
Sebagai seorang ayah yang menyayangi putri nya, tuan AZhein hanya bisa menatap Bianca dari kejauhan, entah mengapa dia merasa tidak tega saat melihat Sang putri semata wayangnya saat ini tengah tidak sehat ( sakit-sakitan ) setiap kali tuan AZhein menyaksikan depresi putrinya yang Kambuh maka ia akan merasakan sakit yang teramat pedih sehingga menimbulkan rasa dendam yang teramat mendalam pada Seseorang yang ia anggap telah menjadi penyebab putri nya Mengalami gangguan jiwa
"Zhou Erfan, aku akan membuat kau dan keluarga mu membayar satu persatu atas semua yang kalian lakukan pada putri ku, aku ingin kalian lebih menderita berkali-kali lipat dari pada apa yang putriku alami saat ini, tunggu dan lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu dan juga ibu mu nanti" Gumam nya dalam hati dengan perasaan yang memendam kebencian
Sementara di Ruangan Khusus di mana Bianca sedang di rawat,
Saat ini Bianca tak banyak berbicara atau pun bergerak Karna pengaruh obat penenang yang di berikan oleh dokter Beberapa saat yang lalu, Hanya saja ia tetap terjaga Walau dalam kondisi yang lemah sekalipun, Sorot mata nya yang memandang lurus ke langit-langit ruangan itu namun Terlihat Kosong tanpa beban dan hanya ada air mata yang mengalir Tanpa Tau sebab nya, Bahkan ketika Beberapa perawat yang mencoba mengajak nya bicara ( berkomunikasi ) namun Bianca tak pernah memberi respon sedikitpun yang ada hanya buliran cairan bening yang selalu mewakili jawaban atas pertanyaan yang di ajukan oleh Perawat itu
Setelah beberapa perawat itu Selesai dengan tugas nya, Tuan AZhein memberanikan diri untuk bertanya pada perawat itu tentang kondisi putri nya
"Suster, Apa sudah ada perkembangan dari kondisi putri saya saat ini...?" tanya nya dengan hati yang di paksakan untuk tetap terlihat tegar
__ADS_1
"Tuan, Menurut pengamatan kami Kondisi nona Bianca Masih sama seperti saat pertama kali ia datang, Tidak ada yang berubah dari kondisi nya, Dia tidak akan diam tanpa obat penenang yang kami berikan" kelas perawat itu
Hati Tuan AZhein Serasa Perih bak tersayat oleh pisau yang tajam ketika mendengar penjelasan Perawat tentang kondisi putri nya, bahkan dari jarak jauh sekalipun tuan AZhein dapat melihat Tubuh putri nya yang terlihat Kurus dan Lesu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ( Rs.Kasih bunda )
Seorang Dokter wanita paruh baya yang dengan cekatan Dalam Melakukan tugasnya, ia menjelaskan satu persatu tentang kondisi dan pertumbuhan Janin yang ada di perut Michael
"Tuan dan Nona, anda bisa melihat nya dari sini, ( menunjuk layar monitor ) Ini adalah buah hati kalian, menurut perhitungan saya saat ini usia janin sudah memasuki Minggu kelima dan pertumbuhan nya sangat normal dan sehat tak ada kurang satupun" jelas dokter Wanita itu
__ADS_1
Michael dan erfan tersenyum Menanggapi Penjelasan dari dokter itu, mereka menatap lekat ke arah layar Monitor dan fokus menyaksikan Perkembangan Buah hati mereka, setelah beberapa saat kemudian
Sementara Di Luar Rumah sakit saat ini Naina dan Simon tengah mengobrol Di sebuah Cafe yang terletak Tepat berseberangan dengan Rumah sakit itu
"Nai, Bukan kah kita kerumah Sakit untuk menemani Michael dan Erfan, tapi Kau mengajak ku kesini...?" tanya Simon yang keheranan karna Naina malah mengajaknya untuk minum di Cafe itu
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG