
Pandu Adi Lesmana atau biasa dipanggil Pandu. President dari Lesmana Group. Perusahaan otomotif terbesar di Indonesia.
Pandu yang memiliki wajah tampan. Dengan perawakan yang tinggi, tubuh tegap bak model papan atas. Siapapun yang melihatnya pasti akan tersihir oleh pesonanya.
Orang yang sudah dicap kulkas hidup oleh orang orang tiba tiba tersenyum hanya karena kelakuan konyol seorang perempuan. Yah sekarang Pandu sedang melamun di meja kerjanya. Siapapun yang melihat pasti akan mengira dia sedang kerasukan. Pandu sesekali tersenyum mengingat kelakuan gadis yang bahkan tak di kenalnya itu. Kelakuan gadis yang tidak pernah ditemui sebelum sebelumnya.
Bagaimana tidak kepikiran, seorang gadis main masuk mobil orang dan menganggap mobil mewah itu sebagai taksi untuk mengantarnya ke rumahnya. Jika biasanya para sopir taksi diberi uang sebagai imbalan, maka berbeda dengan Pandu dia malah diberi senyuman sejuta watt yang seakan tak memiliki dosa.
Rendy yang melihat keanehan dari atasannya sejak seminggu yang lalu itu hanya bisa geleng geleng kepala. Lantas dia harus bagaimana lagi tuan mudanya yang hampir tidak pernah pacaran itu jatuh cinta pada gadis yang bahkan hanya ditemuinya sekali.
"Bos masih mikirin tuh cewek?" , tanya Rendy. Pandu yang mendengar pertanyaan dari Rendy hanya manggut manggut mengiyakan.
__ADS_1
" Kenapa bos tidak mencari dia saja?" , tanya Rendy lagi. Pandu terkejut, bagaimana dia tidak langsung mengirim anak buahnya untuk mencari tahu tentang gadis itu. Pandu terus merutuki kebodohan yang baru kali ini dilakukan nya. Tapi itu tak berlangsung lama dia langsung memerintahkan pada tangan kanannya yang tak lain adalah Rendy untuk mencari tahu data diri tentang gadis yang selalu bermain di pikirannya itu.
Dengan sigap Rendy mulai menari narikan jemarinya di laptop berharap bisa mendapatkan hal yang diminta bosnya itu. Sangat lucu seorang gadis dapat membuat dua orang yang seharusnya memang sibuk menjadi makin sibuk.
******
Sedangkan si empu yang bisa membuat dua insan yang sibuk makin sibuk itu, kini nampak menghela napas beberapa kali sambil melamun. Berbagai pikiran berkecamuk dalam kelapa gadis tersebut.
Nina yang melihat kegalauan sang bos atau lebih tepatnya sang sahabat itu berinisiatif bertanya.
"Wi lagi banyak pikiran?", tanya Nina. Dewi yang tersadar dari lamunannya hanya manggut manggut mengiyakan meskipun tidak terlalu jelas mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Nina.
__ADS_1
"Ada masalah apa lagi?", pertanyaan lagi lagi terlontar dari mulut Nina. Dewi hanya diam tak menjawab sepatah kata pun. Karena ia tak mau membuat khawatir sahabat karibnya itu. Lagi pula menurut Dewi setiap orang pasti memiliki masalah, bukan hanya dia saja. Malah mungkin masalah orang lain lebih berat dari masalahnya.
Yah benar, Dewi adalah orang yang tidak suka membuat orang khawatir dan dikhawatirkan. Tapi dia orang yang paling pertama mengkhawatirkan orang lain ketika tertimpa musibah. Dengan mudahnya ia melupakan masalahnya untuk membantu orang lain. Rasa simpatinya sangat tinggi, tapi jika sekali saja dia dikhianati, siapapun itu dia tak akan memberikan simpatinya lagi.
Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut Dewi, membuat Nina berinisiatif bertanya lagi. Namun, belum sempat bertanya, terdengar kegaduhan dari luar toko. Banyak wanita yang berkumpul didepan toko buku Dewi. Dewi terlihat marah karena jalan masuk tokonya disumbat para wanita yang entah kenapa ada didepan pintu tokonya itu.
Sambil marah marah, Dewi mengambil sebuah buku dari rak. Keluar toko dan memaksa para wanita untuk membiarkannya melihat siapa yang berani membuat keributan tepat didepan tokonya. Dewi melihat seorang pria muda yang sangat tampan, sedang bersender didepan mobilnya. Dewi yang sudah tersulut emosipun langsung melempar buku yang di bawanya ke dada pria tersebut.
PLAAAKKK. Tepat sasaran.
*B**ersambung*.........
__ADS_1