
"Nuan, Ada apa...?" tanya Naina yang menyadari ketika sang adik ipar yang saat ini sedang bengong dan tatapan nya mengarah ke suatu tempat, Naina pun menyadari dan mengikuti Arah pandangan Michael, ia pun ikut tersenyum kala melihat sang adik yang saat ini tengah berjalan kearah Michael dan dirinya
"Sayang" panggil erfan lembut seraya tersenyum Haru saat berhadapan langsung dengan sang istri
Michael membalas senyuman itu dengan penuh kehangatan, ia tak dapat menahan diri untuk tidak meneteskan air mata haru saat mengetahui sang suami yang berdiri tepat di hadapan nya dalam keadaan baik-baik saja, tanpa aba-aba Michael langsung berhambur memeluk Suaminya dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang, Semua orang yang ada di sana ikut menyaksikan secara langsung momen haru antara sepasang suami istri itu
Tak jauh dari jarak keduanya, Simon menyaksikan momen itu dengan tatapan mata penuh kehancuran dan hati yang terasa Perih bak tersayat pisau yang begitu tajam sehingga mampu membuat ia merasakan sakit sekujur tubuh hingga Dunia nya yang terasa hancur,
Jack yang sudah memasuki mobil tiba-tiba melihat raut wajah Simon yang berubah ia pun menyadari bahwa saat ini sahabatnya itu tengah mengalami patah hati, sebagai sahabat yang sudah mengikuti atau berjalan bersama selama bertahun-tahun hingga berada di titik ini tentunya Jack sangat memahami tentang bagai mana perasaan Simon yang sebenarnya terhadap Michael,
"Simon" Ucap Jack seraya memegang bahu sang sahabat seolah ia tengah berusaha menguatkan Simon agar tidak terus berlarut dalam kesedihan
__ADS_1
Simon menoleh kearah Jack dan tersenyum getir tanpa berucap
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain
Kini seseorang tengah Tengah merasa marah dan tidak bahagia setelah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang wanita yang selama ini dia remehkan, wanita itu tak lain adalah Bianca yang saat ini tengah berada di kantor papa nya
"Pa, bagai mana pun aku tidak mau tau, pokok nya papa harus bisa menyingkirkan wanita sialan itu, aku tidak mau sampai kehilangan ka Efan dan Sampai kapan pun ka Efan harus bisa menjadi milik ku dan selamanya akan menjadi milik ku" Kata Bianca yang terus menerus menekan sang papa agar membantunya menyingkirkan Michael dari erfan
"Pa, papa kenapa diam aja, ayolah pa cepat lakukan sesuatu buat bi, kalau hanya masalah memiliki perusahaan bukankah bi anak papa dan bi adalah pewaris tunggal perusahaan dan harta kekayaan keluarga AZhein, bi juga bisa membantu ka Efan untuk masalah kantor" ujar Bianca yang terus menerus merengek
__ADS_1
"Bianca Diam" bentak tuan AZhein yang merasa jengah dengan sikap putrinya yang kekanak-kanakan
"Pa, papa kok marah sama bi" kata Bianca yang tiba-tiba berubah cemberut
"Tidak sayang maafkan papa, papa tidak bermaksud untuk membentak mu, hanya saja... ( tuan AZhein yang tiba-tiba menghentikan ucapannya )
"Hanya saja apa pa...?"
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG