Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 130


__ADS_3

"Nuan kau tidak bisa tinggal di sini, ini bukan tempat mu yang seharusnya dan kau harus segera kembali"


"Tapi Bu aku ingin tetap disini, aku mohon biarkan aku tinggal bersama mu dan merawat anakku" ujar Michael yang masih kekeuh dengan pendirian nya


"Nuan dengarkan baik-baik Nak, ibu tidak bermaksud untuk melarang mu tinggal di sini, hanya saja belum waktunya, coba kau lihat di sana (menunjuk ke belakang Michael) dia masih membutuhkan mu dan banyak lagi mereka yang masih membutuhkan dirimu dan kau tidak bisa pergi begitu saja"


Michael berbalik melihat kebelakang ke arah yang di tunjuk oleh sang ibu, dia pun melihat Sang suami yang saat ini tengah Menagih berlinang air mata seraya menggenggam erat tangan nya, Seketika Michael mengangkat satu tangan nya sendiri dan menyadari bahwa ia merasakan sentuhan lembut dari tangan itu dan hangatnya air mata yang membasahi nya


Tatapan ragu dan bimbang terhadap apa yang ada di hadapan nya, namun sekali lagi sang ibu mencoba meyakinkan nya agar ia segera kembali


"Nuan percayalah pada ibu, putra mu sudah di takdirkan untuk pergi lebih awal dan Tuhan sudah menyiapkan masa depan terbaik untuk mu dan juga suamimu, kembalilah nak jangan biarkan suamimu bersedih"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


suasana Haru di dalam ruangan dan hanya terdengar Isak tangis pilu dari seorang pria yang saat ini tengah memeluk erat lengan sang istri,


Walau di sertai air mata yang mengalir, erfan tak menyerah untuk tetap mengajak bicara istrinya dengan penuh semangat dan harapan yang besar, berharap akan ada suatu keajaiban yang bisa membuat Michael terbangun kembali


________


Di sisi lain


Nyonya Rongrong hanya bisa pasrah dengan air mata yang tak mampu ia tahan, tubuh nya yang sudah mulai melemah tanpa ada rasa bersemangat untuk melewati jalan hidupnya


Suara langkah kaki seseorang yang perlahan mendekat dan semakin mendekat ke arah nya,Nyonya Rongrong dapat merasakan suara Langkah kaki itu telah berhenti tepat di hadapan nya


Bau wangi parfum yang begitu menyengat dan mampu mengalahkan bau busuk sampah di sekeliling nya, nyonya Rongrong dapat merasakan wangi itu sangat familiar meskipun ia tidak bisa melihat nya karena wajah yang di tutupi dengan kain hitam, namun ia bisa mengetahui dengan sangat jelas bahwa wangi parfum itu adalah milik tuan AZhein

__ADS_1


Sebuah tangan kekar yang tanpa basa-basi langsung mencengkeram erat kedua belah pipi nyonya Rongrong sehingga mampu membuat ia meringis menahan rasa sakit


"Katakan apa yang ingin kau katakan sekarang dan jangan membuang waktu ku karna saat ini aku sendang berbaik hati padamu, dan anggap saja aku sedang memberikan kesempatan terakhir untuk bisa mewujudkan keinginan terakhir mu" ucap datar dari seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Tuan AZhein


Nyonya Rongrong tak menjawab sepatah kata pun, ia hanya bisa menutup mata dalam keadaan hati yang terasa perih dan sesak serta kepala yang bahkan tak mendapat kan Udara segar (tertutup)


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2