Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 123


__ADS_3

"Umm" ( Sahut Singkat Ken yang di sertai anggukan kecil )


"Lalu bagai mana rencana kita selanjutnya" tanya Jack


"Aku sudah memikirkan caranya, kau hanya perlu mengikuti instruksi dari ku" ujar Ken yang berkata dengan sangat yakin"


"Baiklah"


di sisi lain,


Nyonya Rongrong yang saat ini berada di Rumah sakit untuk menjenguk Putra dan menantunya,


"Efan" panggilnya pada sang putra


Erfan buru-buru menghapus air matanya dan menoleh kebelakang ketika mendengar seseorang menyebut nama nya

__ADS_1


"Ibu, sejak kapan ibu di sini"


"Ibu baru saja datang, bagai mana keadaan mu dan Nuan sekarang"


"Aku baik-baik saja Bu, Tapi Nuan..."


Nyonya Rongrong Mengambil tempat duduk di samping Kiri Michael dan tepat berhadapan dengan Erfan yang ada di samping kanan nya, nyonya Rongrong menatap iba pada sang menantu yang kini tengah terbaring tak berdaya di tempat tidur dengan banyak alat penunjang kehidupan yang terpasang di tubuh nya, sungguh air mata tak dapat tertahan di sebabkan rasa sakit yang teramat menyiksa serta penyesalan yang kini sudah tidak berguna


"Nuan maafkan ibu, ini semua salah ibu seandainya Ibu tidak melakukan kesalahan di masa lalu mungkin kamu dan erfan tidak akan seperti ini dan Zhein tidak akan menyakiti kalian"


Seketika Erfan tercengang saat mendengar apa yang di katakan oleh ibunya, sedangkan Nyonya Rongrong yang sedang terbawa suasana sehingga ia tak sadar telah mengatakan sebuah kebenaran yang sebelumnya tidak di ketahui oleh siapapun anggota keluarga kecuali dirinya


Untuk beberapa saat Nyonya Rongrong menyadari bahwa ia telah mengatakan sebuah kebenaran yang tidak seharusnya ia katakan saat ini


"Bu apa yang sebenarnya terjadi, ibu mengetahui tentang kebenaran nya tapi mengapa ibu menyembunyikan ini semua dari kami, ibu tolong katakan yang sebenarnya ibu berada di pihak yang mana"

__ADS_1


Nyonya Rongrong semakin terdiam dan tidak mengatakan sepatah kata pun, Ekspresi wajah nya yang menunjukkan seolah ia tengah merasakan ketakutan dan bisa berbuat apa-apa


"Aku sudah menduga sejak awal bahwa ini semua adalah perbuatan si tua Bangka itu, hanya saja sekarang aku bingung Ibu aku ini putramu dan Nuan adalah menantu mu, aku benar-benar tidak mengerti apa yang membuat ibu seperti ini, aku pikir ibu sudah berubah tapi mengapa ibu masih berada di pihak Yang lain"


"Efan apa yang terjadi, mengapa kau memarahi ibu seperti itu" tanya Naina yang langsung emosi saat baru saja tiba dan mendengar Suara erfan yang sedikit meninggi saat berbicara dengan ibunya


"Ka Nai sebaiknya kau tanya sendiri pada ibu tentang apa yang membuat aku sampai marah seperti ini, dia bahkan tidak mau buka suara walau sedikit pun meski ia melihat nya dengan mata kepala nya sendiri bahwa nyawa putra dan menantu nya hampir saja menjadi korban atas keegoisan nya"


Naina kaget mendengar pernyataan Adiknya ia menatap lekat penuh tanya pada sang ibu yang saat ini tengah menangis dalam diam dan menunduk di samping Michael, ia ingin marah namun dirinya juga tak bisa mengambil kesimpulan sebelum ia mendengar penjelasan dari sang ibu terlebih dahulu


"Ibu apa yang sebenarnya terjadi, tolong beri kami penjelasan tentang apa yang ibu ketahui, ibu sejujurnya aku tidak mau terjadi kesalahpahaman lagi di antara kita aku mohon pada ibu tolong mengerti dengan posisi kami saat ini" Kata Naina yang berbicara dengan bahasa yang lembut Dan berharap ibunya akan bicara


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2