
Jack dan Simon saling melempar tatap dan tersenyum satu sama lain, mereka Tertawa Saat mendengar pertanyaan konyol yang di lontarkan oleh Naina
"Nai, ini bukan masalah Sahabat atau saudara melainkan tentang keadilan, Michael tidak memilih salah satu dari kami untuk memimpin 'Start Wings' itu bukan karna ia tidak percaya, tapi karna dia yang selalu berfikir matang sebelum bertindak dan selalu mengutamakan keadilan" kata Jack
"Maksud mu,?" tanya Naina yang belum mengerti
"Maksud ku, kami bertiga sudah berteman selama bertahun-tahun dan tentunya kami juga dapat mengerti sifat dari masing-masing kami, Michael adalah tipe sahabat yang selalu memikirkan kebaikan dan keutuhan kami dalam berteman, demi untuk mencegah perselisihan di kemudian hari hanya karena di sebab kan oleh ambisi dan keserakahan, dia tidak mau persahabatan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun akan hancur begitu saja" jelas Simon
__ADS_1
"Tapi bagaimana pun juga kalian adalah teman baik, Aku percaya kalian tidak akan melakukan perbuatan hina seperti itu" ujar Naina yang masih tak begitu mengerti
"Tak ada yang bisa menjamin seseorang akan selalu baik hingga akhir, kebanyakan dari sifat manusia jaman sekarang, ketika sudah kaya dan bergelimang harta, maka tak hanya Sombong tapi juga mungkin ia tak dapat mengendalikan keserakahan dan Ambisi nya untuk mendapatkan lebih banyak lagi, aku rasa aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar padamu, tentang apa yang ku katakan barusan kau pasti sudah mengerti" ujar Simon lagi yang membuat Naina terdiam seraya mengangguk beberapa kali
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu berlalu begitu cepat, erfan merasa Hari-hari yang telah di lewatinya begitu sangat lama, Kini ia sudah di nyatakan sembuh total oleh dokter Setelah mendapatkan perawatan medis selama dua Minggu, dan juga telah di ijin kan untuk pulang, Namun erfan sama sekali tak berniat untuk meninggalkan sang istri walau sedetik pun,
__ADS_1
"Sayang, Hari ini Dokter mengatakan bahwa aku sudah sembuh total dan sudah bisa pulang, tapi aku mengatakan padanya bahwa aku tidak ingin pulang dan aku hanya ingin tetap disini untuk menemani mu sampai kau bangun dan kita akan pulang bersama, bukan kah kau sudah berjanji bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan aku lagi, maka aku mohon bangun lah dan ikut pulang bersama ku, Kita akan pulang ke rumah Baru kita, aku sangat merindukan mu dan kau tau, aku juga sudah memerintahkan pada Ken agar mencari Pelayan untuk bekerja di rumah baru kita, biar kau tak perlu mengurus pekerjaan rumah dan hanya fokus pada pekerjaan mu, sayang aku mohon bangun lah, Kembali lah pada ku, aku menunggu mu, Dan Semua teman-teman yang Keluarga kita sudah tidak sabar untuk menunggu mu kembali"
Di balik pintu, Tanpa erfan sadari saat ini Nyonya Rongrong telah mendengar semua yang di katakan oleh putranya, dia pun tak kuasa menahan air matanya dan ikut menangis Prihatin melihat Sang putra dan menantu nya yang sangat menderita
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG