Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 92


__ADS_3

"Mang seharusnya nya seperti ini lah Nai, hari ini kan hari libur jadi wajar kalau sesekali orang-orang ingin mencari kesenangan di luar" sahut Simon yang santai


"Hari Libur...? Astaga Gawat Mengapa aku melupakan nya" Gumam Naina yang merutuki dirinya sendiri karna telah melupakan sesuatu yang sangat penting


"ada apa Nai...?" tanya Simon pada Naina


namun Naina malah tak menggubris Pertanyaan sang sahabat, dia malah Langsung berlari menyebrangi jalan saat ia melihat celah dan tak mau menyia-nyiakan nya, Simon pun juga ikut bergegas menyusul nya dan langsung menuju ke tempat di mana erfan dan Michael sudah menunggu mereka


Naina dengan Nafas nya yang masih ngos-ngosan memasuki Mobil dan ia tak dapat lagi menyembunyikan kekhawatirannya terhadap suatu hal yang sangat penting, Begitu juga dengan Simon yang malah mengkhawatirkan Naina yang menurut nya telah terjadi sesuatu yang tidak beres dengan sikap sahabat nya yang tiba-tiba berubah


"Ka Nai, kau bilang sebelum 5 menit sudah ada di sini tapi sekarang malah lebih 5 menit kami menunggu


"Efan, sekarang belum waktunya untuk berdebat, cepat nyalakan mobil nya dan berangkat sekarang, kalau tidak maka habis lah kita semua" kata Naina yang masih berusaha memburu nafas nya dan suara yang terdengar bergetar

__ADS_1


meski sebenarnya erfan masih ingin memarahi Kaka nya itu, namun saat melihat Raut wajah kekhawatiran yang tersirat di Wajah Naina membuat erfan tanpa banyak protes langsung menghidupkan mesin mobil nya hingga melaju meninggalkan Area parkir rumah sakit,


di tengah perjalanan, erfan tak mampu menahan diri untuk tidak bertanya apa apa dengan Kaka nya itu


"Ka, apa yang terjadi, mengapa kau dan simon Berlari sampai ngos-ngosan Seperti itu, udah kaya di kejar debkolektor aja" ujar erfan


"Debkolektor pala mu Pe'a, Efan hari ini adalah hari ulang tahun ibu dan kita malah melupakan nya, aku rasa kiamat sudah Hidup kita, sebentar lagi ibu pasti akan menelpon dan menceramahi kita, syukur-syukur kalau cuma di ceramahi, kalau gak di anggap anak lagi maka Musnah lah sudah hidup ku " kata Naina yang langsung Merutuki kebodohan nya yang melupakan hari penting bagi sang ibu tercinta


"Kalau begitu sekalian saja kita langsung menuju Rumah Tante, jangan di tunda lagi" usul simon


"Simon benar, Erfan cepat menuju ke Arah rumah utama, nanti bisa-bisa Ibu Akan kecewa pada kita jika kita terlambat untuk menemuinya " kata Naina yang semakin panik


"Ka, Sabar saja tidak perlu terburu-buru, Sebaiknya kita Mampir untuk membeli sesuatu, kalau kita datang dengan membawa tangan kosong, entah apa yang ibu pikirkan bisa-bisa beliau semakin marah dan kecewa pada kita" Kata Michael yang tiba-tiba Membuat erfan dan Naina tersadar

__ADS_1


"Astaga, aku melupakan nya, Nuan terimakasih sudah mengingatkan ku, kalau begitu Efan kita berhenti di mall depan sana, setidak nya kita bisa membeli hadiah kecil untuk ibu"


"Oke" jawab erfan singkat


Setelah beberapa saat mereka telah tiba di sebuah pusat perbelanjaan di kota J, Michael bersama erfan sedangkan Naina yang pergi dengan Simon, mereka memutuskan untuk saling berpencar agar bisa menyingkat waktu


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2