Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 136


__ADS_3

"Itu artinya, dia juga tau tentang ibu yang di culik"


"Bukan Jason namanya jika dia tidak bisa memaksaku untuk mengatakan semuanya, dia tau aku tidak akan pergi begitu saja tanpa sebuah alasan yang jelas dan akhirnya ya begitulah, maafkan aku aku tidak bermaksud untuk me" perkataan Simon terhenti sejenak


"Mas ini bukan salah mu, aku tau kau juga sangat menghawatirkan keadaan ibuku, tidak masalah jika memang dia mengetahuinya" ujar Naina yang menyela ucapan Simon


"Oh iya, aku mau kerumah Sakit tadi Efan menelpon ku dan dia bilang Nuan sudah siuman, apa kau mau ikut" kata Naina lagi


"Oke" jawab singkat Simon


Tanpa di sadari oleh Naina bahwa apa yang dia dan Simon bicarakan saat ini telah di dengar oleh sepasang suami istri di sebrang panggilan sana (RS Medika Chentral)


"Sayang" panggil Lirih Michael yang melihat ekspresi sang suami yang terlihat tidak baik-baik saja


sampai beberapa saat kemudian Kedatangan Naina dan Simon telah di tunggu oleh sepasang suami istri itu


"Efan, Nuan" ucap Naina dengan ekspresi yang terlihat sumringah saat masuk ke Ruang rawat adik iparnya, namun tiba-tiba ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan sikap sepasang suami istri itu

__ADS_1


saat pertama kali ia dan Simon masuk, Raut muka Michael dan erfan terlihat sangat berbeda, keduanya terlihat menatap curiga terhadap dirinya


"Nuan, Efan ada apa" tanya nya


"Ka Nai jangan bersandiwara lagi aku dan Nuan sudah tau semuanya"


'DEG' naina merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak


"Efan, ap apa maksud mu, Kaka ti tidak tau apa yang kau bicarakan"


"Ka jangan berkelit lagi, aku sudah tau kalau kau berbohong, ibu tidak di luar negri dan sebenarnya ibu di culik kan" Ucap erfan yang berbicara dengan nada datar dan penuh penekanan


"Katakan padaku siapa yang telah menculik ibu, aku akan membunuhnya, katakan apa ibu sekarang baik-baik saja, aku akan mencari nya aku akan menemukan nya dan membawanya pulang, aku harus pergi sekarang"


Erfan sudah tersulut emosi dan tak mampu lagi mengendalikan dirinya, ia Berniat ingin pergi dengan tujuan ingin mencari sang ibu


"Erfan berhenti, jangan bertindak gegabah" ucap Simon yang berusaha menghentikan nya dengan menggenggam erat tangan Erfan

__ADS_1


"Lepaskan aku, aku harus menemukan ibu ku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya, aku akan membunuh orang itu karna telah berani menculik ibuku" Ucap erfan yang semakin meninggi


"Erfan Diam,! (bentak Simon yang sontak membuat semua terdiam)


"Kau bilang ingin membunuh nya, lalu apa kau tau siapa yang telah menculik ibu mu hah, erfan kau jangan gegabah seperti ini, masalah tidak akan bisa di selesaikan dengan emosi, Ken dan Jack juga yang lain nya saat ini sedang melakukan pencarian"


"Lalu apakah mereka menemukan ibu ku, aku tanya padamu mereka telah melakukan nya dengan sabar tapi apakah mereka sudah menemukan nya hah, Simon Katakan padaku"


Bukan nya diam dan menurut, erfan Justru malah semakin tersulut emosi, Dia terus menerus mendesak Simon dengan pertanyaan yang di lontarkan nya


"Erfan kau ingin tau siapa yang menculik ibu mu (menatap Erfan dengan seksama dan begitu juga sebaliknya)


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2