Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 28


__ADS_3

"Apa maksud mu, mengapa bisa begitu...? tanya Michael yang tidak mengerti


Erfan terdiam sesaat dan tak menjawab langsung pertanyaan yang di lontarkan oleh Michael Padanya dan itu malah membuat Michael semakin penasaran.


"Erfan, kau menyembunyikan sesuatu dariku, tak apa jika kau tak bisa mengatakan nya sekarang, aku bisa mengerti itu, aku akan bersabar untuk menunggu sampai kamu benar-benar siap untuk berbagi segala hal dengan ku" ucap Michael yang mencoba memahami sikap diam Erfan


"Sayang, maafkan aku tapi percayalah, aku melakukan ini semua demi kebaikan keluarga 'Zhou' dan masa depan kita" ucap erfan yang merasa tak enak pada sang kekasih


"Tak apa, aku bisa mengerti itu" ucap Michael lirih walau dalam hati ia merasa sedih karena erfan masih belum bisa percaya sepenuhnya pada dirinya


Erfan kembali membawa Michael kedalam pelukan nya untuk sesaat, ( maaf kan aku sayang, aku belum bisa jujur sepenuhnya padamu, suatu saat kau pasti akan tau bahwa aku tidak mudah seperti apa yang kau lihat, aku sendiri pun tidak pernah tau berapa banyak musuh yang ada di depan ku saat ini, tapi yang pasti selama kau berada di samping ku, aku akan selalu berusaha untuk tetap menjaga dan melindungi mu juga mempertahankan 'Zhou Group' dan keluarga 'Zhou' ) gumam erfan dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


DI SISI LAIN...


Seorang pria paruh baya yang tengah duduk di kursi kebesaran nya sambil memainkan sebuah bolpoin di tangan nya, wajah nya yang terlihat datar dan dingin Tak berekspresi sedikitpun, walau di usia nya yang sudah menjalani setengah abad namun tak melunturkan sifat angkuh dan arogan nya sedikit pun, di usianya yang semakin hari semakin bertambah, juga membuatnya semakin haus akan harta dan kekuasaan, ia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, apalagi jika itu menyangkut hidup dan kebahagiaan putri semata wayang nya, meski harus ada yang di korbankan ia akan tetap melakukan nya,,,


"Tuan, di bawah ada Nona muda yang datang ingin mengunjungi anda" ucap seorang pria muda sembari menunduk hormat pada pria paruh baya itu


Tiba-tiba Muncul sebuah senyuman tipis yang tersungging di wajahnya yang sebelumnya terlihat datar. "Aku tau ini bukan kebiasaan putriku, bukankah sebelumnya dia sering datang dan bisa masuk sesuka hati nya tanpa meminta ijin terlebih dahulu, kali ini aku rasa ada sesuatu yang terjadi dan dia membutuhkan bantuan ku, kalau begitu suruh saja dia masuk " ucap nya pada pria muda yang di ketahui adalah asisten pribadinya


"Baik tuan" ujar pria muda itu yang kemudian berlalu meninggalkan Tuan nya


"Nona, tuan besar memerintahkan agar anda segera keruangan nya"


Tak ada jawaban sekalipun dari mulut Bianca, ia langsung saja berdiri dan berlalu dari hadapan Ajie ( nama asisten pribadi papa Bianca ) "Huhh, anak dan ayah sama saja, sama-sama sombong dan tak punya rasa hormat pada orang yang lebih tua, jika bukan karna untuk balas Budi, mungkin aku sudah pergi jauh tempat ini " gumam Ajie samar

__ADS_1


Di ruangan Presiden direktur...


"Papa" ucap Bianca dengan setengah berteriak sambil berlari memeluk sang papa


"papa, bi kangen sama papa" ucap Bianca sambil bermanja-manja dengan sang papa


"sama sayang, papa juga merindukan mu, mengapa kau baru mengunjungi papa sekarang, bukan kah kau sudah lama berada di kota ini"


"Pa, maaf."


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2