
"Hari Itu adalah hari yang teramat menyedihkan bagi kami, Di mana hari itu kami telah mendapat kabar bahwa rumah tempat ayah menginap telah terbakar hingga hangus tak tersisa dan di temukan nya tiga mayat orang dewasa dan salah satunya adalah ayah ku"
"Semenjak Hari itu, setiap kali hari ulang tahun ibu tiba, dia akan sangat marah besar jika di antara kami ( aku atau erfan ) tidak pulang ke rumah, dia selalu merasakan kekhawatiran yang teramat besar, dia selalu bilang bahwa dia tidak menginginkan sebuah perayaan besar untuk ulang tahun nya tapi dia hanya tidak mau jauh dari kami Karena jika hari besar itu tiba alasan nya karna dia tidak mau terjadi suatu hal yang buruk seperti yang ayah alami waktu itu ketika jauh dari nya"
"Dan semenjak Hari itu juga, sikap dan perilaku serta tindakan ibu semuanya berubah drastis, Keinginan dan ambisinya dalam Mencapai kesuksesan semakin besar bahkan dia rela melakukan apa saja demi agar tujuan nya bisa tercapai, salah satu nya adalah menjadikan aku sebagai senjata untuk ia mendapatkan tanda tangan kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan besar kala itu"
"Aku pikir Ibu sangat menyayangi aku dan erfan sehingga ia sangat mengkhawatirkan kami, namun siapa sangka kekhawatiran nya itu hanya berlaku pada Erfan dan tidak pada diriku"
"Tunggu, bukan kah kau bilang ibu mu selalu mengatakan bahwa ia tidak mau terjadi suatu hal yang buruk pada putri dan putra nya, lalu mengapa dia Malah tega Membiarkan mu terjebak dalam masalah ( pernikahan yang tidak kamu inginkan )...?" tanya Simon yang semakin merasa Bingung dengan Alur cerita yang di katakan oleh Naina
__ADS_1
"Sebelum nya aku juga tidak mengerti mengapa dia bersikap tidak adil pada kedua anak nya, hingga bertahun-tahun kami hidup dalam kesalah pahaman yang tidak terselesaikan, aku sempat membenci nya karena dia selalu berusaha mengatur Kehidupan pribadi ku dan juga Erfan, bahkan dia seenaknya ingin mengatur pernikahan Dan dari kami masing-masing, tujuan nya tidak lain hanyalah untuk keperluan bisnis dan semua yang menyangkut anak-anak nya Hanya di artikan Bisnis bagi nya, sekarang aku mengerti mengapa dia memperlakukan aku dan erfan secara berbeda, Karna aku dan erfan bukan lah orang yang sama, dia tidak bisa mengatur ku dan memegang kendali hidup ku sedangkan untuk erfan dia bisa melakukan apa saja dan apa saja yang dia perintahkan akan erfan turuti, namun siapa sangka ternyata adik ku itu juga lelah Dengan hidup nya yang selalu di atur oleh ibu"
Setelah beberapa saat Naina bercerita dengan sangat panjang lebar hingga hampir saja ia melupakan waktu
"Oh tidak, mengapa aku jadi curhat begini, ini akan memakan waktu yang lama, Simon kenapa kau Tidak menyadarkan ku" kata Naina yang tiba-tiba tersadar
Simon Tak berbuat apapun atau pun merasa bersalah dengan keadaan
"Huhh, sudah lah sekarang mari kita temui Efan dan Nuan" ujar Naina yang memilih untuk segera Pergi
__ADS_1
"Eh, kau tidak membeli apapun...?" tanya Simon
"Tidak jadi,u sudah punya ini" kata Naina sambil menenteng sebuah Gantungan kunci di tangan nya
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG