
"Erfan kau ingin tau siapa yang menculik ibu mu" (Simon menatap Erfan dengan seksama dan begitu juga sebaliknya)
"Katakan padaku siapa yang telah berani menculik ibu ku" tanya erfan dengan penuh penekanan
"AZhein"
Mendengar nama itu di sebutkan, suara kertakan gigi dan Sepasang tangan terkepal begitu kuat hingga memperlihatkan urat-urat nya dengan sangat nyata, entah mengapa setiap kali mendengar nama itu Erfan begitu geram dan bahkan nama itu juga sering kali menjadi pemicu utama Muncul nya sebuah emosi yang hampir membuat erfan tak bisa mengendalikan nya
"Lagi-lagi Tua Bangka itu, AZhein kali ini aku tidak akan sungkan lagi dengan mu" gumam Erfan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ketemu" Ucap Jack yang tiba-tiba membuat Ken dan Arman terlonjak kaget
"Ada apa, kau mengagetkan kami" ujar Arman
"Aku sudah menemukan lokasi tempat di mana Nyonya Rongrong di sekap" ujar Jack
mendengar itu Ken dan Arman pun bergegas mendekat pada jack dan melihat layar laptop yang memperlihatkan titik lokasi tempat penyekapan nyonya Rongrong
"Bukan kah titik itu adalah lokasi gudang tua bekas penumpukan" tanya arman
__ADS_1
"Kau mengetahui sesuatu " ucap Jack yang balik bertanya
"Gudang tua itu dulunya bekas penumpukan barang milik perusahaan 'Zhou Group' dan letaknya tidak jauh dari jalan raya, gudang itu dulu di gunakan untuk menyimpan barang bekas yang di apkir (tidak terpakai) dari perusahaan tapi semenjak almarhum tuan besar meninggal, gudang itu sudah tidak digunakan lagi dan tidak ada yang mengurus nya"
"Kalau begitu kita harus segera menyusun rencana"
"Kring kring kring " Ken menghentikan bicaranya saat mendengar ponsel nya berbunyi, ia melihat nama seseorang yang tertera di Panggilan masuk itu
"Tuan Muda" Gumam Ken yang di dengar oleh Jack dan Arman hingga membuat mereka saling menatap satu sama lain
"Hallo Tuan"
"Ken dimana kau"
"Katakan padaku di mana kau sekarang, aku akan menyusul mu" tegas Erfan dengan nada bicara datar
"Tuan tapi"
"Ken tidak perlu takut, Erfan sudah tau semuanya" sahut Naina yang berada di samping erfan
Ken sempat merasa terkejut saat mendengar nya namun beberapa saat kemudian ia pun merasa lega saat mendengar semua nya baik-baik saja
__ADS_1
"Tuan biarkan aku menjemput mu, kau tunggu saja di sana"
"Baiklah aku akan menunggu mu"
"Tut Tut Tut"
Panggilan pun telah berakhir, Ken berbalik dan melihat ke arah dua manusia yang saat ini menatap nya dengan tatapan penuh tanya
"Ken katakan apa terjadi sesuatu di rumah sakit" tanya Jack
"Tidak ada, tuan muda sudah tau semuanya dan sekarang aku harus menjemput nya ke rumah sakit"
"Tapi bagai mana dengan Nona muda" tanya Arman
"Aku tidak tau pasti tapi ku rasa Keadaan nona muda sudah lebih baik, jika tidak mana mungkin tuan muda berani meninggalkan nya"
"Aku harap begitu, aku hanya merasa kasihan terhadap keluarga ini, begitu banyak kejadian tak terduga yang terjadi akhir-akhir ini terutama erfan, aku sangat prihatin terhadap kondisi nya, Setelah kecelakaan itu membuat ia kehilangan calon bayi nya, Michael yang koma dan sekarang Nyonya Rongrong di culik, aku harap setelah ini tidak akan ada lagi masalah yang terjadi, tapi semua nya juga kembali pada author, tergantung apakah dia akan melanjutkan konflik nya atau tidak" ujar jack
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG