
Naina Tak bisa berbuat apa-apa kecuali terpaksa berbohong demi kebaikan bersama, bagai manapun Erfan baru saja sembuh dari operasi akibat kecelakaan dan ia juga tau kalau erfan masih sangat terpuruk karna seperti yang ia ketahui sang adik ipar saat ini masih dalam keadaan koma
"Ka Nai ada sesuatu yang ingin aku sampaikan sama kakak" ucap erfan tiba-tiba yang membuat Naina langsung siaga 45
"Katakan, Kaka akan selalu mendengarkan mu"
"Eemm, tadinya aku pikir mau ngasih tau ibu lebih dulu tapi karna ponsel ibu tidak aktif jadi akan lebih baik jika aku memberi tau Kaka saja, tapi nanti jika ibu sudah bisa di hubungi, Kaka tolong katakan padanya suruh dia menelpon ku, aku hanya ingi tau kabarnya"
Naina semakin merasa bersalah saat mendengar sang Adik yang berbicara dengan polos nya, ia semakin tidak bisa menahan diri untuk tidak meneteskan air mata sehingga tanpa sepengetahuan erfan ia telah menangis di sebrang saja (panggilan telepon)
"Ya Tuhan aku berharap semua cobaan ini akan segera berakhir, semoga ada kabar baik segera dari Ken dan yang lainnya " batin Naina
"Efan, kau bilang kau ingin memberitahu sesuatu pada Kaka, katakan apa itu jangan membuat Kaka semakin penasaran" ujar Naina dengan suara yang tertahan namun sebisa mungkin ia berusaha untuk bersikap tenang agar erfan tidak mencurigai kalau ia sedang menangis
__ADS_1
Erfan Tersenyum di balik telpon, ia menyodorkan ponsel yang ada di tangan nya dan mendekatkan nya pada Michael yang saat ini masih terbaring di tempat tidur nya
"Ka Nai" ucap Michael dengan suara lirih namun masih bisa di dengar oleh Naina
"DEG" Naina sontak suara itu membuat Naina terlonjak
"E Efan, i itu itu bukan nya"
"Ka Nai, istriku sudah bangun" sahut Erfan seraya tersenyum
Naina tak bisa mengendalikan dirinya karna saking bahagianya mendengar kabar bahwa adik iparnya telah sadar setelah sekian lama mengalami koma
Tanpa ia sadari Kalau panggilan nya belum berakhir (di matikan) Naina langsung bergegas memasukkan ponselnya ke dalam tas dan tepat di saat yang bersamaan
__ADS_1
"Honey" Panggil seseorang dengan suara yang lembut dan orang itu tak lain adalah Simon, Simon yang baru saja tiba di kantor 'Zhou Group'setelah melewati penerbangan antara London dan Indonesia
"Mas, kamu datang" ucap Naina dengan langkah yang terhenti saat melihat sang pujaan hati yang saat ini berdiri tepat di depan pintu kantor (ruangan) nya
Simon merentangkan kedua tangannya seolah memberi ruang agar Sang kekasih pergi ke pelukannya
"Mas kamu sudah datang, mengapa begitu cepat dan kamu tidak mengabari ku sama sekali, tau begitu aku akan datang untuk menjemput mu" kata Naina sambil berada dalam pelukan Simon
"sebelumnya aku menceritakan semua yang terjadi di sini pada Jason dan dia bisa memaklumi nya jadi aku tidak perlu membuang waktu hanya untuk membuat selembaran surat ijin cuti dan dia langsung memberi ijin padaku untuk melakukan penerbangan lebih awal dan itu sebabnya aku bisa sampai di sini tepat waktu "
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG