
"Boleh lah aku bertanya sesuatu pada mu...?" tanya Naina yang menatap penuh harap pada sang sahabat
Simon hanya bisa mengangguk dalam diam dengan rasa keterkejutan nya
"Aku tak ingin menunda waktu mu lebih lama lagi dan aku akan langsung To the poin saja, Aku hanya berharap kau akan menjawab pertanyaan ku dengan jujur, apa sebenarnya hubungan mu dengan Nona Michael"
untuk beberapa saat Simon Terdiam dan merasa bingung, ia benar-benar tidak tau harus berkata apa dan bagai mana cara menjelaskan pada Naina tentang hubungan nya dengan Michael, kali ini ia benar-benar merasa Mati kutu dan tak tau apa yang harus dilakukan nya, di sisi satu ia sudah berjanji untuk menutupi dari siapapun tentang siapa Michael sebenarnya namun di sisi lain ia mengerti akan posisi Naina saat ini, Simon mengerti Sebagai seorang kakak tentunya Naina pasti ingin membantu sang adik Dalam masalah yang di hadapi yang saat ini
"Simon jawab aku, jangan diam saja begini jika kau masih menganggap ku sebagai sahabat mu, aku mohon jangan membuat aku merasa bersalah pada adik ku, jika benar kau dan Michael memiliki hubungan spesial Maka jangan mempersulit keadaan Erfan lagi, selama ini dia sudah cukup menderita, aku tidak bisa melihat dia Menderita lagi" Ucap Naina yang Luruh dan tertunduk di sertai Air mata nya yang akhirnya Tumpah tak tertahan lagi,
Simon menjadi serba salah dan bingung harus berbuat apa, dia benar-benar Merasa Buntu dalam situasi yang saat ini di hadapi nya, saat Simon Beranjak Ingin membantu Naina untuk berdiri lagi namun Tanpa di duga di saat yang bersamaan
"Simon Aku" ( Ucap seseorang yang berdiri di depan pintu dan itu tak lain adalah MICHAEL )
__ADS_1
saat hendak masuk Langkah Michael tiba-tiba terhenti kala melihat seorang wanita yang Tak asing baginya yang saat ini tengah Berlutut di lantai sambil menangis dan tak jauh dari tempat Simon berdiri, saat mendengar suara Michael yang memanggil nama Simon, wanita itu pun mengangkat kepalanya dan seketika tertegun untuk sesaat
"Michael" Gumam Naina dengan tatapan mata yang penuh dengan kilatan Amarah
"Ka Nai" Ucap Michael Yang merasa bingung
Tanpa Aba-aba, Naina langsung berdiri dan berjalan mendekat pada Michael yang masih berada di Depan pintu hingga ia terhenti dan hanya menyisakan jarak beberapa senti dari keduanya
"Ka Nai"
"Ka Nai aku akan menjelaskan semuanya "
"Menjelaskan apa Hah, Michael ku tegaskan padamu, Selama 7 tahun kamu meninggalkan adik ku dan dia sudah sangat menderita selama itu, kali ini aku tidak akan membiarkan kau menyakiti nya lagi, aku peringatkan padamu cepat atau lambat aku pasti akan membuat mu merasakan akibatnya, aku akan membuat kamu merasakan apa yang adikku rasakan selama 7 itu, aku pastikan kau akan membayar semuanya " ucap Naina yang benar-benar sudah di kuasai oleh kabut amarah nya,
__ADS_1
"Ka Nai aku akan menjelaskan semuanya pada mu, aku tidak berniat sedikitpun untuk menyakiti erfan, ka nai tau sendiri bahwa saat ini erfan adalah suami ku, mana mungkin aku tega menyakiti nya, aku melakukan ini semua demi agar bisa membantu nya"
"Membantu apa hah, Membantu Erfan dengan menjual dirimu pada pria ini ( menunjuk ke arah Simon ) itu yang kau sebut membantu, Heh dari awal aku sudah ragu dengan keputusan erfan untuk menikah dengan mu namun sebagai seorang kakak aku tidak ingin melihat adik ku menderita lagi, ku pikir setelah 7 tahun berlalu kau akan berubah namun ternyata aku salah, kau tetaplah wanita murahan yang hanya Menginginkan Uang "
"Naina Cukup...!" Bentak Simon yang seketika membuat Naina menghentikan Ucapan nya
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1