
"Bu, jadi..." ucap erfan yang tercekat dan masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan apa yang ia dengar dari mulut sang ibu
"Efan, Di mana Nuan,? di mana istri mu, ibu ingin meminta maaf padanya, ibu ingin meminta maaf pada Nuan karna selama ini ibu telah berdosa terhadap nya, Efan tolong katakan pada istri mu, ibu ingin bertemu dengan nya, ibu ingin bertemu dengan menantu ibu" kata Nyonya yang berucap seraya dengan mata yang berkaca-kaca
"Aku di sini Bu" sahut Michael yang berdiri di depan pintu kamar yang setengah terbuka
Erfan berbalik menghadap ke arah Michael dan tersenyum begitu juga dengan Nyonya Rongrong yang menatap sang menantu dengan tatapan sayu dan perasaan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata apapun
Michael berjalan mendekat pada mertuanya, walau semula dalam hatinya merasa ragu untuk menemui mertua nya itu, namun ketika setelah ia mendengar sendiri kata-kata yang di ucapkan langsung dari mulut nyonya Rongrong, Michael merasa seolah ia baru saja mendapat secercah harapan,
__ADS_1
Walau ia percaya tak ada yang bisa menebak isi hati manusia yang sebenarnya, namun Michael tetap berusaha untuk bersikap tenang dan selalu berfikir positif, berharap semua masalah dan kesalahpahaman di antara ia dan mertua nya segera/telah berakhir
"Nuan, Kemari lag sayang, peluk ibu" kata nyonya Rongrong dengan suara yang lirih namun masih bisa di dengar oleh Michael dan yang lain nya
Arman dan Simon yang menyaksikan semua adegan mengharukan di hadapan nya itu, mereka hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun mereka juga tak berfikir untuk ikut campur dalam urusan/permasalahan keluarga itu dan memilih diam menjadi penonton saja
Michael memberanikan diri untuk mendekat pada nyonya Rongrong, sesekali ia menatap ke arah Sang suami, erfan mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Michael, ia sangat faham bahwa saat ini dalam hati istri nya tengah menyimpan keraguan, namun erfan tak banyak berbicara, ia hanya tersenyum manis dan mengangguk untuk meyakinkan sang istri
"Nuan, maaf kan ibu, ibu tau kesalahan ibu terlalu banyak pada mu dan ibu berhak mendapatkan hukuman nya, jika kau ingin menghukum ibu maka hukum lah sesuka hati mu, ibu tidak akan melawan dan ibu tidak akan menyakiti mu balik" ucap nyonya Rongrong di sertai air mata nya yang sudah mengalir
__ADS_1
Michael tak tahan lagi untuk tidak meneteskan air mata, Ia terharu akan sikap lembut dari mertuanya saat ini, Baik erfan Naina dan Simon serta Arman yang menyaksikan semua itu juga ikut terharu dan meneteskan air mata
Sungguh sebuah pemandangan yang amat langka yang begitu Dramatis dan Mengesankan yang terjadi di siang itu
"Ibu, aku sudah memaafkan mu, Terima kasih karna sudah memaafkan ku juga, terima kasih karna sudah mau menerima ku sebagai menantu ibu" ucap Michael di sela Isak tangis nya
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG