
"Benar yang di katakan Nuan, Kami berdua akan selalu mendukung Kaka apapun keadaannya nanti, Eemm, ngomong-ngomong jika ka Zian sudah sadar lalu Bagai mana panggilan Lelaki bajingan itu masih melekat pada nya,,,,? Tanya erfan sambil mengerutkan kening nya seolah tengah berusaha mencair kan suasana agar tidak terasa tegang
"Hehee, Kaka rasa karna nama panggilan itu sudah melekat padanya sejak awal kami menikah, jadi tidak mudah untuk di lepaskan" ucap Naina sambil cengengesan, Michael hanya bisa tersenyum saat mendengar jawaban dari sang Kaka ipar yang menurut nya agak konyol
"Eemm, ka Boleh aku tanya sesuatu lagi" ucap Erfan tiba-tiba
"Tanya saja, jika Kaka punya jawabannya maka akan Kaka jawab" sahut Naina dengan santai sambil kembali melanjutkan sarapan nya
"Lalu sekarang apa Kaka tinggal di apartemen ( Apartemen milik pribadi erfan yang hanya di ketahui oleh Naina ). Dengan cepat Pertanyaan erfan langsung di jawab Naina dengan Gelengan kepala, Dan itu pun membuat erfan dan Michael merasa bingung sekaligus bertanya-tanya
"Lalu di mana Kaka tinggal sekarang" Giliran Michael yang bertanya
"Dua bulan Sebelum pulang ke tanah air, tepat nya setelah beberapa jam Kaka Dan Zian Resmi bercerai, Kaka langsung menghubungi Teman lama Kaka dan meminta bantuan nya untuk mengurus/membeli sebuah rumah pribadi untuk Kaka, Kaka sengaja membeli Rumah itu secara diam-diam, sebelum nya hanya Kaka dan teman Kaka yang tau tapi sekarang Kaka sudah mengatakan nya pada kalian dan sekarang kalian juga sudah mengetahuinya" Jelas Naina
__ADS_1
Michael terdiam sesaat setelah mendengar cerita Naina yang sebenarnya, tiba-tiba muncul bayangan 2 bulan yang lalu di mana saat Simon meminta ijin padanya untuk mengambil cuti beberapa hari karna ingin membantu teman lamanya mengurus jual beli rumah, ( Mengapa bisa kebetulan seperti ini, ah mungkin hanya perasaan ku saja ) Gumam Michael dalam hati
"Nuan, kau kenapa" Panggil Erfan yang menyadarkan Michael dari lamunannya
"Eehh, Ng nggak papa kok, kita lanjut sarapan nya lagi ya" ucap Michael yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan
erfan dan Naina pun hanya bisa mengangguk dan kembali melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda
Sementara ketiga nya masih manikmati momen sarapan pagi sambil Berbincang-bincang dan saling bertukar cerita hingga beberapa saat kemudian akhirnya acara sarapan pun telah berakhir, Erfan dan Michael kini tengah bersiap-siap akan pergi ke kantor, sementara Naina juga telah kembali (pulang) ke rumah nya.
Bianca sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor 'Zhou Group' tak lupa juga ia sudah menyiapkan Sebuah paper bag yang berisi sarapan pagi untuk erfan, Dengan langkah percaya diri, Bianca melangkah kan kakinya memasuki mobil yang sudah di sediakan khusus oleh Nyonya Rongrong untuk nya serta sopir pribadi yang selalu setia mengantarnya kemanapun ia pergi, namun sebelum itu tak lupa juga untuk Bianca berpamitan terlebih dahulu pada Nyonya Rongrong yang merupakan Bibi nya dan sekaligus ia anggap sebagai calon mertua nya,
"Tante, bi berangkat sekarang ya" pamit Bianca pada nyonya Rongrong
__ADS_1
"iya sayang, hati-hati di jalan ya" Sahut nyonya Rongrong seraya tersenyum manis pada Bianca ( Calon menantu nya )
Sementara di perjalanan menuju kantor 'Zhou Group' Mobil yang mengantar Bianca saat ini sedang Berhenti tepat di bawah lampu merah yang tengah menyala, sementara menunggu lampu berubah hijau Bianca pun Melihat-lihat jalan raya sekeliling nya dan tak sengaja menangkap sosok Sepasang pria dan wanita yang ia kenal, Tiba-tiba ia merasakan darah nya seolah mendidih dan kemarahan yang begitu memuncak, Hingga beberapa saat kemudian Lampu pun kembali hijau dan sopir pun kembali melanjutkan perjalanan, Sementara Mobil Erfan yang sebelumnya berada tepat di samping mobil Bianca juga telah berlalu
"Pak Tono, kita putar balik ke kantor papa saja" ujar Bianca tiba-tiba yang membuat Sopir pribadi yang bernama Tono itu merasa bingung
"Baik Nona" sahut nya yang terpaksa harus tetap mematuhi perintah sang majikan walau ia sendiri tidak tau apa yang terjadi.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG