
"Sayang" panggil erfan beberapa kali dari arah ruang tamu namun tak ada jawaban dari sang istri.
"Kemana dia, kenapa tidak menjawab ku, apa ruangan ini kedap suara" gumam erfan sambil berdiri dan meninggalkan ruang tamu untuk mencari keberadaan Michael
Di sisi lain...
Suasana di malam hari yang begitu sejuk di sertai cuaca yang begitu cerah dan bintang-bintang yang berkilauan, Seorang Wanita Cantik yang tengah duduk seorang diri bersantai di sebuah taman ( Halaman Rumah pribadi ) di temani dengan secangkir teh hangat serta Benda pipih ( Hp ) yang sejak tadi ia mainkan di tangan nya...
Di saat yang bersamaan, benda itu pun berbunyi menandakan adanya sebuah pesan singkat yang dikirim dari seseorang yang paling dekat dengan nya...
( JIKA TAK SIBUK, AKU INGIN BICARA ). Isi dari pesan itu
Wanita itupun menggeser tombol ikon hijau di ponsel nya untuk menelpon Seseorang yang mengirimkan pesan padanya beberapa saat yang lalu
"Hallo" Ucap nya dengan nada suara yang dingin
"Ka, apa aku mengganggu mu" tanya seorang pria di sebrang telpon yang tak lain adalah Zhou erfan
__ADS_1
"Tidak, kebetulan aku sedang bersantai di halaman rumah, ada apa" tanya balik si wanita yang tak lain adalah Naina, Kaka kandung erfan
"Ka, aku butuh bantuan mu ini sangat mendesak"
"Katakan, apa dia memaksamu juga"
"Uumm, bagai mana Kaka bisa tau kalau dia memaksaku" tanya erfan
Naina tersenyum getir saat mendengar pernyataan dari sang adik yang membenarkan tebakan nya, Untuk beberapa saat ia menghela nafas dan berusaha untuk tetap bersikap tenang.
"Sudah ku duga, wanita tua itu memang tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang ia miliki, baginya 'Zhou Group' adalah yang terpenting, meski harus merenggut kebahagiaan orang lain dia takkan perduli, kau bertanya dari mana aku tau kalau dia juga memaksa mu, aku rasa aku tidak perlu tau dari siapapun, kau adalah adikku dan seharusnya kau tau bahwa Kaka mu ini adalah yang paling tau tentang siapa wanita tua itu sebenarnya" ucap Naina dengan suara datar
"Katakan, apa yang kau rencanakan, selagi Kaka mu ini masih hidup, aku tak akan membiarkan adikku dalam kesulitan " ucapnya sambil sesekali menyeruput teh hijau Yang sudah hampir habis,
"Ku pikir, aku akan menemanimu terlebih dahulu" jawab erfan
"Baiklah, lagi pula berbicara di telpon seperti ini tidak bisa lebih leluasa" ucap Naina yang setuju saat erfan ingin bertemu dengan nya
__ADS_1
setelah beberapa saat, panggilan pun telah berakhir, Naina pun meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja,
"Sudah bertahun-tahun lamanya, ku pikir dia akan berubah setelah kehilangan Putri sulung nya, Namun ternyata itu tak mampu untuk membuatnya jera, Yang ada di pikiran nya hanya 'Zhou Group'lah yang paling penting meski harus mengorbankan Anak kandung nya sendiri dia tetap akan pada pendiriannya, sungguh pemikiran wanita tua itu benar-benar membuatku Bingung " Gumam lirih Naina
di kediaman keluarga 'Zhou'
"Bianca, kau belum tidur" tanya nyonya Rongrong yang melihat Bianca yang masih berada di ruang tengah dan sedang menonton drama kesukaan nya
"Tante, bi belum ngantuk nih" sahut Bianca sambil sesekali melihat ke arah pintu dan berharap seseorang yang ia tunggu akan segera muncul dari balik pintu itu
Nyonya Rongrong tersenyum tipis dan mengerti bahwa saat ini Bianca tengah menunggu dan mengharapkan kepulangan erfan. "Bi, seperti nya malam ini Efan tak pulang kerumah, tadi siang dia bilang sama Tante kalau di kantor ada urusan penting dan mungkin dia akan menginap di kantor untuk malam ini, jadi lebih baik kau cepat tidur saja, tidak baik untuk mu jika begadang dan tidur terlalu larut seperti ini, kamu harus menjaga kesehatan mu, bagai manapun kau dan Efan akan segera bertunangan"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG