
Ting ( suara notifikasi masuk di ponsel milik Jack )
( Temui aku di kantor 'Zhou Group' sekarang juga dan ini sangat penting ) : Naina
Setelah membaca isi pesan itu Jack mengambil kunci mobil nya dan langsung bergerak pergi menuju 'Zhou Group'
________________
"Tuan saya membawa informasi dari rumah sakit, mata-mata kita bilang bahwa di rumah sakit saat ini hanya ada Erfan dan istrinya dan harus kah kita bertindak sekarang juga" tanya seorang pria bertubuh kekar dengan pakaian yang serba hitam melekat pada tubuhnya
"Lakukan sesuai dengan rencana awal dan pastikan tak ada yang menyadari apa yang kalian lakukan" ujar tuan AZhein yang berbicara datar tanpa membalik Tubuh nya menghadap anak buah nya
"Baik tuan" sahut pria itu,
__ADS_1
baru saja pria kekar itu berniat ingin meninggalkan ruangan Bos nya namun datang lagi seorang pria lainnya seraya Membawa sebuah amplop berwarna kecoklatan di tangan nya
"Tuan saya sudah melakukan tugas saya tepat seperti apa yang di perintahkan tuan dan ini saya membawa bukti untuk semua pekerjaan yang saya lakukan hari ini" ujar nya yang menyerahkan amplop itu pada bos nya
Sebuah Senyuman Tiba-tiba terukir di wajah tua Bangka AZhein, ia tersenyum puas saat melihat Beberapa lembar foto yang di dalam nya terdapat gambar seorang wanita Paruh baya yang tengah terikat di sebuah kursi dan di kelilingi dengan tumpukan barang bekas ( sampah ) di sekeliling nya, wanita itu tak lain adalah Nyonya Rongrong
Flashback on
( Zhein kau benar-benar tua Bangka keparat , Manusia yang serakah dan tidak tau terimakasih, kau sudah membuat hidup ku sengsara bahkan aku rasa hidup di penjara akan lebih baik dari pada hidup di dunia luar dengan kebebasan yang di batasi seperti ini, lihat bagai mana nanti aku akan membalas mu dan bahkan aku juga sudah mempersiapkan diriku sendiri meski aku harus mendekam di penjara seumur hidup ku itu akan lebih baik dari pada Membiarkan Bedebah seperti kamu berkeliaran di dunia ini ) batin Nyonya seraya melangkah dengan bergegas untuk segera menghindar dari mata-mata tuan AZhein
Namun bukan nya menjauh, orang itu justru malah semakin dekat dengan nyonya Rongrong, Nyonya Rongrong yang semakin kesal dan tak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak berhenti dan memilih menghadapi nya secara langsung
Saat menyadari bahwa nyonya Rongrong telah menghentikan langkah nya, seseorang itu pun seketika menghentikan langkahnya juga, seorang pria yang berpakaian serba hitam dan jacket serta topi yang menutupi bagian wajah nya agar tidak di kenali oleh siapapun, ia berhenti tepat di balik tembok pemisah antara ruangan dengan harapan bahwa Nyonya Rongrong tidak akan menyadari atau pun melihatnya
__ADS_1
"CUKUP, tidak ada gunanya anda bersembunyi di sana, jika anda benar seorang yang pemberani sebaiknya tidak perlu mengikuti saya dengan cara bersembunyi" Ujar Nyonya Rongrong yang berkata dengan suara lantang yang membuat pria itu terpaksa harus Berfikir keras untuk mempertimbangkan menghadapi nya atau tidak
Beberapa saat kemudian, tak ada kata-kata yang sempat di bahas di antara Mereka, Pria tak di kenal itu justru langsung mengambil tindakan dengan menyeret Nyonya Rongrong bersamanya dan membawanya ke suatu tempat.
Flashback off
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1