Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 29


__ADS_3

"Pa maaf, Bi gak bermaksud untuk mengabaikan papa, tapi papa tau sendiri kalau bi juga merindukan ka Efan dan bi gak bisa jauh-jauh darinya" ucap Bianca dengan suara yang lirih/Manja sembari melonggarkan pelukannya dari sang papa


Tuan AZhein dapat merasakan ada yang tidak beres dengan sikap putri nya yang menurut nya tidak biasa "Sayang, katakan apa yang harus papa lakukan untuk mu....? tanya nya yang langsung to the poin


Bianca sempat terkejut saat mendengar pertanyaan sang papa yang dapat menebak dengan benar apa yang menjadi tujuan nya saat ini, namun dengan segera Bianca mengerti dan tersenyum lembut pada tuan AZhein, ia pun menceritakan semua nya secara detail tentang apa yang terjadi antara dia dan erfan juga ada Michael di antaranya,


tentu saja mendengar cerita dari putri kesayangan nya itu, membuat tuan AZhein menjadi geram


"Lalu apa yang kamu ingin papa lakukan untuk mu, apakah papa perlu menyingkirkan wanita itu atau....? tanya tuang AZhein dengan nada bicara yang dingin


"Bi gak tau bagai mana memperlakukan wanita itu, pokok nya Terserah papa mau melakukan apapun, yang penting dia harus pergi sejauh mungkin dari ka Efan kalau perlu dari muka bumi ini untuk selamanya, aku tidak mau jika sampai ada wanita lain yang akan merebut ka Efan dari ku, karna ka Efan hanya milikmu seorang" ucap Bianca dengan senyuman jahat yang tersungging di wajahnya

__ADS_1


"Baiklah, apapun yang menjadi keinginan putriku, maka itu menjadi sebuah kewajiban untuk aku memenuhinya, sayang kau tenang saja, serahkan semuanya pada papamu ini" ucap tuan AZhein dengan penuh keyakinan


"Terima kasih papa, kau adalah papa yang terbaik bagiku dan tak ada tandingan nya di seluruh dunia ini" ucap Bianca yang kembali memeluk sang papa


"Oh iya, jika kamu pulang tolong sampaikan pada Tante Rongrong mu, papa akan datang berkunjung di akhir pekan nanti, sekalian papa juga ingin membahas tentang perjodohan mu dengan erfan"


"Benarkah, oke papa bi akan sampai nanti pada Tante Rongrong, makasih papa makasih banyak, bi sayang papa" ujar Bianca yang kegirangan dengan apa yang di ucapkan oleh tuan AZhein


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Simon gelisah menunggu kepulangan Michael dari bekerja, berkali-kali ia melirik ke arah jam yang bergantung di dinding, sekarang sudah pukul 22:41 namun Michael masih belum pulang, Simon sangat khawatir dengan keadaan Nona bos nya itu,. Berkali-kali juga Simon telah mencoba menghubungi nya hingga mengirimkan pesan padanya namun Michael sama sekali tak dapat terhubung dan pesan yang dikirim Simon pun tak satupun yang dibacanya. "Nona, ayolah jangan membuatku khawatir, kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi,, ini sudah larut malam tapi kau masih belum pulang" gumam Simon pada dirinya sendiri,

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian Suara pintu terbuka menandakan seseorang baru saja tiba/masuk kedalam nya, Simon bergegas menuju pintu masuk dan benar saja, akhirnya ia bisa bernafas dengan lega saat melihat Michael yang baru saja pulang...


"Nona..." Ucap nya saat melihat Michael yang baru tiba


Michael Berbalik melihat Simon yang berdiri di belakang nya dengan raut wajah yang terlihat berantakan. "Simon, apa yang terjadi, mengapa wajahmu terlihat kusut seperti itu....? tanya Michael tanpa merasa bersalah sedikitpun


"Nona, di saat seperti ini kau masih bertanya ada apa dengan wajah ku, ( Memasang muka kesal ) kau lihat sudah jam berapa ini, ( sambil menunjuk ke arah jam dinding ) aku sangat mengkhawatirkan mu dan bisa-bisa nya kau masih bertanya dengan setenang itu pada ku"


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2