
"Ya Tuhan, apa aku yang terlalu buru-buru mengatakan nya atau pria ini yang memang bodoh, Padahal aku sudah mengatakan nya dengan sangat jelas dan nyata tapi bisa-bisa nya dia masih mengira kalau dia tengah bermimpi di siang bolong" Batin Naina yang merasa kesal melihat Simon yang bertingkah seolah ia Tak mengerti
"Naina, Tolong bangun kan aku" Kata Simon Tiba-tiba
Naina mendengus kesal mendengar apa yang di katakan oleh teman nya itu, "Simon tolong berhenti bermain-main" "Plaakk" ( Suara tamparan yang cukup Keras mengenai Pipi Simon hingga agak sedikit memerah dan berhasil membuat Simon Meringis kesakitan dan mengelus pipi nya berkali-kali )
"Aauu, sssttttt... Naina kau benar-benar kejam" Kata Simon seraya memegang pipi kiri nya yang di tampar oleh Naina
"Lagian kau sendiri yang menyuruh ku untuk membangun kan mu, karna kau tidak bisa bangun dari kebodohan mu jadi aku rasa sebuah tamparan itu cukup untuk membangun kan otak mu yang sedang mati" ucap Kesal Naina sehingga ia berbicara Asal
"Memangnya Otak ku Pakai baterai apa, pake acara mati segala"
"Iya, otak mu pakai baterai jadi makanya harus di cas sampai penuh biar gak mati lagi" sahut Naina yang benar-benar sudah kesal
__ADS_1
"Oke deh, nanti aku cas" sahut Simon
"Simon, Aku mohon tolonglah berhenti bermain-main, Aku serius dengan ucapan ku" Kata Naina yang kembali ke topik Awal nya
"Eemm, Nai a...aku tidak tau harus menjawab apa, Aku... aku"
"Oke, oke, Kau tidak perlu menjawab nya sekarang dan aku akan memberikan waktu untuk kamu berfikir, tapi Tolong, tolong jangan membuat ku kecewa" kata Naina yang menatap Simon dengan tatapan mata penuh harap
Simon benar-benar merasa bimbang, ia tak tau Bagai mana caranya memberikan Jawaban yang benar atas pengungkapan sang sahabat, Hati Simon sebenarnya Masih untuk Michael walaupun tidak sepenuhnya seperti dulu lagi, ia diam-diam juga mengakui Bahwa dirinya sangat nyaman saat bersama dengan Naina, Naina juga sangat perhatian padanya, Namun Simon Tidak tau bagai mana cara mengartikan tentang perasaan nya terhadap sahabat nya itu, di sisi satu ia juga merasa tak rela jika berjauhan dengan Naina namun di sisi lain ia memikirkan Saat ia mencintai Michael dan sering berjauhan dengan Michael, rasanya sangat berbeda saat ia akan berjauhan dengan Naina
"Naina" Kata Simon yang tiba-tiba memanggil nama Naina seraya menatap lekat sepasang Mata Wanita itu,
Naina pun Membalas menatap mata Emerald Sang pria tampan yang saat ini ada di hadapan nya
__ADS_1
"Nai..."
"Uumm" Jawab Naina singkat
"Nai, Jika aku bilang aku juga mencintai mu apa kau akan percaya,?" tanya Simon yang terus menatap Sepasang mata indah itu
Naina menatap dalam-dalam mata Simon dan Ia menemukan sebuah ketulusan Di dalam nya,
"Simon, Apa yang kau katakan itu sungguh-sungguh,?"
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG