
Akhirnya setelah tiga hari diacuhkan nyonya Ratih, Pandu menerima permintaan bunda kesayangannya untuk memperistri Dewi. Dan hari ini dia berniat untuk menemui Dewi dan meminangnya.
******
Sementara itu dirumah bibi Dewi, atau biasa dipanggil bi Andin. Terlihat Dewi sedang melamun memikirkan nasibnya, hari ini ia tidak masuk kerja karena kepalanya pusing. Banyak hal yang harus dipikirkan dan yang paling mengganggu pikirannya adalah empat hari lagi dia akan menikah dengan mang Jali.
Tok,,,, tok,,,, tok,,,
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Dewi, sontak ia menghampiri daun pintu utama. Memeriksa siapa orang yang bertamu ke rumahnya. Cklekk. Pintu di buka nampaklah dua orang pria muda, seorang gadis kecil dan wanita paruh baya membawa beberapa keranjang buah dan benda lainnya. Benar mereka adalah Pandu dan asisten setianya Rendy juga tak lupa nyonya Ratih dan Disa.
"A-ada apa ini?" tanya Dewi.
"Apa kau punya kebiasaan membiarkan tamu di luar rumah?" tanya balik Pandu yang membuat Dewi kesal.
"Maafkan saya, mari silahkan masuk tuan" jawab Dewi dengan senyum kecut yang sangat terlihat di paksakan.
Setelah semua orang duduk, Dewi mulai bertanya tentang maksud dan tujuan keempat orang penting itu datang ke rumah kecilnya. Dan jawaban dari Pandu malah hanya dapat membuat Dewi kaget.
__ADS_1
"Apa!!!" kaget Dewi.
"Aduh kau ini tuli yah, kubilang aku datang kesini untuk melamarmu" jawab Pandu enteng.
"Tunggu tunggu" Dewi mulai mencerna apa yang barusan di dengarnya.
"Apa maksudnya ini?" tanya seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah bi Andin. Kedatangan bi Andin membuat semua orang yang sedang berkumpul di ruang tamu menoleh padanya.
Bi Andin adalah bibi dari Dewi, suaminya sudah meninggal setahun yang lalu dengan meninggalkan tumpukan hutang. Bi Andin biasanya berjualan kue dipasar, hari ini pembeli agak ramai hingga ia bisa pulang lebih cepat. Bi Andin bertanya tanya mengapa orang sekelas keluarga Lesmana datang kerumahnya.
"Apa maksudnya ini?" tanya bi Andin lagi karena tidak ada jawaban satupun dari mereka. Pandu menjawab pertanyaan bi Andin namun jawaban dari Pandu malah membuat bi Andin membulatkan matanya.
"Apa maksudnya kau dilamar oleh tuan Pandu Lesmana, Dewi?" tanya bi Andin setelah masuk kamar dan mengunci pintunya.
"Aku juga tidak tau bi, tiba-tiba dia datang sambil membawa keluarganya, dan katanya ingin melamarku. Aku juga kaget bi" jawab Dewi sejujurnya.
Huftt terdengar bi Andin menghela nafasnya panjang, kemudian melanjutkan pertanyaannya.
__ADS_1
"Lalu kau menerimanya?" tanya bi Andin lagi. Gelengan kepala menjadi jawaban dari Dewi.
"Sekarang pikirkan dulu Dewi, kau mau menerima lamaran tuan Pandu atau menikah dengan mang Jali?" ucap bi Andin. Kata kata bi Andin membuat Dewi mengingat bahwa kurang empat hari lagi sebelum pernikahannya dengan mang Jali.
"Tapi bi menurutku meski nikah sama mang Jali atau Pandu itu nggak ada bedanya. Sama sama nggak ada cinta di pernikahan ini" ucap Dewi setelah beberapa menit berpikir.
"Tapi setidaknya ada secuil harapan kamu bahagia jika menikah dengan Pandu. Jarak usia kalian hanya terpaut sekitar 5 tahun, sedangakan dengan mang Jali usia kalian terpaut 30 tahunan. Huh memang sebenarnya ini hutang pamanmu, harusnya bibi yang membayarnya " bi Andin menghela napasnya kemudian melanjutkan ucapannya. "Maafkan bibi karna telah menghancurkan masa mudamu nak, maafkan bibi" ucap bi Andin sambil terisak.
"Ti-tidak bi lagi pula aku dan ibu juga sudah banyak merepotkan bibi, bukankah sebagai keluarga harus saling membantu" ucap Dewi yang awalnya panik menjadi lebih tenang. Dewi nampak berpikir sebentar, dia memikirkan nasib dirinya.
*******
Sementara itu empat orang yang sedang menunggu diluar tak tampaknya sudah bosan, menunggu kembalinya Dewi dan bibinya terutama Pandu. Dia terus mengomel dan mengomel, hingga suara pintu terbuka menghentikan omelan Pandu. Dewi keluar dari kamarnya, menghampiri orang-orang yang sudah lama menunggu di ruang tamu. Sambil menunduk Dewi berkata.
"Maafkan saya sudah membuat anda sekalian menunggu lama, Saya........ "
Bersambung.......
__ADS_1
Wkwkwkwk maafkan othor karna jarang up dan waktu up malah digantung gini. Sebenernya othor belakangan ini rada buntu, jadi lagi nenangin pikiran. Insyaallah
setelah ini othor bakal rajin up yaitu 2 hari sekali. Papay all, jan lupa like dan komennya yak. I love you all.