Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 111


__ADS_3

"Zhou Rongrong, aku tau Aku dan mendiang istriku telah berhutang Budi pada mu karna kau telah membesarkan putri semata wayang kami, kau tenang saja cepat atau lambat Aku akan .membayar semua pengorbanan yang telah kau dan keluarga mu lakukan, mulai sekarang bersiaplah untuk menyambut sebuah penghormatan besar dari ku untuk mu dan juga Putra mu yang Sombong itu" Gumam Tuan AZhein seraya devil


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Simon, apa besok kau benar-benar akan kembali ke London,?" tanya Naina dengan nada bicara yang terdengar tidak bersemangat seperti biasanya


Simon tersenyum melihat raut wajah sang sahabat yang seolah tak merelakan kepergian nya


"Nai, aku pergi untuk kembali, kau tidak perlu khawatir dan sedih, lagi pula aku Pergi ke London untuk sebuah pekerjaan, kau tau saat ini Michael tidak bisa bepergian terlalu jauh dan bekerja sampai kelelahan jadi Untuk sementara waktu aku dan Jason yang akan memegang Kendali perusahaan"


"Simon, Bolehkah aku ikut dengan mu,?" ucap Naina yang tiba-tiba membuat Simon tercengang

__ADS_1


"Apa maksud mu, jika kau ikut dengan ku lalu bagai mana dengan ibu mu, kalian baru saja berbaikan jika kau meninggalkan nya lagi, maka kau akan membuat nya kembali kecewa dan terluka,?" kata Simon yang merasa Sahabat nya itu telah bersikap konyol


"Simon, Kau tau aku tidak memiliki teman di manapun dan kau adalah satu-satunya yang paling dekat dengan ku dan kau juga paling bisa mengerti aku, jika kau pergi lalu bagai mana aku akan menjalani hari-hari ku tanpa dirimu"


"Naina, tolong jangan berlebihan, kau masih punya erfan dan Michael, kau juga punya ibu yang selalu menyayangi mu, dan jika kau membutuhkan teman laki-laki, bukan kah juga ada jack dan Kenzo, kau bisa memilih salah satu dari mereka untuk bisa menemani mu kapan Pun dan di mana pun, aku yakin mereka tidak akan keberatan Untuk menemani mu"


"Simon, mengapa kau tidak peka sama sekali, apa Kau tau Aku menyukai mu" kata Naina yang tiba-tiba seraya menatap lekat sepasang mata emerald dan wajah tampan seorang pria yang kini berdiri tepat di hadapan nya, jika boleh jujur ia merasakan sangat sakit dan marah ketika sang sahabat yang tak mengerti dengan apa dia inginkan


Simon Tertegun sejenak ketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulut sang sahabat yang begitu dekat dengan nya


Tiba-tiba Naina langsung Tersenyum Miris menanggapi pertanyaan Simon,

__ADS_1


"Heh, Dasar pria tidak peka, bahkan saat aku sudah mengatakan nya dengan sangat jelas sekali pun, kau masih bertanya apa maksud ku,?! bukan kah sudah ku katakan Dengan sejelas-jelasnya dan harus kah aku mengulang nya lagi, Simon aku menyukai mu dan aku mencintaimu" kata Naina dengan tegas dan penuh penekanan di akhir kalimat


Simon masih terdiam dan tidak dapat mengatakan sepatah kata pun, ia masih merasa antara terkejut dan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan,


Tidak ada angin tidak ada Hujan tiba-tiba Ia mendapat sebuah pernyataan bahwa dirinya telah di cintai seorang Janda cantik dan kaya raya yang merupakan sahabat nya sendiri,


Simon masih belum bisa Percaya sepenuhnya dengan pendengar dan penglihatan nya, sehingga Berkali-kali ia mencoba menyakiti dirinya sendiri dengan mencubit kedua belah pipi nya secara bergantian dan tentunya perbuatan nya itu tak luput dari penglihatan Naina


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2