Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 42


__ADS_3

Sementara di Kediaman Keluarga 'Zhou'


Nyonya Rongrong yang Sedang asik bersantai di halaman rumah nya sambil manikmati Udara yang begitu segar dan menyejukkan tiba-tiba menerima panggilan telepon dari seseorang dan...


"Halo" ucap nya saat panggilan telpon tersambung


"Halo Nyonya, apakah saya mengganggu waktu anda" tanya seseorang dari sebrang telpon dan orang itu tak lain adalah Tuan AZhein


"Oh ternyata Tuan zhein, Tuan sama sekali tidak menggangu waktu saya, Eemm ngomong-ngomong ada apa tuan menelpon saya, apa ada sesuatu yang penting " tanya Nyonya Rongrong dengan santainya


Tuan AZhein pun merasa jengah mendengar pertanyaan Nyonya Rongrong di balik telpon,. "Nyonya, saya sangat menghormati anda sebagai kerabat sekaligus calon besan saya, saya juga tak pernah melupakan Jasa anda yang merawat putri semata wayang saya hingga sebesar sekarang, namun jangan pernah anda berpikir Bahwa dengan Semua yang anda lakukan selama ini, anda bisa mempermainkan saya dan Putri saya"

__ADS_1


"Tunggu Tuan, apa maksud anda, saya benar-benar tidak mengerti" tanya Nyonya Rongrong yang merasa kebingungan dengan apa yang di katakan oleh tuan AZhein


"Lihat lah Foto yang saya kirim di ponsel anda" ucap tuan AZhein dengan nada bicara yang semakin dingin dan berusaha menahan diri untuk tidak meluap kan emosi nya


Dengan segera Nyonya Rongrong mengecek ponselnya dan melihat foto yang baru saja di kirimkan oleh tuan AZhein di Wathshapp nya, Betapa Nyonya Rongrong tak dapat menahan rasa kesal dan amarah nya saat melihat wajah siapa yang ada di foto itu, sepasang pria dan wanita yang tengah duduk di kursi kemudi ( mobil ) Saling berdampingan, keduanya terlihat sangat bahagia satu sama lain dan foto itu tak lain adalah foto erfan dan Michael saat masih berada di lampu merah sebelum nya dan foto itu sengaja di Ambil oleh Bianca tanpa sepengetahuan keduanya untuk ia perlihatkan pada sang ayah


"Tuan Zhein, saya mohon maaf sebelumnya atas nama putra saya, saya akan segera membereskan masalah ini, anda tidak perlu khawatir dan serah kan semu ya pada saya" ucap Nyonya Rongrong dengan penuh keyakinan


"Bagus lah jika anda mengerti, saya harap anda bisa mengatasinya tanpa harus saya yang bertindak"


Panggilan pun di putuskan begitu saja oleh Tuan AZhein,. Nyonya Rongrong yang merasa kesal dan marah saat lagi-lagi ia melihat foto itu,

__ADS_1


"Erfan, bisa-bisa nya kau membohongi ibu, kemarin kau bilang ada urusan mendadak di kantor dan ternyata kau malah bersama wanita rendahan itu, Lihat apa yang akan ibu lakukan padanya jika kau masih tetap membangkang" gumam Nyonya Rongrong yang marah


Sementara di sisi lain


Michael dan erfan telah berada di ruangan mereka masing-masing, Saat ini Michael terlihat sangat serius mengerjakan tugas nya sebagai seorang asisten CEO, Terlihat tumpukan berkas yang ada di atas meja nya membuat Michael sedikit memijat kepalanya, walaupun sebenarnya Michael sudah terbiasa selama bertahun-tahun hidup dengan Ribuan berkas yang ia kerjakan, namun Situasi kali ini sangatlah berbeda, jika biasanya Michael hanya menerima berkas yang memerlukan tanda tangan nya, tapi kali ini justru sebaliknya dirinya yang mengerjakan (Mengecek) berkas itu satu persatu.


"Permisi Nona, boleh kah saya masuk" tanya asisten ken yang berdiri di pintu masuk Ruangan Asisten CEO


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2