Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 116


__ADS_3

"Baiklah, setidaknya kita tunggu sampai proses operasi nya selesai, setelah itu kita Kabari saja pada Ibu mu" kata Simon


"Jangan, kalau bisa jangan katakan padanya sama sekali, biarkan dia tidak mengetahui soal musibah yang menimpa Efan dan Nuan, aku tidak mau ambil resiko jika sampai ibu ku kenapa-kenapa" kekeuh Naina


"Nai, menurutku lebih baik kita mengatakan yang sebenarnya sejak awal, jika sampai terjadi sesuatu pada Erfan dan Michael, bukan hanya Kamu yang akan di salahkan oleh ibu mu, tapi kita semua di sini juga akan di salahkan karna tidak memberitahu nya lebih awal"


"Nona, benar yang di katakan Simon, sebaiknya kita katakan saja yang sebenarnya pada Nyonya besar agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di kemudian hari" kata Ken yang setuju dengan pendapat Simon sementara Jack hanya diam dan menjadi pendengar yang baik, kalau pun ia ingin bicara, toh ia pikir tidak ada hubungan nya dengan dirinya karna ia berada di sana juga karna Michael yang merupakan sahabat baiknya yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri


Detik berganti Menit hingga jam, sudah 2 jam lebih Proses operasi berjalan namun tak kunjung menunjukkan tanda-tanda bahwa operasi akan selesai, sementara sesuai dengan apa yang di katakan Simon, mereka telah mengabari Nyonya Rongrong atas apa yang terjadi hingga akhirnya Nyonya Rongrong pun tiba di RS Medika Chentral setelah 1 jam Operasi berjalan,


saat ini Jika di hitung 3 kali sudah Nyonya Rongrong tak sadar kan diri ( pingsan ) akibat kekhawatiran nya yang melebihi batas normal, bagai mana tidak, saat ini putra kesayangannya serta menantunya tengah bertarung antara hidup dan mati, apalagi ketika ia mengetahui dari Naina kalau bayi yang ada dalam kandungan Michael tidak bisa di selamatkan, Nyonya Rongrong semakin histeris, Naina hanya bisa menangis menatap iba pada sang ibu yang kini tengah terbaring di ranjang pasien Rumah sakit itu

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Lampu di ruangan operasi Erfan pun telah padam dan hanya berselang beberapa menit di susul oleh lampu Yang padam di seberang nya ( ruang operasi Michael ) menandakan bahwa operasi kini telah selesai,


Naina bergegas menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi Erfan


"Dokter bagai mana keadaan adik saya,?" tanya Naina yang panik dan khawatir


"Nona, Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan lancar dan sekarang adik anda telah berhasil melalui masa kritis nya, tunggu sebentar lagi kami akan memindahkan nya ke ruang rawat dan anda bisa melihat nya di sana" kata dokter yang menjelaskan


"Dokter bagaimana keadaan teman saya, apa dia baik-baik saja,?" tanya nya dengan nada khawatir


"Tuan, mohon anda tenang dulu, Operasi nya telah berjalan dengan lancar, namun Karna ada sedikit kendala selama kami menjalani pengangkatan Janin nya, nona Michael berhasil di selamatkan namun saat ini beliau sedang mengalami koma" kata dokter seraya menunduk

__ADS_1


"Lalu, berapa lama Dia bisa melewati masa kritis nya dok,?" tanya Jack lagi


"Untuk itu kami tidak tau pasti, hanya tergantung pada seberapa besar keinginan nya untuk hidup namun kita hanya bisa pasrah dan berdo'a pada yang maha kuasa agar beliau Bisa segera melewati masa kritis nya"


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2