
Beberapa saat sebelumnya di sekolah Aldrian
"Hei Kesya, jangan sok lugu ya, kau itu pura-pura gak tertarik sama Aldrian tapi diem diem nusuk kita dari belakang." Ucap Farah dengan nada emosi.
"Bilang aja kalau lu juga suka sama Aldrian kan? Kita semua disini bersaing secara fair ya, gak kayak elu yang diem diem ngomongin hal yang jelek tentang kita ke Aldrian, Lu ngomong apa aja hah sama dia sampai dia ngebatalin janjinya sama kita?" Tanya Anya gak kalah emosi.
Anya dan Farah melabrak Kesya karena mereka mengira Kesya lah penyebab Aldrian membatalkan janjinya dengan mereka. Karena setelah Aldrian jalan dengan Kesya, keesokan harinya Aldrian membatalkan janjinya untuk menemani Farah ke perpustakaan pada hari Jum'at ini dan juga membatalkan janjinya untuk menemani Anya nonton ke bioskop di hari Minggu.
Mereka mengira Kesya sudah menghasut Aldrian agar menjauhi mereka sehingga dia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bisa jadian dengan Aldrian. Dan Aldrian juga sudah mulai slow respon membalas chat dari mereka. Tapi tentu saja Kesya tidak terima begitu saja prasangka buruk mereka.
"Heh kalian denger baik baik ya, gue ga ada ya yang namanya ngomongin hal jelek tentang kalian ke Aldrian, masalah dia batalin janjinya sama kalian ya itu urusan dia, kenapa kalian malah nyalahin gue? Tanya langsung orangnya lah, dan gue cuma sekedar ngefans ya sama dia, gak ada niatan gue buat jadian sama dia, lagian dia itu gak ada keliatan tertarik sama gadis manapun disekolah ini, please girls be smart!!!"
Diantara mereka Kesya memang yang paling peka sepertinya, dia yang bersikap paling rasional, dia sadar bahwa Aldrian itu hanya sekedar bermain dengan mereka, bukan karena dia tertarik. Itu terbukti saat Aldrian jalan dengannya, cara bicaranya yang manis bisa membuat gadis manapun meleleh dibuatnya, Kesya juga hampir terjatuh dengan senyumnya itu, sampai mereka tidak sengaja bertemu teman Aldrian di mall tempat mereka jalan.
Aldrian menyapa gadis itu dengan senyuman mautnya, cara bicaranya pun sama manisnya seperti saat dia berbicara dengannya. Saat itu dia sadar bahwa Aldrian bersikap seperti magnet, dia hanya senang menarik lawan jenisnya untuk mendekat kepadanya. Dan itu cukup berbahaya bagi gadis polos macam mereka ini, mereka mengira bahwa mereka lah yang menjadi daya tarik untuk Aldrian bukan sebaliknya.
"Lu ngatain kita bodoh?? Maksud lu apa hah ngatain kita bodoh? Asal lu tau ya, nilai matematika gue itu paling tinggi seantero sekolah." Anya merasa tersinggung saat Kesya berkata be smart, karena dia merupakan salah satu murid unggulan di sekolah ini.
"Aduh please ya, matematika lu emang juara, tapi nilai Bahasa lu dibawah rata-rata makanya lu gak bisa ngebedain yang mana hiperbola dan yang mana realita."
"Sialan lu ya."
Merasa dianggap remeh, Anya langsung menjambak rambut Kesya dan membuatnya berteriak kesakitan dan balas menjambak Anya. Farah yang tadinya ikut melabrak Kesya justru tidak banyak bicara, dia terlihat syok saat melihat keduanya justru berkelahi saling jambak.
__ADS_1
Dia bingung harus memihak siapa, pada awalnya dia memang sama kesalnya terhadap Kesya seperti halnya Anya, tapi mendengar ucapan Kesya dia rasa itu memang ada benarnya. Seharusnya Aldrian lah yang mereka tanyai sekarang bukannya Kesya, apa alasan sebenarnya dia membatalkan janjinya, dia memang bilang kalau tiba-tiba dia ada urusan lain, tapi dia tidak mengatakan alasannya secara rinci.
Seharusnya Aldrian tidak membatalkan janjinya secara mendadak seperti ini, terlebih dia sudah menunggu hari ini untuk segera tiba, dan itu membuat Farah cukup kecewa. Melihat pergulatan di depannya, Farah kembali ke alam sadar setelah sekejap sempat merenungi apa yang dikatakan Kesya. Namun yang ada dipikirannya sekarang masihlah Aldrian karena dialah penyebab semua ini terjadi jadi dia harus bertanggung jawab pikir Farah.
Sekarang merupakan jam istirahat, Farah tidak tahu harus mencari Aldrian di kelasnya atau di kantin, tapi kelas Aldrian lah yang terdekat dari tempatnya berada saat ini jadi dia putuskan untuk mencari Aldrian dikelasnya terlebih dahulu. Dan untungnya Aldrian ada dikelasnya,dia sedang duduk membaca buku di mejanya.
"ALDRIAN" Teriak Farah di pintu masuk kelas.
Aldrian menoleh kearahnya dan dia tampak kebingungan melihat raut wajah Farah yang tampak cemas, "Ada apa?" Tanya Aldrian sambil berjalan mendekati Farah.
"Ikut aku!!" Tanpa basa-basi Farah menarik lengan Aldrian dan membawanya lari menuju ketempat dimana Anya dan Kesya berkelahi.
Aldrian yang kebingungan hanya membiarkan Farah menariknya, dan dia langsung terkejut saat dia sampai dan melihat Kesya dan Anya sedang saling jambak.
"Mereka bertengkar gara gara kau."
"WHAT?? Aku?? Tapi kenapa??" Aldrian semakin bingung, apa hubungan dirinya dengan pertengkaran mereka.
"Pertama tama kita hentikan dulu mereka."
Untuk memisahkan mereka, Farah menarik Anya sedangkan Aldrian menarik Kesya kearah yang berlawanan, rambut mereka sudah tidak karuan, pakaian mereka juga kusut.
"Kalian tenang dulu dan jelaskan apa yang terjadi?" Tanya Aldrian sambil tetap memegangi pundak Kesya.
__ADS_1
"Ini semua gara gara kau membatalkan janjimu dengan mereka, mereka pikir aku yang sudah menghasutmu untuk membatalkannya." Jawab Kesya dengan nafas yang masih terengah-engah setelah perkelahian sengitnya dengan Anya.
"Hah?" Aldrian kehabisan kata, inilah hal yang paling tidak dia sukai, saat seorang gadis tidak bisa menerima keadaan dan menyalahkan gadis lain untuk keputusannya, bukan kali pertama hal macam ini terjadi, tapi biasanya mereka hanya akan perang status di sosial media atau saling sindir, tidak sampai cakar cakaran seperti mereka.
"Bukannya aku sudah bilang kalau aku ada keperluan mendadak? Kenapa kalian menyalahkan Kesya?"
"Bukannya gitu Al, aku cuma-"
"Ada apa ini? Kalian berkelahi ya?"
Belum sempat Anya selesai berbicara, tiba-tiba muncul guru BP mereka yang sedang lewat dan memergoki mereka dengan keadaan kacau.
"Gak bu kami gak berkelahi kok." Farah mencoba mengelak, karena jika sampai mereka harus masuk keruangannya habislah mereka, orang tua mereka pasti akan ditelpon.
"Ok kalau begitu jelaskan kenapa rambut kalian acak-acakan macam itu? Oh tunggu jangan disini, jelaskan diruang ibu, Aldrian kau juga ikut."
"Mampus", Ucap Anya, Farah dan Kesya didalam hati sambil berjalan mengikuti guru BP mereka keruangannya.
Sedangkan Aldrian sengaja berjalan paling belakang, dia mengeluarkan ponselnya dan berpikir untuk mencari bantuan, dan yang saat itu terlintas di benaknya untuk dimintai pertolongan adalah Riana, untungnya dia sudah menyimpan nomor Riana yang diberikan Pamannya dan langsung memijit tombol panggil.
"Halo" Jawab Riana dari sebrang telepon.
"Tolong aku"
__ADS_1
.....