Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 126


__ADS_3

Di kantor 'Zhou Group'


Tok tok tok "suara ketukan pintu di ruangan Aspri CEO"


"Masuk"


Klek "Ken apa kau sibuk" tanya seseorang yang tak lain adalah Naina


"Nona saya tidak sedang sibuk memangnya ada apa " tanya Ken seraya berdiri dan menarik sebuah kursi mempersilahkan Naina untuk duduk


Sebelum memulai pembicaraan Naina pun meletakkan tas kecil nya di atas meja kerja Ken dan duduk di kursi yang sudah tersedia


"Aku akan Langsung ke intinya saja, Ken aku sudah tau siapa pelakunya" ujar Naina yang menatap Ken dengan seksama


"Nona sudah tau, katakan siapa pelakunya" ujar Ken yang tak sabar


"Siapa lagi kalau bukan si tua Bangka AZhein dan anak buah nya"


"Apa,Tuan AZhein,? Nona anda tau dari mana kalau dia pelakunya"


tak banyak bicara Naina langsung memperlihatkan sebuah pesan yang di kirim oleh ibunya sebelum nya kepada Ken, Ken yang membaca isi pesan itu pun langsung terkejut

__ADS_1


"Jadi Nyonya besar sudah tau sejak awal kalau pelakunya Si tua Bangka itu, lalu di mana Nyonya besar sekarang" tanya Ken yang tiba-tiba membuat Naina tersadar akan ibunya


"Tunggu" Naina pun menjeda pembicaraan untuk sesaat dan ia bergegas untuk menelpon sang ibu


"Tut Tut Tut" (Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan)


Berkali-kali Naina mencoba menghubungi nomor ponsel ibu nya namun hanya suara operator yang selalu menjawab nya, Naina menjadi gelisah dan khawatir terhadap sang ibu, ia pun mencoba menelpon Ke nomor Telepon Orang rumah ( Rumah utama keluarga 'Zhou' )


Cukup lama ia menunggu dan akhirnya seseorang pun mengangkat telpon nya


"Hallo Dengan siapa" tanya seorang wanita yang tak lain adalah kepala pelayan keluarga 'Zhou'


"Nona bukan kah nyonya besar sedang di rumah sakit dan sejak tadi pagi beliau belum pulang"


"Apa tapi bukan nya ibu sudah pulang sejak tadi dan aku juga bertemu dengan nya di rumah sakit, apa bibi sudah mengecek nya di kamar" tanya Naina yang masih tak percaya


"Nona saya baru saja selesai membersihkan kamar nyonya besar dan beliau benar-benar tidak ada di rumah bahkan mobilnya pun tidak ada" ujar kepala pelayan itu yang berkata dengan sejujurnya


"Mobil, maksudmu ibu pergi dengan membawa mobil sendiri lalu di mana Arman"


"Kemarin malam Nyonya Rongrong menugaskan tuan Arman untuk pergi keluar kota, katanya ada yang harus di urus di perusahaan cabang jadi tadi pagi beliau berangkat sendiri ke rumah sakit, memang nya ada apa nona apa ada sesuatu yang terjadi dengan Nyonya" tanya kepala pelayan itu

__ADS_1


"Tidak bukan apa-apa, kalau begitu sudah dulu ya bi"


'TEP' Naina pun mengakhiri panggilan secara sepihak


"Nona ada apa, apa yang terjadi " tanya Ken yang merasa khawatir melihat raut wajah Naina yang berubah


"Ken kirim seseorang ke rumah sakit dan cek cctv di sana juga suruh dia melihat di area parkir mobil apakah mobil ibuku benar-benar sudah meninggal kan area Rumah Sakit


"Baik nona" ujar Ken yang tanpa basa-basi langsung melaksanakan perintah dari sang majikan


Namun tiba-tiba Naina dan Ken terlonjak saat mendengar suara panggilan telpon dari Ponsel milik Naina


"Hallo Nona Nai, kau di mana aku sudah berada di ruangan mu" ujar si penelepon yang ternyata adalah Jack


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2