
"Sayang" (Suara Lirih yang tiba-tiba memecah keheningan)
Erfan terkejut saat mendengar suara itu, Rasa bahagia yang tak dapat di gambar kan dengan apapun, sebuah senyuman terukir di wajah manis sang istri yang akhirnya membuka mata setelah sekian lama tak sadarkan diri dan bertahan hidup hanya dengan bantuan alat medis
"Sayang kau bangun, sayang benarkah apa yang ku lihat ini, kau sudah bangun, kau sudah siuman"
Air mata bahagia tak dapat terbendung lagi, erfan tak mampu lagi menahan dirinya dan langsung menghambur memeluk sang istri, Kesabaran yang tak kenal lelah akhirnya telah berbuah manis, suara Isak tangis haru memenuhi isi ruangan dan tak ada kata-kata yang mempu terucap kecuali Peluk dan cium yang menghujani tubuh dan wajah Michael hingga tanpa sadar apa yang di lakukan erfan hampir saja membuatnya kehabisan Nafas kembali
"Sa sayang, nafas ku sesak" ucap lirih Michael yang sontak membuat erfan tersadar dan melerai pelukan nya seketika
"Ma'af, ma'af kan aku sayang, aku terlalu bahagia"
Michael tersenyum melihat tingkah suaminya yang tidak bisa mengontrol diri, namun tiba-tiba ia tersadar dan teringat akan mimpi nya beberapa waktu yang lalu, spontan tangan nya langsung menyentuh perut nya yang sudah rata, erfan yang melihat reaksi sang istri yang tiba-tiba berubah, ia menyadari Raut wajah itu telah menunjukkan ekspresi kesedihan
__ADS_1
"Sayang" Kata erfan yang tak dapat melanjutkan kata-katanya
Perlahan buliran cairan bening mengalir membasahi pipi seorang Michael, Namun sesaat kemudian sebuah senyuman manis terukir di wajah itu yang tentu membuat Erfan merasa bingung untuk sesaat
"Aku melihatnya, aku senang setidaknya aku sudah melihat nya sebelum kami benar-benar berpisah" kata Michael yang tanpa ia sadari perkataan nya itu membuat suaminya merasa merinding
"Sa sayang apa yang kau katakan" tanya erfan bingung
"Putra kita" kata Michael lagi yang semakin membuat Erfan kebingungan
"Beberapa waktu yang lalu aku melihatnya dan dia sangat tampan tapi sepertinya Tuhan tidak mengijinkan kita untuk merawatnya lebih lama sehingga dia harus pergi lebih dulu dari kita"
Erfan semakin merasa was-was saat melihat sikap sang istri yang tidak biasa, kekhawatiran menyerang seketika di hatinya, pikiran negatif pun mulai menyelimuti seisi kepalanya, tanpa menunggu lagi erfan langsung bergerak memanggil dokter untuk memeriksa keadaan istri nya
__ADS_1
_______
"Dokter bagai mana keadaan istri saya"
"Tuan erfan saya turut bahagia untuk kalian, saya sangat percaya bahwa karunia Allah benar-benar nyata, Dia telah menunjukkan sebuah keajaiban di depan kita semua, menurut hasil pemeriksaan secara menyeluruh, keadaan Nona Michael sekarang sudah cukup sehat dan hanya menunggu beberapa hari lagi untuk pemulihan setelah itu Nona Michael benar-benar di nyatakan sembuh"
"Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah "
Tanpa aba-aba Erfan langsung mengucap syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah di berikan oleh Nya
kebahagiaan yang tak dapat di gantikan dengan apapun
"Tuan erfan, nona Michael kalau begitu kami permisi dulu, kalian boleh beristirahat dengan tenang dan jangan memikirkan hal yang berat dulu, biarkan semua tenang dan kembali normal seperti sedia kala" kata dokter dengan senyuman tulus nya yang ikut merasakan kebahagiaan terhadap pasangan pasien nya
__ADS_1
"Baik dok, terimakasih banyak" kata Erfan