
Di sisi lain
Ken buru-buru Menerobos Ruang Rapat tanpa Merasa ragu sedikit pun, ia benar-benar tak sabar lagi untuk menunggu hingga rapat selesai, ken sudah tak bisa menahan lagi untuk menyampaikan kabar baik yang ia dapatkan beberapa saat yang lalu
"Tuan, saya punya kabar baik untuk di katakan dan saya rasa ini juga akan menjadi kabar baik bagi semua petinggi perusahaan yang hadir saat ini" ucap Kenzo yang tiba-tiba membuat semua para petinggi perusahaan berhenti berdebat dan terus menerus menekan (menyalahkan) erfan atas apa yang terjadi
"Katakan" ucap erfan singkat
"Saya baru saja menerima telpon dari Pihak 'Start Wings' dan mereka bilang CEO mereka setuju untuk bekerja sama dengan kita Dan mereka juga sudah mengatur tempat untuk pertemuan Jam makan siang nanti di Cafe xxx untuk membahas kelanjutan nya"
semua orang yang mendengar berita itu pun Langsung bersorak bahagia terutama erfan sendiri, namun tanpa mereka sadari salah seorang dari mereka saat ini ada yang merasa Tak senang dengan kabar itu, Erfan Berdiri dari duduk nya dan memberikan himbauan kepada seluruh para petinggi perusahaan Sambil melihat ke arah Arloji ( jam tangan ) yang sudah menunjukkan pukul 10:30 ( pagi menjelang siang )
"Baiklah semua nya, Karna saya ada pertemuan siang ini maka rapat kita hari ini cukup sampai di sini" ucap erfan tegas dan lantang
"Tuan, kami akan menunggu kabar baik selanjutnya dari anda" ucap pak Herman seraya tersenyum pada Erfan
"Pasti,,, Kalian jangan khawatir dan tetap lah percaya bahwa tak akan ada perjuangan tanpa hasil melainkan semuanya sudah di tentukan oleh Takdir" ucap erfan yang sangat bersemangat
__ADS_1
Di sisi lain,
saat ini Michael tengah berada di Ruang tunggu Bandara internasional kota J, ia memutuskan untuk menjemput Simon seorang diri, Namun tanpa ia sadari Seseorang Yang saat ini tengah mengawasi nya dari arah yang cukup dekat,
Tak lama kemudian Terdengar teriakan seseorang yang memanggil nama Michael dari arah yang berlawanan dan orang itu tak lain adalah Simon.
"Nona" Panggil Simon seraya melambaikan tangan ke arah Michael
"Simon" Sahut Michael yang juga melambaikan tangan nya
Simon berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Michael, keduanya bertemu di satu titik dan saling berpelukan Satu sama lain
"Simon bagai mana kabar mu" tanya Michael saat pelukan mereka sudah terlepas
"Sangat baik nona, lalu bagai mana dengan mu" tanya Simon balik
"Alhamdulillah aku baik-baik saja tapi... ( Ucap Michael yang tiba-tiba terhenti dan itu membuat Simon Merasa khawatir )
__ADS_1
"Tapi apa nona, katakan apa yang terjadi aku akan segera menanganinya untuk mu " ujar Simon
"Sudah lah, sebaiknya kita pergi dari sini dahulu, aku akan menjelaskan padamu nanti saat kita sudah sampai di rumah karna tak baik jika kita terus berlama-lama di sini "
"Baiklah " Ucap Simon yang mengerti dengan Maksud dari perkataan Michael, dan keduanya pun bergegas meninggalkan Bandara
sedangkan di sisi lain, seseorang tengah duduk bersandar di kursi kebesaran nya sambil memperhatikan Beberapa foto yang di kirim oleh orang kepercayaan nya, berkali-kali ia berusaha memperhatikan Dengan penuh Ketelitian siapa pria yang ada di foto itu,
tiba-tiba ia langsung teringat dengan seseorang...
"Tuan Simon"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG