Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 147


__ADS_3

Naina telah tiba di Rumah utama keluarga 'Zhou'


"Efan maaf kakak tidak bisa menjemput kalian saat pulang dari rumah sakit dan sekarang bahkan kakak juga terlambat untuk menyambut kedatangan kalian di rumah ini kembali" ujar Naina yang merasa bersalah pada adik nya karna terlambat untuk menyambut mereka pulang


"Ka tidak masalah, aku mengerti kakak juga sangat sibuk" ujar Erfan yang membawa sang kakak ke pelukan nya


Saat malam hari tiba


Suasana Di Rumah utama sangatlah Ramai, di mana semua orang telah berkumpul untuk Acara Syukuran kecil-kecilan Sebagai Tanda Ucapan rasa syukur atas kesembuhan (Kembali nya) Nyonya Rongrong, Erfan dan Michael serta Arman yang beberapa hari yang lalu sempat terluka saat menyelamatkan Nyonya Rongrong


Acara syukuran yang di laksanakan di kediaman keluarga 'Zhou' lebih tepatnya di Belakang Rumah yang terdapat Kolam renang dan Taman yang indah dengan desain minimalis modern dan Elegan


Sebuah meja makan yang besar dan di hiasi dengan Lilin berwarna-warni di tengah-tengah nya dan berbagai macam hidangan yang telah di sajikan serta bunga-bunga indah yang membuat suasana alam menjadi lebih terasa


Semua orang telah berkumpul

__ADS_1


Nyonya Rongrong, Naina, erfan, Michael, Simon, Jack, Jenny (Sekretaris Jack), Jason yang juga telah menyempatkan diri untuk datang Jauh-jauh dari London Serta Arman dan Dika yang juga ikut serta dalam rangka Acara Syukuran itu


Di tengah keramaian dan keceriaan Keluarga dan sahabat Michael memperhatikan Semuanya yang telah Hadir satu persatu, Namun tiba-tiba ia tersadar saat melihat ada satu buah kursi yang kosong dan artinya masih ada satu tamu undangan lagi yang belum Hadir


"Kursi itu masih kosong, apa masih ada seseorang yang di tunggu?" tanya Michael yang tiba-tiba membuat semua orang menghentikan canda mereka dan terfokus pada apa yang di tanyakan Michael


Erfan juga Sedikit merasa heran, ia sebelumnya juga ingin menanyakan hal yang sama dengan istrinya


Naina Terdiam sesaat, Namun ketika itu juga tatapan semua orang tertuju padanya seolah semuanya memiliki pertanyaan yang sama dan Hanya Naina yang tau jawabannya


"Eemm, sebenarnya aku memang mengundang satu orang lagi tapi...


"Tapi sepertinya dia tidak bisa datang"


"Nona Naina" Panggil seseorang dari arah pintu yang sontak membuat semua mata berpaling kearah itu untuk melihat siapa yang datang begitu juga dengan Naina

__ADS_1


Terlihat Seorang pria muda yang cukup Tampan dan gagah dengan pakaian nya yang sederhana Namun tetap terlihat berwibawa


akan tetapi beberapa saat kemudian suasana tiba-tiba berubah menjadi hening dan menegang saat Di balik tubuh gagah itu muncul seorang wanita muda yang terlihat tidak asing lagi


"Bianca!"


semua tatapan dan Pertanyaan tertuju pada Sepasang Pria dan wanita yang baru saja tiba itu


Bianca yang dalam keadaan menundukkan kepala dan tak berani menatap ke depan di mana orang-orang berada


Namun dokter Alan terus menerus meyakinkan nya agar tetap bersikap tenang, Dokter Alan menggenggam erat tangan Bianca dan membawanya mendekat pada semua orang, meski pada awalnya Bianca terlihat Ragu untuk ikut dengannya namun entah mengapa setelah Dokter Alan mencoba meyakinkan nya hingga akhirnya ia pun setuju


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2