dengan patuh dan membiarkan Michael membuka pintu, namun meski begitu ia tetap mengawasi sang istri dari jarak aman untuk berjaga-jaga jika kemungkinan Orang yang datang itu memiliki niat jahat
Saat pintu terbuka...
seketika Suasana berubah menjadi tegang dan hening menyelimuti seisi ruangan, Michael Tertegun sejenak saat melihat siapa orang yang kini tengah berdiri tepat di hadapan nya,
"Ka, ka Nai..." Ucap Michael dengan suara yang hampir tercekat, Rasa gugup sekaligus takut saat mengetahui seorang wanita yang kini tengah berdiri di hadapan nya itu adalah Naina
Naina tersenyum saat melihat wajah Michael yang tiba-tiba berubah pucat karna takut akan kedatangan nya,. "Nuan, Kondisikan wajahmu, kaka masih sama seperti dulu, kau jangan takut" ucap Naina dengan suara yang lembut hingga akhirnya membuat Michael tersadar
"Ka, ka Nai kenapa tiba-tiba ada di sini, Bu bukankah Kaka sedang di ( Pertanyaan Michael Terhenti saat Naina lebih dulu menyela nya )
"Nuan, Kaka akan menjelaskan semuanya pada mu, tapi bisakah Kaka masuk terlebih dahulu"
__ADS_1
"Oh, i iya ka, maaf maaf aku terlalu gugup" ucap Michael yang menyadari kecerobohan nya
Naina pun masuk setelah mendapat ijin dari sang tuan rumah, sebelum Berbicara dari hati ke hati, Michael lebih dulu membuat kan tiga gelas kopi untuk Naina, Erfan dan dirinya, karna ia pikir malam sudah sangat larut, tak nyaman saat mengobrol sambil mengantuk,.
"Ka Nai, Silahkan di minum" ucap Michael sambil menyodorkan secangkir kopi untuk Naina, namun bukan nya meminum langsung, Naina Malah terdiam untuk beberapa saat, ia merasakan akan sesuatu yang janggal dari penglihatan nya...
"Ka Nai, ada apa" tanya Michael
"Nuan, bukankah kita hanya berdua, lalu untuk siapa gelas kopi yang satu lagi" tanya Naina yang memang belum mengetahui keberadaan erfan
"Ka Nai" ( Panggil erfan )
Naina Mendengar suara seseorang yang ia kenal tengah memanggil nya, ia pun menoleh kearah suara itu dan, . . . . . . Michael dapat melihat dengan jelas ekspresi wajah Naina yang tiba-tiba berubah,
'Kaget' tentu saja ia merasa kaget dan sekaligus kebingungan, Pasalnya ia tak tau tentang apa yang terjadi antara Michael dan adik laki-laki satu-satunya itu.
__ADS_1
"Efan, Efan mengapa kau di sini malam-malam begini" tanya nya yang hendak beranjak dari duduknya
"Ka, duduk lah, aku akan menjelaskan semuanya" sela erfan tiba-tiba menghentikan Naina yang hendak beranjak, Naina yang masih kebingungan pun dengan patuh menuruti perintah sang adik,
Untuk beberapa saat Suasana begitu Hening mencekam, sehingga suara-suara binatang malam pun seolah terdengar mengerikan di telinga Michael dan erfan,. Naina Menatap dengan tajam penuh selidik kepada Kedua insan lawan jenis yang saat ini tengah duduk di hadapan nya. Hingga beberapa saat kedua insan itu hanya bisa saling melempar tatap satu sama lain,
Naina yang mulai jengah dengan sikap diam keduanya yang satu pun tak ada berniat ingin memulai penjelasan, ia pun berkali-kali melirik ke arah Jam yang ada di tangan kiri nya. "Apa harus menunggu pagi untuk kalian bicara"
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1