Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bertemu Lagi


__ADS_3

PLLLAAKKK. Tepat sasaran.


Benar saja pria yang dapat membuat puluhan wanita mengerumuninya itu sontak kaget, mendapati sebuah buku mendarat indah di dadanya. Yah benar pria itu tak lain adalah Pandu. Dewi langsung mendatangi Pandu dan memarahinya.


"Pak, jika anda ingin melakukan fashion show, jangan lakukan ditengah jalan dong. Asal anda tahu, anda sudah menutupi pintu masuk toko saya, dan itu membuat saya rugi", ucap Dewi. Pandu sebenarnya sangat senang bisa bertemu kembali dengan gadis yang sudah sekali masuk kepikirannya dan tak pernah pergi itu. Tapi, Pandu juga marah karena setiap bertemu dengan gadis itu dia selalu dibuat naik pitam.


"Hei mbak kau tak tahu aku?, bagaimana bisa setiap bertemu denganmu aku sellau saja emosi", omel Pandu.


"Memang kau siapa hingga aku harus mengenalmu?" , tanya Dewi.


"Aku ini.... ", belum sempat menjawab Rendy sudah datang menyela omongan Pandu.


"Bos tempatnya sudah siap", ucap Rendy. Mereka sebenarnya datang kesini untuk melakukan meeting. Rendy sebenarnya sudah sejak tadi melihat pertengkaran bosnya dengan seorang gadis yang tak di kenalnya. Menurut Rendy itu adalah hal langka. Namun setelah menyadari bahwa klien sudah menunggu sejak tadi, Rendy menghentikan aksi langka pertengkaran bosnya.


********


Di dalam toko Dewi

__ADS_1


Sejak kembalinya Dewi memerahi orang yang menyumbat jalan tokonya, dia jadi marah marah tidak jelas. Ia menggerutu setiap sahabatnya berbuat salah. Dia juga tak fokus dalam bekerja. Dina yang sudah tahu kebiasaan bosnya ketika marah itu pun membelikan Dewi es batu, karena sudah menjadi sahabat selama dua tahun. Dina mengetahui obat apa yang cocok ketika sahabat karibnya itu marah.


Dina segera memberikan bungkusan es batu yang sudah dipecah kecil kecil dan di letakkan di mangkok itu pada Dewi. Setelah memakan sedikit es batu itu, kemarahan Dewi mulai teredam. Dina dan Nina hanya bisa geleng geleng melihat kelakuan Dewi.


"Wi aku tuh masih heran deh, kamu tuh tiap marah pasti makan es batu", ucap Dina.


"Biasanya kan cewek kalo marah, obatnya tuh makanan manis. Ini kamu malah makan es batu. " ucap Nina yang ikut menimpali.


"Aduh udah kubilangkan makanan manis tuh nggak baik buat gigi." jawab Dewi.


Dina dan Nina jadi ikut marah. Jika memang Dewi menjaga kesehatan giginya kenapa dia malah makan es batu?. Bukankah itu malah membuat gigi ngilu?. Tapi mereka juga senang Dewi kembali ceria tak seperti tadi pagi, kebanyakan yang dia lakukan hanya melamun dan menghela napas.


******


Rendy yang tahu penyebab kemarahan bos nya itu akhirnya menyuruh Pandu untuk pulang. Setidaknya Pandu tak akan marah marah didepan ibu dan adiknya itu pikir Rendy. Tapi pemikiran Rendy ternyata salah, di rumah bahkan Pandu juga memarahi hal konyol lainnya didepan ibu dan adeknya.


"Hei kau tahu cangkir ini terlalu pendek, tidakbisakah kau cari yang lebih panjang" ucap Pandu.

__ADS_1


"Dari dulu ukuran cangkir teh memang ukurannya segitu Pandu," ucap nyonya Ratih sang ibunda Pandu yang sudah mulai kesal mendengar gerutuan Pandu sejak kepulangannya dari kantor.


"Kakak kenapa dari tadi marah marah sih?" tanya Disa adik Pandu.


"Tadi ada seorang gadis yang membuat tuan marah nona," jawab Rendy.


"Wah tak biasnya kau memikirkan seorang gadis, apa dia cantik Dy?",tanya nyonya Ratih.


"Tidak dia sangat jelek", jawab Pandu


"Hei jangan menghina anak orang"


"Dia memang sangat jelek, bahkan aku heran bagaimana orang sejelek dia bisa lahir"


"Jika dia sejelek itu, Rendy bisa kau bawa dia kemari besok"


Terjadilah perdebatan panjang antara nyonya Ratih dan Pandu. Nyonya Ratih tetep kekeh meminta Rendy untuk membawa Dewi kerumahnya besok. Sementara Pandu tak mengijinkan karena dia takut semua orang sakit mata melihat kejelekan Dewi.

__ADS_1


Tapi sesuai aturan dunia bahwa perempuan selalu benar dan akan selalu menang akhirnya yang memenangkan perdebatan itu adalah nyonya Ratih.


Bersambung.........


__ADS_2