
"Baiklah, kalau begitu saya akan membiarkan mereka untuk menunggu anda" Jawab jenny pasrah tanpa berani membantah apa yang di katakan oleh CEO nya
Setelah mendengar Jenny yang mematuhi perintah nya, Jack pun menutup Panggilan telpon secara sepihak tanpa Memberitahu Sang lawan bicara, Sebuah senyum devil yang tercipta menghiasi wajah nya begitu saja, entah apa yang ia pikirkan tiba-tiba saja otak nya mencerna dan berencana untuk mengerjai klien nya sesekali, karna ia pikir selama ini ia tak pernah sama sekali membuat klien nya menunggu dan selalu ia yang menunggu karna biasanya ia selalu datang lebih pagi dan bahkan lebih awal dari Para karyawan ( bawahan nya )
"Setelah bertahun-tahun menjabat sebagai CEO, mengapa baru sekarang aku mengetahui manfaat dari kedudukan ku ini, hahaa, ternyata mengerjai klien sesekali lebih menarik" Kata Jack sambil tertawa puas
"Hhmm, tapi hanya untuk kali ini saja, aku tau ini bukan kebiasaan ku, lagi pula aku terlambat bukan karna kesengajaan ku, ini karna aku bangun kesiangan habis begadang di pesta tadi malam, baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi" gumam Jack kembali setelah ia menyadari apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan,
Ia pun segera menancapkan pedal gas dan mencari celah Di tengah jalan raya yang di padati dengan berbagai macam jenis kendaraan, Dengan kelihaian nya dalam berkendara, Jack mampu membelah jalan dan melewati Banyak kendaraan di depan nya sehingga ia mampu melalui Kemacetan dengan mulus dan Selamat, hingga beberapa saat kemudian ia pun telah tiba di Halaman Gedung perkantoran Cabang 'Start Wings'
Dengan sangat pelan dan hati-hati, Jack memarkirkan mobilnya di tempat Khusus yang telah di sediakan,
setelah memastikan mobil nya terparkir dengan sangat rapi, Jack bergegas memasuki kantor dan menemukan lift khusus Untuk petinggi perusahaan
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di lain tempat
Saat Michael dan erfan tengah manikmati sarapan mereka, tiba-tiba Terdengar suara bel yang berbunyi dan membuat erfan dan Michael seketika menghentikan suapan mereka
"Sayang, siapa yang datang bertamu pagi-pagi begini...?" tanya erfan
"Entah lah, biarkan aku yang membukanya" jawab Michael
Ternyata Oh ternyata, erfan di buat kesal setengah mati saat mengetahui siapa yang datang bertamu pagi-pagi di rumah nya
"Simon, ka Nai, Kalian ngapain pagi-pagi datang kesini, apa kalian gak sarapan sampai-sampai kalian mengganggu waktu sarapan kami...?" kata erfan yang kesal
__ADS_1
"Kau benar, kami memang belum sarapan, kalau begitu kebetulan sekali kami akan ikut sarapan di sini saja" kata Naina yang langsung menerobos masuk kedalam tanpa mempedulikan ekspresi wajah adiknya yang terlihat masam
"Hehee, Maaf fan, tapi Kaka mu memaksa ku untuk menemani nya datang kesini pagi-pagi dan aku tidak bisa menolaknya" ujar Simon yang cengengesan sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ya sudah lah, cepat masuk " ujar erfan yang mempersilahkan Simon untuk masuk, dan memaklumi apa yang di katakan nya, karna sejujurnya erfan sangat tau bagai mana sifat Kaka nya yang sangat keras kepala, jika ia sudah berkata maka takkan ada yang bisa membantah nya
"Uumm" jawab Simon singkat seraya menganggukkan kepalanya dan ikut masuk bersama erfan
Walau biasanya Simon dapat keluar masuk sesuka hati di apartemen milik Michael, namun kali ini situasi nya telah berubah, Simon sadar bahwa saat sekarang Michael bukan lagi seorang lajang dan kini dia telah memiliki suami jadi Simon sangat mengerti batasan nya saat ini.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG