Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 98


__ADS_3

"Anak ku, ma'af kan ibu" ucap nyonya Rongrong dengan suara yang lirih di sela isakkan tangis nya


"Bu, Kau tidak salah, tidak seharusnya ibu meminta maaf pada kami, kami adalah anak-anak mu dan yang seharusnya meminta maaf itu kami, kami tidak mampu menjadi anak yang baik bagi ibu dan kami tidak bisa membahagiakan ibu, kami minta maaf Bu, maafkan Nai yang tidak berbakti pada ibu" Kata Naina


"Bu, Efan juga minta maaf sama ibu, Efan udah bikin ibu sakit hati, maaf karna aku tidak bisa menjadi anak yang penurut untuk ibu" kata erfan Yang memeluk ibu nya semakin erat


Sekian menit dan detik berlalu, beberapa saat kemudian Pelukan antara Kedua anak dan ibu itupun terlerai


"Bu, Ibu tidak seharusnya mengurung diri seperti ini ibu tidak boleh Sedih terus seperti ini, kami akan merasa sangat bersalah jika ibu terus menerus seperti ini" kata Naina


"Nak, maafkan ibu, Ibu tidak tau Harus berbuat apa sekarang selain meminta maaf pada kalian, bahkan ibu merasa tidak punya muka untuk menghadap kalian saat ini, ibu menyadari bahwa selama ini betapa serakah nya ibu yang selalu haus akan harta dan kekuasaan sampai-sampai ibu rela mengorbankan kalian dalam hal ini, ijinkan ini untuk menebus semuanya, ijin kan ibu untuk menebus semua dosa dan kesalahan yang ibu lakukan di masa lalu yang membuat kalian hidup sengsara"


"Bu cukup, tidak ada yang perlu ibu sesali dan tidak ada kesalahan yang perlu ibu tebus, biar bagai mana pun kami sebagai anak-anak mu juga turut bersalah dalam hal ini, yang lalu biarlah berlalu dan sekarang cukup lah ibu berubah dan merenungkan Segala yang terjadi di masa lalu dan jadikan itu semua sebagai pelajaran yang berharga yang akan selalu di ingat oleh kita semua untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi" kata erfan yang berusaha bersikap bijak

__ADS_1


"Yang di katakan Efan benar Bu, sekarang lebih baik kita melupakan semua yang telah berlalu dan memulai Semua nya dari awal lagi dengan menjadi keluarga yang utuh dan bahagia" Ucap Naina yang di respon oleh nyonya Rongrong dengan anggukan tipis


"Oh iya aku hampir lupa lagi, Ibu aku punya satu kabar bahagia untuk Disampaikan dan aku berharap ibu menyukainya " kata erfan yang menatap sang ibu dengan tatapan penuh harap


"Apa itu...?" tanya Nyonya Rongrong


Erfan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan sebelum ia mengatakan yang sebenarnya pada sang ibu


"Ibu, istriku Hamil"


Dua detik


Tiga Detik

__ADS_1


"Apa, Ma maksud mu, Nuan Hamil,?" Tanya ulang Nyonya Rongrong yang mencoba memastikan pendengaran nya Namun tetap dengan ekspresi wajah yang datar sehingga membuat erfan merasa was-was


"I iya Bu, Nuan Hamil" Ucap erfan yang tiba-tiba merasakan keraguan dalam hati nya saat melihat respon sang ibu yang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan


Namun ketika ekspektasi terlihat jauh dari Realita, Wajah Nyonya Rongrong yang semula terlihat Datar, kini tiba-tiba berubah Berbinar Seketika,


"Efan, kau tidak sedang berbohong kan, itu berarti ibu sebentar lagi akan menjadi seorang nenek" kata Nyonya Rongrong seraya tersenyum dan merasa sangat bahagia,


tentu saja Respon nya yang tiba-tiba berubah itu telah berhasil membuat Naina dan erfan Terkejut dan hampir tak percaya dengan apa yang mereka lihat


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2